Jumat, 16 Juni 2017, 10:57

Pesan Direktur Urusan Agama Katolik Tentang Persiapan PESPARANI Katolik Nasional

Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon

Jakarta,DBKat--Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon mengapresiasi pertemuan sosialisasi dan pembentukan pengurus LP3KN dalam rangka pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional 2018. PESPARANI Katolik Nasional, menurut Direktur adalah kerinduan umat Katolik yang sering disampaikan baik secara pribadi maupun kelompok. Upaya mewujudkan PESPARANI Katolik Nasional ini juga merupakan dorongan dari berbagai pihak yang menginginkan peningkatan iman Katolik lewat seni dan budaya sehingga Gereja Katolik semakin dikenal dan dicintai.

Kerinduan masyarakat Katolik menjadi sempurna ketika Menteri Agama ternyata juga menaruh harapan akan adanya sebuah even besar bagi pengembangan iman umat Katolik yang menggaungkan kerukunan, multikultur dan ke-Bhinnekaan. Karena itu, untuk mengakomodir harapan mulia itu, lahirlah Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 35 Tahun 2016 tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik yang menjadi payung hukum pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional.

Dalam pesan-pesan yang disampaikan kepada peserta pertemuan, Direktur mengajak masyarakat Katolik bersyukur, karena setelah 72 tahun merdeka, baru ada sebuah PMA yang mengatur tentang sesuatu yang menggembirakan bagi umat Katolik. Kehadiran PMA tersebut memberi semangat untuk lebih bekerja keras demi terwujudnya even yang merupakan penghargaan terhadap musik liturgi dan kegiatan pengembangan iman Katolik ini.

Sejak PMA terbit, DITJENBIMAS Katolik sebagai pelayan Pemerintah untuk masyarakat Katolik terus menerus mensosialisasikannya kepada berbagai pihak.

"Mudah-mudahan PMA itu telah dibaca dengan baik, kata demi kata oleh seluruh Pejabat Bimas Katolik, dan sesuai permitaan Dirjen Bimas Katolik, agar di tiap-tiap Provinsi, Kabid/Pembimas Katolik bersama Kakanwil Kementerian Agama setempat menghadap Gubernur untuk memberitahukan tentang PESPARANI Katolik Nasional ini," ungkap Direktur.

Selain kepada Pemerintah Daerah, Direktur juga berharap agar Pejabat Bimas Katolik melakukan komunikasi yang baik kepada Keuskupan atau Gereja di tempat masing-masing.

Direktur tidak menafikan adanya kekhawatiran sebagian orang yang pesimis even besar ini tidak berjalan sesuai harapan, tetapi Direktur meyakinkan bahwa perkembangan saat ini harus dilihat sebagai sesuatu yang positif. Koor-koor di gereja semakin bergairah, umat Katolik juga menyanyi dengan sangat bergairah. "Dalam perayaan Ekaristi yang saya hadiri di Saumlaki beberapa waktu lalu, saya sangat bangga karena musik liturgi tampil begitu indah, dirigen dan penyanyinya pun tampil prima," ungkap Direktur yang juga aktif melakukan sosialisasi tentang PESPARANI pada kegiatan-kegiatan yang ia hadiri.

Hal menarik lain yang disampaikan Direktur adalah kehadiran peserta yang banyak pada pertemuan ini. Sesuatu yang membanggakan dan menggembirakan. Direktur menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang bekerja dan berpikir tidak kenal lelah. "Kehadiran peserta yang banyak seperti ini menguatkan saya untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya. Kita harus saling mendukung dan saling mengingatkan agar cita-cita kita bisa terwujud. Apapun tantangannya, tidak ada yang tidak mungkin dalam nama Tuhan."

Direktur dalam pesannya juga menyampaikan bahwa suara Pejabat Gereja (Uskup) sangat penting. Karena itu, doa restu Uskup sangat diharapkan agar keinginan bersama masyarakat Katolik ini bisa terwujud. Dalam pembentukan LP3K ini juga mungkin akan ada riak-riak kecil, karena itu Direktur mengharapkan peran Pejabat Gereja menjadi jangkar perdamaian; mendamaikan segala perbedaan pendapat. Sharing pengalaman juga menjadi penting untuk semakin menguatkan yang masih ragu.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya melalui media ini, Wakil Gubernur Provinsi Maluku juga turut hadir memberi peneguhan kepada peserta pertemuan. Karena itu, Direktur memberikan apresiasi kepada Wagub. "Kami tidak menyangka dukungan beliau sangat tinggi bagi kemaslahatan umat Katolik. Ini terjadi karena hubungan baik Keuskupan Amboina dengan Pemda Provinsi Maluku. Semoga ini jadi contoh yang baik bagaimana menjalin hubungan yang baik antara Gereja dan Pemerintah."

baca juga Zeth Sahuburua: Maluku Siap Jadi Tuan Rumah PESPARANI Katolik Nasional

Sebagai pesan terakhir, Direktur minta komitmen bersama semua pihak untuk menyukseskan PESPARANI Katolik Nasional 2018, agar Gereja Katolik semakin dikenal, diakui dan dicintai di negara ini.

Mari kita doakan bersama.

*Joice

Berita Lainnya
Kamis, 15 Juni 2017, 13:41

Zeth Sahuburua: Maluku Siap Jadi Tuan Rumah PESPARANI Katolik Nasional

Selasa, 23 Mei 2017, 09:17

Bimas Katolik merupakan Pengakuan Negara atas Umat Katolik

Selasa, 2 Mei 2017, 09:48

Dirjen Bimas Katolik: Hidupkan Kembali Tradisi Keluarga Katolik

Kamis, 30 Maret 2017, 10:30

Perkembangan Baru Gagasan Badan Amal Kasih Katolik

Kamis, 30 Maret 2017, 10:11

Ditjen Bimas Katolik Menyerahkan SK Identitas Lembaga Agama Katolik