[A Kementerian Agama RI | Ditjen Bimas Katolik
Sabtu, 19 April 2014
   HOME   PRODUK PERUNDANGAN   PROFIL      KONTAK KAMI    BUKU TAMU    GALERI   LINK TERKAIT    SITEMAP   






Visi dan Misi

Visi dan Misi merupakan rekayasa prediktif yang dipakai sebagai arah kebijakan Ditjen Bimas Katolik dalam mengemban tugas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Katolik:
Visi : Terwujudnya masyarakat Katolik yang seratus prosen Katolik dan seratus prosen Pancasilais dalam negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Visi tersebut dicirikan sebagai berikut:
1. Terwujudnya masyarakat Katolik yang beriman dan bertaqwa;
2. Terwujudnya kerukunan hidup beragama masyarakat Katolik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3. Tertatanya pranata-pranata keagamaan Katolik;
4. Terkristalnya semangat kemandirian umat Katolik dan kesetiakawanan sosial atas dasar persaudaraan sejati;
5. Terwujudnya pemahaman, penghayatan, dan pengamalan agama Katolik secara dewasa;
6. Terwujudnya pemahaman, penghayatan, dan pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai warga negara (terutama hak dan kewajiban asasi yang secara eksplisit diatur dalam UUD 1945 yang diamandemen)

Misi :Mengajak masyarakat Katolik untuk berperan serta secara aktif dan dinamis dalam mencapai tujuan pembangunan bangsanya.

Dalam paham "mengajak" terkandung asas bahwa peran pembangunan di bidang agama berada di tangan masyarakat Katolik, sedangkan peram Ditjen Bimas Katolik bersifat pelayanan, fasilitasi, dan pemberdayaan.
Misi tersebut dijabarkan dalam usaha-usaha mengajak masyarakat Katolik untuk:
1. Mewujudkan masyarakat Katolik yang beriman dan bertaqwa;
2. Mewujudkan kerukunan hidup beragama masyarakat Katolik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3. Menata pranata-pranata keagamaan Katolik;
4. Mengkristalkan semangat kemandirian umat Katolik dan kesetiakawanan sosial atas dasar persaudaraan sejati;
5. Mewujudkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan agama Katolik secara dewasa;
6. Tahu dan paham akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Misalnya, hak dan kewajiban asasi yang secara eksplisit diatur dalam UUD 1945 yang diamandemen
7. Bersikap mengetahui, memahami, menghargai, dan menghormati keanekaan dan kemajemukan yang ada di sekitarnya. Misalnya, adat istiadat, budaya, suku/etnis, kebiasaan/attitude, agama, bahasa, asal-usul, dan lain-lain;
8. Berkiprah di tengah pembangunan bangsanya dengan semangat persaudaraan sejati;
9. Meningkatkan kualitas pendidikan agama Katolik;
10. Menggenggam "paham kita" dalam pola berpikir dan perilaku. Misalnya:
a. Aku, Engkau, dan Dia adalah kita
b. Ini bangsa kita, negara kita, kota kita, jalan, jembatan, kantor, hotel, dan dermaga kita. Mesjid kita, Gereja kita, Pura kita, Klenteng kita, dan lain-lain aset bangsa ini milik kita. Semuanya itu harus kita jaga dan pelihara bersama.

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.004233 detik