Jumat, 30 Mei 2014, 09:46

Kristus Taat Untuk Kita sampai Wafat, sampai wafat di Salib. Dari Sebab Itu Allah mengagungkan Yesus. Nama yang Paling Luhur dianugerahkan kepada-Nya.

Saya kemarin sudah pamit pada pukul 03.00 untuk istirahat. Tetapi akhirnya baru dapat beristirahat setelah pukul 04. Karena saya perlu menuliskan refleksi saya dalam ketegangan kemarin.

Judul di atas adalah antipon yang di ulang-ulang dalam ibadat, dari pembukaan sampai kompletorium sepanjang hari Sabtu ini. Saya coba masukkan sebagai energi baru saya sambil berdiri di kereta dalam perjalanan berangkat ke kantor tadi.

Rasanya baru memejamkan mata, dan saya terkejut ketika isteri membangunkan anak saya yang kecil, karena dia harus datang ke sekolah untuk latihan koor gladi bersih dengan teman-temannya di SD Desa Putera untuk mengisi koor anak-anak besok pada Misa Paskah Pagi. Jauh sebelumnya, dia juga pernah menyampaikan informasi akan tugasnya ini kepada mamanya untuk disampaikan kepada saya. Ma kalau nanti Dede tugas koor pada perayaan Paskah Papa tidak hadir, Dede tidak mau lagi ikut kelompok Koor di Sekolah. Waktu itu saya jawab, saya akan hadir, untuk melihat kelompoknya tampil. Kaos merah untuk seragamnya pada saat koor juga sudah dicarikan jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan kemauannya untuk ikut dalam kelompok Koor pun saya sudah bergembira. Bagaimana nanti anak-anak tampil itu, baik atau tidak, sukses dan berhasil atau tidak, itu urutan paling belakang

Hari ini saya sampai dikantor jam delapan lebih sedikit. Sudah banyak teman-teman yang hadir lebih dahulu. Bapak Sekretaris juga sudah disana, beliau telpon kepada saya untuk memastikan kehadiran saya, ketika saya sudah sampai di stasiun Sudirman.

Langkah pertama perlu menyampaikan progres report hasil pekerjaan kami dari kemarin hingga pagi ini. Dan bagaimana teman-taman nanti masih harus berjuang setelah saya dengan bapak Sekretaris meninggalkan tempat, karena harus hadir di Lapangan Banteng untuk mengikuti progress report, Panel ke-2, dalam kelompok lebih besar Kementerian Agama. Kami berjanji, setelah selesai panel di Lapangan Banteng untuk kembali ke Thamrin, melihat perkembangan pekerjaan berikutnya.

Di Lapangan Banteng hadir Tim assesor dan operator dari seluruh unit eselon I yang jumlahnya kurang lebih ada 10. Kami saling bercerita, dalam keadaan yang kuyu, letih, karena ternyata hampir semua unit eselon I sudah melakukan lembur sejak beberapa hari yang lalu. Terlebih teman-teman di lingkungan Sekjen. Sama seperti yang saya alami, rupanya mereka semalam juga tidak tidur seperti saya. Apalagi yang dari Sekjen, mereka sudah tidak pulang ke rumah sejak 3 hari yang lalu.

Progres disampaikan, satu-satunya yang belum mencapai 100 persen pekerjaan adalah dari Bimas Katolik. Masih kurang 2 pertanyaan yang belum terjawab. Yaitu Standar Kriteria 2.7 tentang SDM dan Standar Kriteria 9.1.8 tentang Kemitraan. Kekurangan ini akan menghambat Kementerian untuk melakukan proses lebih cepat mendaftarkan diri ke Menpan secara online.

Ketika ditawarkan dari mana panel akan mulai, saya mengusulkan agar, diinformasikan persisnya seperti apa kekurangan itu. Ketika saya buka kriteria 9.18, yang seingat saya tadi malam sudah saya buka dan saya isi, memang sudah dijawab, hanya saja saya lupa save, sehingga belum masuk secara online ke Kemenpan, sehingga dicatat sebagai belum terjawab. Betapa canggihnya teknologi sekarang ini. Pekerjaan saya dan teman-teman dapat dikontrol terus sepanjang 24 jam. Setelah saya save dan klik, langsung jawaban terinput di dunia maya itu. Dan gambar jaring laba-laba yang tampil dalam profil Bimas Katolik terbentuk. Hanya masih peyok, karena kriteria 2.7 belum terjawab. Untuk menjawab itu saya telpon ke teman-teman yang sedang bekerja di Thamrin. Setelah dikerjakan juga dari sana di klik. Gambar jaring laba-laba yang ditampilkan di layar menjadi bulat. Secara umum cukup bagus. Karena merata. Tetapi capaian untuk Bimas Katolik menjadi kecil. Masih ada jauh didalam yellow line, karena tuntutan normalnya seharusnya ada dalam batas garis kuning. Dalam garis itu harus dicapai skore kurang lebih 90. Setelah kami periksa, kekurangannya ada pada kriteria 7 9, yang rata-rata nilainya masih 61. Sedang kriteria di atasnya sudah cukup tinggi bahkan ada yang di atas 85 atau sampai ke 98. Hebat tetapi jika dirata-ratakan dengan yang memperoleh nilai 61, nilai ratanya menjadi 61. Hanya pada manjemen proses yang mendapat skore 66. Bagaimana memperbaiki ini? Harus diolah kembali kriteria 6-9 itu dengan dukungan dokumen yang ada. Untuk hal itu bapak Sekretaris aktif telpon ke Tim yang bekerja di Thamrin agar kriteria itu diolah kembali dengan dukungannya. Lama sekali sampai tayangan unit lain selesai, tidak ada perkembangan pada kriteria itu sehingga kami sempat tegang, karena informasi dari Thamrin, teman-teman sudah bekerja giat untuk hal itu. Dan dalam monitor mereka sudah ada peningkatan, tetapi dalam monitor saya belum ada perkembangan. Kenapa terjadi perbedaan ini? Baru diketahui ketika nanti kami sampai kembali di Thamrin pada pukul 14.00. Disebabkan karena tadi saya belum melakukan log out dari proses yang sebelumnya. Sehingga data saya masih yang lama- sedang data teman-teman sudah diperbarui. Jadulnya saya.. belum terampil !

Ketegangan berikut setelah, nara sumber atas nama Menpan menagih kertas kerja. Banyak diantara kami menjadi jengah, karena dalam proses kami kemarin ketika memasukkan data online, kami lakukan secara terbalik. Yang penting kami kirim dulu data dokumen yang ada dengan discan dulu dan kemudian di upload, dan kami pikir baru kemudian kertas kerjanya akan kami susun. Padahal mestinya memilah dulu dokumen sesuai dengan posisinya pada Plan, Do, Check, Atau Act. Baru kemudian di upload. Semula diinformasikan bahwa kertas kerja tidak diminta untuk di upload. Jadi masih dapat diperbaiki kemudian. Diskusi di sini cukup panjang, dan agak alot, karena dari Menpan menghendaki kertas kerja masing-masing ini juga harus di Upload. Kami rata-rata belum siap. Kecuali dari Budha, menyatakan sekarang kami siap, sudah ada hardcopy dan juga softcopynya.

Berita inilah pekerjaan baru yang harus dikejar. Setelah diskusi panjang kami kembali ke Thamrin untuk menyampaikan kabar kepada teman-teman dan melakukan konsolidasi lagi. Sampai di Thamrin setelah dibuka dan dijelaskan hasil dari Panel 2 di Banteng. Teman-teman gembira, karena hasil penilaiannya cukup tinggi. Jaring laba-laba yang tadi jauh dari lingkaran kuning garis jaring laba-laba standar, sekarang sudah mendekati bahkan berimpit. Teman-teman berteriak gembira dan bertepuk tangan. Sebenarnya kegembiraan ini membuat saya takut! Karena resiko penilaian mandiri yang tinggi ini sebenarnya membawa konsekuensi tindakan berikutnya yang cukup tinggi. Paling tidak bagaimana ke depan mempertahankan penilaian diri yang tinggi ini dengan tindakan-tindakan perfect, sedang sebenarnya jika kita menilai diri agak moderat (tidak terlalu tinggi) ke depan semakin baik, justru akan terasa kemajuannya.

Yang berikut baru menjadikan teman-teman mleruk..karena tuntutan kerja berikutnya. Kita semua harus menyelesaikan Kertas Kerja yang dituntut. Kertas kerja ini, besok jam 10 harus di upload ke Menpan. Besok itu hari Minggu Paskah !!! Sudah sejak hari Kamis semua anggota Tim yang berkomitmen ini terganggu. Kamis lembur walaupun hanya sampai jam 15, sementara yang lain sudah pulang jam 11. Jumat lembur sampai jam 17.00. Sabtu Lembur. Kita pikir maksimal hanya sampai jam 13. Atau jam 14. Ternyata masih ada pekerjaan baru lagi. Dan tidak akan selesai dalam waktu singkat. Malam ini kan juga harus hadir ke Gereja merayakan Paskah. Masa tidak ke gereja?! Dan besok..ah, masih harus lembur lagi!!!

Ada yang mengusulkan, bagaimana kalau boleh menawar, jika diserahkan pada hari Senin saja? Besuk kerja di rumah, masing-masing menyelesaikan tugas sesuai dengan kelompoknya. Kelompok Renstra menanggapi dengan baik. Rupanya pada saat mulai melaksanakan pekerjaan kemarin prosedur, tidak ditinggalkan sama sekali, sehingga dalam waktu sebentar akan menyanggupi untuk penyelesaian tugasnya. Tidak harus menunggu besok. Demikian juga kelompok Kemitraan. Sore ini dapat menyelesaiakan tugasnya. Saya sudah merasa teellerr karena kurang tidur. Tetapi hari ini juga baru bisa pulang ke rumah jam 17.00.

Sebelum pulang, ada berita baru, Kertas Kerja tidak harus di upload besok pada pukul 10.00. Lembur besok dibatalkan. Berita ini segera kami sebarkan kepada teman-teman yang tadi telah pulang lebih dahulu, dengan catatan agar hasil kerja besok pagi di email ke alamat email :randublatung262@yahoo.com, berita ini menjadi kegembiraan bagi teman-teman, karena tadi dalam forum memang sudah diangkat. Rupanya doa yang terungkap dalam harapan teman-teman dikabulkan Tuhan. Ada yang menjawab sms saya. Terima kasih pak Infonya. Biasanya sms yang saya kirim tidak dijawab. Mungkin memang tidak sampai. Ada juga yang menjawab. Terima kasih pak Hari. Nuwun. Ada juga yang menjawab.. Horree.. jadinya tidak lembur dan tetap dapat berkumpul dengan keluarga pada hari Minggu. Kepada mereka saya ucapkan terima kasih karena sebagian waktunya telah tersita untuk berjuang bersama-sama untuk kepentingan Ditjen Bimas Katolik dan Kementerian Agama dan nanti juga untuk semua teman-teman yang tidak menjadi anggota Tim Kerja RB. Saya sampaikan Selamat, karena lembur dibatalkan. Dan kepada teman-teman anggota Tim yang tidak pernah hadir dalam lembur-lembur yang saya ceritakan, saya doakan, semoga itu terjadi karena teman-teman terlibat dalam banyak sekali kegiatan liturgi di gereja entah menjadi pro daikon, petugas koor, tatip, atau mendampingi keluarga di rumah sehingga keluarga dapat menikmati masa Paskah dengan menggembirakan. Saya sendiri sebenarnya menginginkan hal seperti itu.

Kami sekeluarga merencanakan untuk Misa Paskah nanti pukul 21.30 karena anak yang besar atas nama OMK mendapat tugas Tatib. Saya senang sekali kami sekeluarga dapat terlibat terus meskipun tidak banyak dalam persiapan Paskah, sejak pertemuan pra Paskah minggu pertama. Hingga perayaan Paskah ini, walaupun orientasi saya tidak dalam pelayanan dan keterlibatan dalam liturgi secara maksimal. Saya merasa sungguh diberikan kesempatan dan pilihan yang menantang. Apa yang saya pilih dalam situasi mendesak ini, rupanya, dapat saya rasakan untuk menilai siapa diri saya ini. Ketika mandi tadi pagi, masuk dalam pikiran saya rupanya untuk membantu kita memilih- menentukan di kanan atau di kiri, di atas atau di bawahdalam berbagai situasi yang kita hadapi, kita perlu dipojokkan dalam situasi pilihan. Dilema, tetapi masih dapat melihat dengan jernih dimana saya akan duduk dalam pilihan itu.

Tadi malam setelah pulang mengikuti Misa Paskah, pukul 24.00. Dengan tegas saya pilih, saya harus istirahat. Tidur. Saya setel alarm pukul 04.00 untuk mengerjakan tugas kelompok yang masih tersisa. Ketika alarm bunyi, mata saya masih terasa pedas. Badan betul tidak stabil. Setelah pergi bangun saya hanya dapat pindah tempat untuk menenangkan diri sebentar sambil berbaring. Selanjutnya dengan mata terbuka saya lanjutkan perjuangan, selesaikan tugas, dan selesai pada pukul 06.30. Siap-siap bergantian mandi dengan isteri dan de Vena yang akan tugas koor pagi ini. Kami berangkat bersama ke Gereja bersama hanya saya antar mereka sampai pintu gerbang Gereja, dengan permohonan maaf kepada si kecil, karena ayahnya tidak dapat melihat dia tampil menyanyi dalam kelompok koornya. Saya harus jalan ke Lapangan Banteng lagi untuk mengikuti rapat.

Hari ini menjelang pukul 13. 00, Hasil Panel 3. di Lock, untuk kemudian di upload ke Kementerian PAN dalam bentuk Penilaian Mandiri Online, selesai. Namun pekerjaan panjang ke depan masih harus diteruskan, untuk melengkapi data-datanya sepanjang tahun dan juga semakin memperbaiki berbagai komponen RB pada masing-masing unit eselon I, agar Kementerian Agama seperti Kementerian yang lain, mampu melayani masyarakat semakin meningkat kualitasnya.

Akhirnya, jika Tuhan Yesus dalam perjuangan, ketaatan-Nya, dianugerahi Allah Nama-bahkan Nama yang paling luhur. Semoga perjuangan kita dalam kesesakan masa Paskah dan harus lembur di kantor, dapat mendatangkan nama nama bagi Bimas Katolik untuk ikut mengalir dalam proses Reformasi Birokrasi, yang akan mendatangkan peningkatan kualitas pelayanannnya. (dan kesejahteraan pegawainya).

Selamat Paskah !!!Berkat Tuhan Selalu.

Minggu, 31 Maret 2013.

Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian.

Drs. Hari, M.Hum