Minggu, 28 Mei 2017, 14:56

Dirjen Bimas Katolik Hadiri Seminar Nasional HKSN 2017

Purwokerto, DBKat--Dalam Seminar Hari Komunikasi Sosial Nasional yang diselenggarakan Komisi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di aula STIKOM Yos Sudarso Purwokerto, Sabtu (27/05), Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi berkesempatan memberikan materi dengan pokok pikiran seputar pandangan Pemerintah terhadap berita hoax dan isu intoleransi di media sosial.

Penyebaran pesan intoleran ataupun kebencian belakangan ini cenderung meningkat. Pesan-pesan atau informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Semakin susah untuk membedakan mana informasi yang benar, mana yang palsu.Informasi yang menyebar cepat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk berbagai kepentingan.

Dalam konteks yang luas, berita-berita tanpa sumber dan data jelas atau berita hoax ini bukan lagi tanggung jawab Pemerintah saja, tetapi peran media dan masyarakat menjadi penting. Sebagai institusi Pemerintah, Kementerian Agama memberi perhatian serius atas perkembangan situasi ini.

"Saat ini sedang dikaji sebuah rumusan bagaimana memanfaatkan media sosial secara bijaksana untuk menghindari informasi atau berita hoax dengan landasan agama," ujar Eusabius. Menteri Agama, lanjutnya, berkali-kali mengingatkan agar semua pihak bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan bijaksana.

Sebagaimana yang pernah disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dunia maya sejatinya adalah cerminan hati. Aktivitas yang terekam secara digital adalah gambaran dari isi pikiran yang biasanya tak nampak di dunia nyata. Karena itu, hoax perlu dilawan. Melawan hoax, menjaga hati.

Dirjen melanjutkan, demikian juga bagi umat Katolik, dalam ajaran Gereja Katolik sudah jelas aturannya bahwa umat dilarang berdusta atau berbohong sebagaimana tertuang dalam salah satu butir sepuluh perintah Allah. Karena itu, solusi bersama yang ditawarkan Eusabius adalah, 1) Pemerintah dan Gereja Katolik terus menerus memberikan bimbingan kepada masyarakat Katolik agar memiliki pemahaman dan komitmen pada tujuan utama diturunkannya agama yakni melindungi martabat kemanusiaan serta menjaga kelangsungan hidup dan perdamaian umat manusia; 2) Pemerintah bersama penggiat/aktivis Katolik yang konsern di bidang komunikasi melakukan sosialisasi bahaya isu-isu liar yang berkembang di media sosial; 3) semua pihak berpartisipasi aktif dalam memerangi berita-berita hoax maupun isu intoleransi yang berpotensi memecah belah bangsa; 4) mengedepankan informasi-informasi yang akurat dan terpercaya melalui media yang diakui secara resmi; 5) memperbanyak forum-forum dialog.

Mengakhiri materinya, Eusabius meminta semua masyarakat untuk menjaga Indonesia agar kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini bisa terwujud.

*Joice

Berita Lainnya
Senin, 17 Juli 2017, 14:20

RDP Komisi VIII DPR RI dengan Dirjen Bimas Katolik

Sabtu, 15 Juli 2017, 09:59

Dirjen Hadiri Yubileum Emas Mgr. Angkur

Rabu, 14 Juni 2017, 13:23

Menyambut PESPARANI, DITJENBIMAS Katolik Selenggarakan Sosialisasi dan Pembentukan LP3KN

Jumat, 26 Mei 2017, 14:46

Empat Kekosongan Jabatan di Lingkungan Ditjen Bimas Katolik Sudah Terisi

Senin, 22 Mei 2017, 14:04

Dirjen: Tahbisan adalah Perayaan Penuh Bahagia Sekaligus Perayaan Reflektif dan Introspektif