Kamis, 15 Juni 2017, 13:41

Zeth Sahuburua: Maluku Siap Jadi Tuan Rumah PESPARANI Katolik Nasional

Wakil Gubernur Provinsi Maluku, Zeth Sahuburua

Jakarta,DBKat--Pada pertemuan pembentukan pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, 13-16 Juni di Jakarta, Wakil Gubernur Provinsi Maluku Zeth Sahuburua berkesempatan untuk menyampaikan materi tentang Peran Serta Pemda dalam rangka Pembinaan LP3K dalam Pengembangan Aktivitas Kehidupan Beragama.

Wagub hadir karena ingin bertemu langsung dengan perwakilan umat katolik dari seluruh Indonesia yang begitu antusias menyambut PESPARANI. "PESPARANI Katolik ini adalah yang pertama, titik awal kebangkitan umat Katolik dalam rangka membina masyarakat Indonesia secara khusus masyarakat Katolik. PESPARANI juga dipandang mampu menjadi sarana komunikasi yang baik antarumat Katolik, antarumat beragama, dan antarumat beragama dengan Pemerintah," ungkapnya.

Wagub melihat situasi bangsa saat ini kurang kondusif; persoalan SARA mengemuka. Tetapi di Maluku, orang bisa hidup berdampingan dalam damai. Masalah pembinaan umat beragama, menurutnya, menjadi titik berat pembangunan bangsa. Kerukunan perlu terpelihara, dan karena itulah di Maluku dibangun Islam Center, Kristen Center, Katolik Center, dan menyusul Hindu dan Buddha Center. Tidak hanya itu, Ambon akan menjadi laboratorium pembinaan umat beragama di Indonesia, walaupun tantangannya juga tidak sedikit.

"Dalam rangka membangun bangsa Indonesia ke depan, sebagaimana pesan suci para leluhur kita yakni melindungi seluruh bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan bangsa, mensejahterakan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka kita punya tugas melanjutkan dasar-dasar yang telah ditetapkan. Saling menjaga hubungan baik, berkomunikasi dengan baik dan selalu transparan. Karena siapa lagi yang akan bangun bangsa ini kalau bukan kita. Kita harus duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia," lanjut Wakil Gubernur yang pada 2015 menjadi Ketua Pesparawi Nasional di Ambon.

Tentang PESPARANI, Wagub menyatakan kesiapannya memberikan dukungan. Kepada peserta yang hadir, Wagub berpesan agar mempersiapkan PESPARANI ini sebaik mungkin. "Akomodasi, transportasi, acara, konsumsi dan keamanan menjadi hal yang penting. Acara juga harus bagus agar selalu dikenang orang."

Di sela-sela diskusi, peserta mengapresiasi usaha Pemerintah Provinsi Maluku dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun dan toleran. Peserta bertanya tentang kiat-kiat apa yang dilakukan agar umat hidup. Dijawab singkat oleh Wagub, bahwa komunikasilah yang membuat kerukunan itu terpelihara dengan baik. "Kita anak bangsa Indonesia, punya kewajiban yang sama membangun bangsa agar para pendiri bangsa kita merasa senang. Karena itu komunikasi sangat penting. Kalau ada persoalan, semua kita undang. Forum Kerukunan Umat Beragama melaksanakan fungsinya dengan baik." Karena daerahnya memiliki kehidupan toleransi yang bagus, maka menjadi salah satu alasan mengapa Maluku siap menjadi tuan rumah pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional yang pertama.

Panitia PESPARANI, menurut Wagub sebaiknya kombinasi antara umat beragama dengan Pemerintah, supaya koordinasi tidak sulit. "Ini perhelatan besar umat beragama, kita perlu libatkan juga umat beragama lain."

Di akhir paparannya, Wagub menyampaikan pesan yang dikutip dari Mazmur 133: sungguh alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama-sama dengan rukun.

*Joice

Berita Lainnya
Jumat, 16 Juni 2017, 10:57

Pesan Direktur Urusan Agama Katolik Tentang Persiapan PESPARANI Katolik Nasional

Selasa, 23 Mei 2017, 09:17

Bimas Katolik merupakan Pengakuan Negara atas Umat Katolik

Selasa, 2 Mei 2017, 09:48

Dirjen Bimas Katolik: Hidupkan Kembali Tradisi Keluarga Katolik

Kamis, 30 Maret 2017, 10:30

Perkembangan Baru Gagasan Badan Amal Kasih Katolik

Kamis, 30 Maret 2017, 10:11

Ditjen Bimas Katolik Menyerahkan SK Identitas Lembaga Agama Katolik