Senin, 6 Maret 2017, 14:43

Kehadiran Negara Dalam Asian Youth Day 2017

Jakarta,DBKat--

Perhelatan akbar, konferensi kaum muda Katolik tingkat Asia atau Asian Youth Day (AYD) 2017, akan digelar di Indonesia. Vatikan telah menunjuk Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah, dengan lokasi sentral kota Yogyakarta, pada tanggal 30 Juli s.d. 6 Agustus mendatang. Berkenaan dengan itu, Panitia Pelaksana kegiatan, melakukan audiensi pada Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, Senin 6 Maret 2017. Tim terdiri dari Yohanes Suharto (Pembimas Katolik Kanwil Yogyakarta), FL Hartosubono Pr (Vikep Keuskupan Agung Semarang), RD Herman Yosep Singgih, RD Banu Kurnianto, RD Heribertus Budi Purnama, dan Maria Aditya (Staf Bimas Katolik Kanwil Yogyakarta).

Pada Dirjen, Pembimas menyampaikan, bahwa seturut amanat Gubernur Yogyakarta, kegiatan keagamaan berskup internasional ini seyogyanya mendapat dukungan pula dari Kementerian Agama RI. "Dengan demikian, kami mengharapkan perlindungan dan kerjasama dengan Kementerian Agama khususnya Ditjen Bimas Katolik," ungkap Rm. Hartosubono selaku Penanggungjawab kegiatan.

Dirjen yang didampingi Direktur Urusan Agama Katolik menyampaikan, bahwa secara prosedural, Menteri Agama telah menerima pemberitahuan tentang kegiatan akbar tersebut. Disposisi yang ditetapkan Menag menunjuk Dirjen Bimas Katolik sebagai Penasehat di jajaran Kepanitiaan. Pihak Komisi Kepemudaan KWI, yaitu Sekretaris Eksekutif RD Antonius Haryanto, juga telah melakukan dialog dengan Dirjen terkait rencana tersebut. Dan disampaikan bahwa diperlukan Rekomendasi dari Menteri Agama, untuk memayungi jalannya rangkaian AYD 2017 nanti. "Maka kita perlu melakukan pula audiensi pada Menteri Agama, selain memohon restu dan dukungan rencana kegiatan AYD 2017 ini, juga memohon Rekomendasi dari Menteri Agama sehingga acara besar ini dapat terlaksana dengan baik," papar Dirjen. Ditambahkan Dirjen, untuk mendukung kegiatan tersebut perlu menggalang kerja sama dengan kaum muda lintas agama setempat.

Surat Rekomendasi diperlukan, untuk memudahkan pengurusan administrasi semisal perijinan maupun keimigrasian. Mengingat para peserta tidak hanya berasal dari dalam negeri, namun dari belahan negara lain pula. Peran inilah, yang diungkap Dirjen sebagai simbol kehadiran negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah kesatuan NKRI. "Pemerintah hadir di tengah-tengah umat Katolik dan umat Katolik pun merasakan hadir bersama-sama, melalui peran Ditjen Bimas Katolik," tandas Dirjen.

Pada kesempatan itu, Rm. Yosep melaporkan bahwa AYD 2017 di Yogyakarta akan dihadiri oleh 3.000 peserta dan sudah 29 negara yang memastikan akan hadir dalam konferensi internasional tersebut. Diantaranya, Filipina, Korea Selatan, Jepang, dan sejumlah negara di belahan benua asia. Dengan even tingkat dunia ini, ditambahkan Rm. Heribertus, menjadi momen strategis bagi Indonesia di kancah internasional. Ia pun mengatakan bahwa, Keuskupan Agung Semarang akan mengangkat tema mutikulturalisme, mengingat masyarakat Kota Semarang dikenal punya toleransi yang tinggi di bidang budaya dan keagamaan yang berlandaskan cinta kasih. Dipaparkan Rm. Banu selaku pelaksana teknis AYD, Peserta datang dan langsung dibawa live in di keuskupan-keuskupan yang telah ditentukan. "Di keuskupan-keuskupan inilah peserta belajar sekaligus memberikan pengalaman iman. Ada perayaan Ekaristi bersama, doa bersama, festival dan lain-lain. Orang Muda hadir dalam realitas kehidupan umat beriman dan merasakan langsung kehidupan saudara-saudarinya di Negara yang berbeda," papar Rm. Banu, sembari menambahkan bahwa rangkaian acara Asian Youth Day 2017 akan dimulai dari prosesi kirab salib raksasa yang mengelilingi beberapa gereja Katolik di Indonesia. Menariknya, patung salib raksasa itu dibuat sendiri oleh anak-anak muda dari Filipina dan India.

*Maria

Berita Lainnya
Selasa, 26 September 2017, 10:32

Hadiri Tahbisan Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Dirjen: Negara hadir bersama Gereja dan Gereja hadir bersama Negara

Jumat, 15 September 2017, 14:08

Pendidikan Kemandirian Yang Digagas Dirjen Sejalan Dengan Cita-cita Komisi PSE-KWI

Rabu, 6 September 2017, 13:21

Sekolah Menengah Agama Katolik Pertama Pulau Timor terlahir di Betun

Senin, 24 Juli 2017, 11:43

Umat Katolik Hendaknya Menjadi Agen Dialog Kerukunan di Tengah Masyarakat

Senin, 17 Juli 2017, 14:20

RDP Komisi VIII DPR RI dengan Dirjen Bimas Katolik