Minggu, 23 Juli 2017, 13:52

Penyusunan Program Perlu Skala Prioritas dan Fokus Pada Kebutuhan Masyarakat

Jakarta,DBKat--Program Bimbingan Masyarakat Katolik merupakan salah satu program di lingkungan Kementerian Agama RI untuk merealisasikan arah kebijakan Kementerian Agama. Kebijakan tersebut adalah kebijakan dalam hal peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, serta peningkatan akses dan mutu pendidikan agama dan pendidikan keagamaan masyarakat Katolik. Karena itu, perlu merumuskan Program Kerja sesuai dengan Pagu Anggaran yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 sebagai wujud komitmen pelayanan kepada masyarakat Katolik. Terkait dengan hal ini, Bimas Katolik menyelenggarakan Pertemuan Penyusunan Program Kerja Berdasarkan Pagu Anggaran Tahun Anggaran 2018 Tingkat Nasional di Jakarta, tanggal 22 s.d. 26 Juli 2017. Pertemuan ini menghadirkan Kepala Bidang/Pembimas Katolik se-Indonesia, para operator serta Pejabat Eselon III, IV, JFU dan JFT Pusat.

Dalam arahan pembukaan yang disampaikannya pada pembukaan pertemuan, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi mengingatkan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Satker Pusat dan Daerah harus benar-benar memperhatikan skala prioritas dan berfokus pada pencapaian hasil untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat Katolik yang menjadi subyek dari pelayanan.

"Seluruh Pejabat harus merumuskan program kerja yang inovatif dan mempertimbangkan prinsip fleksibilitas dalam merespon kebutuhan umat Katolik yang berkembang secara dinamis. Masing-masing Pejabat Bimas Katolik tentunya harus memiliki perencanaan strategis dan basis data yang akurat di dalam merespon kebutuhan umat Katolik," ungkap Dirjen.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik telah mengusulkan anggaran Program Bimbingan Masyarakat Katolik Tahun 2018 dengan total nilai sebesar Rp1.525.631.190.000,- (satu triliun lima ratus dua puluh lima miliar enam ratus tiga puluh satu juta seratus sembilan puluh ribu Rupiah). Usulan Pagu Indikatif Tahun 2018 untuk Fungsi Agama adalah sebesar Rp511.731.510.000,- (lima ratus sebelas miliar tujuh ratus tiga puluh satu juta lima ratus sepuluh ribu Rupiah) dan untuk Fungsi Pendidikan adalah sebesar Rp1.013.899.680.000,- (satu triliun tiga belas miliar delapan ratus sembilan puluh sembilan juta enam ratus delapan puluh ribu Rupiah). Dan sesuai dengan Surat Bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor S-398/MK.02/2017 dan B.193/M.PPN/D.8/KU.01.01/05/2017 tanggal 9 Mei 2017 tentang Pagu Indikatif Belanja K/L dan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018, Pagu Indikatif Program Bimbingan Masyarakat Katolik Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp910.041.890.000,- (sembilan ratus sepuluh miliar empat puluh satu juta delapan ratus sembilan puluh ribu Rupiah) yaitu sebesar Rp189.736.919.000,- (seratus delapan puluh sembilan miliar tujuh ratus tiga puluh enam juta sembilan ratus sembilan belas ribu Rupiah) untuk Fungsi Agama (20,85%) dan Rp720.304.971.000,- (tujuh ratus dua puluh miliar tiga ratus empat juta sembilan ratus tujuh puluh satu ribu Rupiah) (79,15%) untuk Fungsi Pendidikan.

Pagu Indikatif Tahun 2018 tersebut turun sebesar Rp38.680.532.000,- (tiga puluh delapan miliar enam ratus delapan puluh juta lima ratus tiga puluh dua ribu Rupiah) atau sebesar 4,08% dari Alokasi Anggaran Tahun 2017 Program Bimbingan Masyarakat Katolik dengan anggaran Rp948.722.422.000,- (sembilan ratus empat puluh delapan miliar tujuh ratus dua puluh dua juta empat ratus dua puluh dua ribu Rupiah) dan hanya sebesar 59,65% dari Usulan Pagu Indikatif Tahun 2018.

Meskipun Pagu Anggaran turun, namun Dirjen berharap tidak mematahkan semangat untuk terus melayani masyarakat. "Keterbatasan anggaran Program Bimbingan Masyarakat Katolik saya harapkan tidak mengakibatkan Saudara-Saudari sekalian berkecil hati. Hal ini harus menjadi pemacu kita dalam menghadirkan program yang berkualitas dengan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien dan mendukung Instruksi Presiden Joko Widodo dalam mengedepankan pendekatan money follow program dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2018."

Dalam mendukung pencapaian sasaran strategis, masing-masing Pejabat Eselon III-IV baik Pusat maupun Daerah secara berjenjang harus melaporkan kepada Direktur Jenderal Bimas Katolik melalui masing-masing Penanggung Jawab Kegiatan dalam hal ini adalah Pejabat Eselon II Bimas Katolik. Laporan tersebut selain berupa laporan keuangan juga harus berupa laporan pelaksanaan program/kegiatan yang dibuat secara bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan. Hal ini diperlukan untuk menciptakan keselarasan pelaksanaan Program Bimbingan Masyarakat Katolik dari Pusat sampai Daerah.

Beberapa hal yang ditekankan Dirjen untuk menjadi perhatian bersama agar Pertemuan ini menghasilkan output yang baik, adalah 1) Rencana kerja dan anggaran harus disusun berdasar data yang valid, akuntabel, terpercaya dan fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat Katolik di seluruh Indonesia. Pendistribusian program pembinaan dan bantuan terhadap lembaga pendidikan keagamaan dan urusan agama Katolik memprioritaskan pemenuhan aspirasi daerah; 2) Rencana kerja dan anggaran yang disusun harus memiliki indikator sasaran kerja yang jelas dan terukur sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada segenap stakeholder/pemangku kepentingan; 3) RKA-K/L beserta data dukung RKA-K/L seperti Kerangka Acuan Kerja/Term of Reference (KAK/TOR), Rincian Anggaran Biaya (RAB) dan data dukung lain yang terkait harus dipersiapkan dengan baik sehingga kita memiliki dokumen perencanaan yang berkualitas dan siap direviu oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah Kementerian Negara/Lembaga (APIP K/L). Perhatikan batas waktu penyusunan RKA-K/L yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan RI.

*Joice

Berita Lainnya
Rabu, 3 Mei 2017, 11:17

Bimbingan Teknis Aplikasi SMART Tingkat Nasional

Rabu, 19 April 2017, 20:14

Dirjen: Jadikan Kebangkitan Paskah Dasar Teologi Pelaksanaan RB

Sabtu, 8 April 2017, 17:45

Pertemuan Konsultasi Ditutup

Selasa, 21 Maret 2017, 09:08

Pelaksanaan Anggaran Triwulan I Ditjen Bimas Katolik

Senin, 6 Maret 2017, 12:07

Ditjen Bimas Katolik Menyempurnakan Uraian Jabatan