Rabu, 31 Mei 2017, 12:25

Wawasan Kebangsaan akan Masuk dalam Materi Kurikulum Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi

Jakarta, DBKat--Sekretaris Eksekutif Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Leo Sugiyono, MSC menyampaikan bahwa materi wawasan kebangsaan perlu dimasukkan dalam materi Kurikulum Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi. Hal ini mengemuka dalam kegiatan penyusunan Kurikulum Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia-Standar Nasional Perguruan Tinggi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama di Jakarta, 29 Mei-2 Juni 2017.

Berdasarkan hasil pembahasan para Dosen Pendidikan Agama Katolik Romo Leo Sugiyono, MSC melihat bahwa wawasan kebangsaan dapat masuk menjadi bagian dari materi Moral Aktual di samping Materi Ajaran Iman yang wajib dimasukan dalam Kurikulum Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi.

Sejalan dengan hal tersebut, Fransiskus Endang, SH., MM, Direktur Pendidikan Katolik yang mewakili Dirjen Bimas Katolik dalam sambutannya juga menekankan bahwa pendidikan agama harus mampu menjawab situasi kemasyarakatan yang ada dan mampu menjawab kebutuhan pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Fransiskus Endang, SH., MM dengan mengutip Surat Edaran Sekjen Kementerian Agama RI tentang Gerakan Pembudayaan Pancasila dalam rangka Menyongsong Hari Pancasila, menegaskan bahwa Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara Republik Indonesia, harus diketahui asal-usulnya oleh bangsa Indonesia dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi.

Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Katolik mengundang pihak Konferensi Waligereja Indonesia dan para Dosen Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum (PTU) untuk menyusun Kurikulum Pendidikan Agama Katolik. Selama ini Mata Kuliah Agama Katolik di PTU menggunakan kurikulum yang diterbitkan oleh Komisi Kateketik KWI pada tahun 2011 dan perlu untuk diperbarui dengan merujuk kepada Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai struktur.

"Terwujudnya Penyelenggaraan Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum yang Berkualitas" menjadi tema yang diambil untuk dikaji bersama dalam acara ini. Dr. Aloma Sarumaha, MA., M.Si sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi menyampaikan bahwa Kurikulum Pendidikan Agama Katolik yang disusun diharapkan dapat men-support lulusan Perguruan Tinggi dalam hal ini Sarjana beragama Katolik yang mampu mempertanggungjawabkan imannya di tengah masyarakat yang majemuk. Kegiatan ini akan ditutup oleh Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Eusabius Binsasi.

(MNSK)

Berita Lainnya
Selasa, 22 Agustus 2017, 18:24

Dirjen: Agar Tidak Menjadi Sekularis dan Mengalami Kekeringan dan Kesombongan Rohani, Anak-anak Harus Dididik oleh GPAK yang Kompeten

Jumat, 21 Juli 2017, 20:23

Pemerintah Bersinergi dengan Gereja Katolik Membangun Mutu Pendidikan Agama Katolik di PTU

Selasa, 16 Mei 2017, 16:00

Pelatihan Penulisan Jurnal PTAK Berbasis Teknologi Informasi – Online System

Rabu, 12 April 2017, 16:04

SMAK St. Arnoldus Janssen Keerom Papua: Beranda Terdepan NKRI

Selasa, 11 April 2017, 11:13

Ujian Nasional Berbasis Komputer SMAK Santo Yoseph Sangatta Kutai Timur