Selasa, 2 Mei 2017, 09:48

Dirjen Bimas Katolik: Hidupkan Kembali Tradisi Keluarga Katolik

Makassar, DBKat--Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Eusabius Binsasi mengajak sebanyak 50 orang tenaga Pembina atau pendamping keluarga Katolik yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat agar mengedukasi para calon keluarga (calon pasangan suami-istri) dan keluarga Katolik untuk menghidupkan tradisi-tradisi keluarga Katolik di tempat tugas masing-masing. Ajakan tersebut disampaikan pada acara Pembinaan Pembina Keluarga di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, (1/5).

"Keluarga itu penting, karena keluarga merupakan sel dari masyarakat dan Gereja mini (ecclesia domestica). Hidupkan tradisi-tradisi kekatolikan yang mulai memudar dewasa ini. Tradisi-tradisi tersebut antara lain: tradisi doa pada bulan Maria (dan Rosario), doa bersama sebelum makan dan sebelum tidur, acara makan bersama, pergi bersama ke Gereja, menghafal doa-doa dasar dalam Katolik dan Sepuluh perintah Allah," katanya kepada peserta pembinaan.

Ajakan menghidupkan tradisi kekatolikan itu disampaikan Dirjen, mengingat banyaknya ancaman terhadap kehidupan keluarga Katolik dewasa ini. Menurutnya, ada banyak ancaman terhadap kehidupan keluarga, dan yang paling aktual sekarang ini adalah masalah narkoba, radikalisme dan intoleransi. Untuk itu, peran Pembina Keluarga sangat penting dalam mewujudkan warga Gereja Katolik yang seratus persen Katolik dan serratus persen menjadi Warga Negara Indonesia.

"Para Pembina Keluarga itu adalah utusan Tuhan, ini bukan kebetulan. Tuhan memanggil kalian sesuai dengan rencana-Nya. Kalian semua dipanggil untuk menanamkan nilai-nilai kekatolikan dan nilai-nilai hidup berbangsa dan bernegara seperti nilai-nilai toleransi dan cinta kasih," jelasnya.

Pembinaan Pembina Keluarga ini merupakan program Pemerintah dalam membangun masyarakat berbasis keluarga. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang berdampak pada pembangunan bangsa dan negara.

Harapan Para Pembina Keluarga

Salah seorang Pembina Keluarga yang berasal dari Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Liccu Kadang menyampaikan bahwa pembinaan ini sangat membantu merekadalam tugas dan menambah wawasan dan pengetahuan dalam membina keluarga.

"Pelatihan ini sangat menambah wawasan bagi kami. Kami berharap pengetahuan ini dapat kami terapkan dalam pembinaan keluarga Katolik di tempat tugas kami," ungkapnya mewakili semua pembina keluarga yang hadir.

Pembinaan Pembina Keluarga yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimas Katolik bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan ini berlangsung Sabtu s.d. Selasa, (29/4 s.d. 2/5/2017). Narasumber yang diundang berasal dari Komisi Kerasulan Keluarga, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keluarga, dan pakar konseling pastoral Keuskupan Agung Makassar. Selain itu ada narasumber yang berkompeten yaitu pakar kesehatan dari Kota Makassar, dan pakar psikologi pertumbuhkembangan diri anak dalam keluarga yang berasal dari Jakarta.

*Pormadi

Berita Lainnya
Minggu, 11 Maret 2018, 09:13

Menyambut PESPARANI Katolik 2018, Meliala Ingatkan Hati-Hati Menggunakan APBN

Senin, 12 Februari 2018, 10:28

Adrianus Meliala: Mari Wujudkan Wajah Gereja yang Berbelaskasih melalui LP3KN

Kamis, 14 Desember 2017, 06:06

Pengurus Lembaga PESPARANI Katolik Nasional Disusun

Selasa, 11 Juli 2017, 15:31

Draf AD Badan Amal Katolik Hampir Rampung

Jumat, 16 Juni 2017, 10:57

Pesan Direktur Urusan Agama Katolik Tentang Persiapan PESPARANI Katolik Nasional