Kamis, 30 Maret 2017, 10:30

Perkembangan Baru Gagasan Badan Amal Kasih Katolik

Jakarta, DBKat--Gagasan membentuk sebuah Badan Amal Kasih Katolik ditindaklanjuti oleh Keuskupan Agung Jakarta. Badan ini dirasakan merupakan kebutuhan umat untuk melaksanakan Ajaran Sosial Gereja.

Hal ini mengemuka pada saat pertemuan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Romo Samuel Pangestu, Pr bersama jajarannya dengan Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon di ruang kerja Direktur, Rabu (29/3).

"Pada prinsipnya gagasan pembentukan Badan Amal Kasih Katolik ini disetujui oleh Uskup Agung Jakarta. Kami sudah menyusun sebuah draf Anggaran Dasarnya. Saya mengusulkan cakupan layanannya tidak hanya di Jakarta, tapi lingkup Nasional dan terbuka untuk lingkup internasional," kata Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta ini.

Sihar Petrus Simbolon yang didampingi Kasubdit Penyuluhan, Basuki Sigit Taruno, merasa sangat senang bahwa gagasan pembentukan Badan Amal Kasih Katolik ini direspons umat Katolik. Menanggapi cakupan layanan Badan Amal ini, ia mengusulkan ditambah kata 'Nasional' pada Badan Amal Kasih Katolik, sebagaimana diharapkan beberapa pejabat Gereja kepadanya.

"Saya senang gagasan ini ditindaklanjuti. Langkah Keuskupan Agung Jakarta ini merupakan titik cerah akan terbentuknya sebuah Badan Amal Katolik sebagai sebuah Badan atau Yayasan (yang merupakan terjemahan dari 'Kerk en Arm Bestuur'). Ini merupakan amanat dari Undang-Undang bagi umat Katolik Indonesia. Saya usul ada kata Nasional dalam nama Badan ini, sebagaimana diharapkan beberapa pejabat Gereja kepada saya," tegasnya menyambut tim Vikaris Jenderal KAJ dan jajarannya.

Kehadiran Vikaris Jenderal KAJ dan timnya adalah babak baru perkembangan gagasan pembentukan Badan Amal Kasih Katolik. Vikaris Jenderal dan timnya menyampaikan sudah menyiapkan draf Anggaran Dasar yang sudah disusun timnya di KAJ.

Sebagai arahan selanjutnya, Sihar Petrus Simbolon selaku Direktur Urusan Agama Katolik menginformasikan, "Setelah draf Anggaran Dasar disahkan Uskup, maka perlu pembentukan pengurusnya melalui SK dari Uskup, maka KAJ membuat surat permohonan kepada Direktur Jenderal Bimas Katolik. Selanjutya Direktur Jenderal Bimas Katolik menindaklanjuti ke Menteri Agama, dan terakhir pengajuan kepada Kementerian Keuangan, dalam hal ini unit kerja yang menangani pajak."

Dalam draf yang diserahkan Ibu Milly Karmila Sareal, Notaris KAJ kepada Direktur Urusan Agama Katolik, dinyatakan secara tegas bahwa Badan Amal Kasih Katolik dibentuk dengan harapan ada sebuah lembaga agama Katolik yang mengelola sumbangan amal, derma, bantuan yang berasal dari umat Katolik baik orang perorangan maupun badan hukum, dan menyalurkannya kepada yang berkekurangan sebagai tanda nyata belaskasih dan kerahiman Allah sesuai dengan amanat Kitab Suci, Hukum Kanon dan ajaran iman Katolik.

Selain Vikaris Jenderal dan Notaris, hadir pula Romo Antara, Pr (Ekonom KAJ), Tedjo (pengurus pajak), Rafael Abdisa (Konsultan Pajak), dan Pak Sugirto (Karyawan KAJ).

*Pormadi

Berita Lainnya
Jumat, 14 September 2018, 11:00

Membuka Pertemuan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Katolik, Menag Tekankan Sisi Esoteris Agama

Kamis, 23 Agustus 2018, 09:37

Direktorat Urusan Agama Katolik Siap Bekerja High Speed

Senin, 30 Juli 2018, 08:36

Dilantik Menteri Agama RI, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si Resmi Menjabat Direktur Urusan Agama Katolik

Rabu, 25 Juli 2018, 12:17

Umat Katolik Berbicara Soal Kerukunan, Kedamaian dan Tahun Politik

Minggu, 11 Maret 2018, 09:36

Sihar Petrus Simbolon: Rakornas Ini Bersejarah dan Monumental