Jumat, 21 Juli 2017, 20:23

Pemerintah Bersinergi dengan Gereja Katolik Membangun Mutu Pendidikan Agama Katolik di PTU

Banjarmasin, DBKat-Subdit Pendidikan Tinggi, Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI, bekerja sama dengan Komisi Kateketik KWI menyelenggarakan pertemuan dalam rangka pembinaan dosen Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum (PTU) di Hotel Aston Banua, Banjarmasin. Pertemuan yang dilaksanakan tanggal 19 s.d. 22 Juli 2017 ini, dihadiri 50 peserta (dosen) dari wilayah Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.

Mewakili Dirjen Bimas Katolik, Kepala Subdit Pendidikan Tinggi Ditjen Bimas Katolik, Dr. Aloma Sarumaha meminta peserta pertemuan mempertajam rumusan standar isi kurikulum Pendidikan Agama Katolik yang telah disusun bersama di Jakarta dalam koordinasi Komkat KWI bersama Ditjen Bimas Katolik. Ini merupakan lanjutan kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juni 2017 di Jakarta.

Dasar kegiatan ini sesuai dengan Program NAWACITA dimana Negara harus hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di Bidang Pendidikan, mulai dari Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan didirikan Negara Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Pemerintah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi (Pasal 10).

"Pendidikan Agama Katolik harus hadir di Perguruan Tinggi Umum. Dalam pelaksanaaannya, Ditjen Bimas Katolik bermitra/bekerjasama dengan Gereja Katolik: berproses dengan segala macam standar dan kriteria; standar isi dan sederetan standar lainnya, menentukan kriteria; dijustifikasi oleh otoritas Gereja," ungkap Kasubdit Pendidikan Tinggi.

Lebih lanjut, Kasubdit Pendidikan Tinggi mengungkapkan bahwa dosen PAK PTU dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas sebagaimana disebut di atas melalui koordinasi antara Pembimas Katolik dengan Komisi Pendidikan dan Kateketik, atau Keuskupan setempat. Untuk kerapian administrasi dan pengawasan ke depan, dosen Pendidikan Agama Katolik di PTU perlu mendaftarkan diri ke Komisi Kateketik dengan segala persyaratan yang perlu dipenuhi termasuk syarat Dosen berpendidikan S2 dalam Bidang Agama Katolik.

Di akhir sambutan, Kasubdit Pendidikan Tinggi menyampaikan selamat beraktivitas untuk semua peserta dan Panitia dan berharap semoga Pertemuan ini lebih Hidup dan dinamis.

Selanjutnya Pertemuan ini diisi dengan pemaparan materi dari Narasumber, sharing dan diskusi.

*Johan

Berita Lainnya
Jumat, 15 September 2017, 14:23

Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Katolik Melalui Bimtek

Selasa, 22 Agustus 2017, 18:24

Dirjen: Agar Tidak Menjadi Sekularis dan Mengalami Kekeringan dan Kesombongan Rohani, Anak-anak Harus Dididik oleh GPAK yang Kompeten

Rabu, 31 Mei 2017, 12:25

Wawasan Kebangsaan akan Masuk dalam Materi Kurikulum Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi

Selasa, 16 Mei 2017, 16:00

Pelatihan Penulisan Jurnal PTAK Berbasis Teknologi Informasi – Online System

Rabu, 12 April 2017, 16:04

SMAK St. Arnoldus Janssen Keerom Papua: Beranda Terdepan NKRI