Minggu, 6 Agustus 2017, 19:31

Acara Penutupan AYD ke-7 Tahun 2017: Aku Pancasila, Aku Indonesia, Aku Asia, Aku Bersaudara

Wapres Jusuf Kalla memukul Gong tanda berakhirnya kegiatan AYD 2017

Yogyakarta, DBKat--Kegiatan Asian Youth Day ke-7, telah mencapai puncaknya dan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Minggu (6/8) di Lapangan Dirgantara, Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.

Tampak hadir dalam perhelatan akbar tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua KWI Mgr. Ignatius Suharyo dan para Pejabat Gereja lainnya. Hadir pula Direktur Urusan Agama Katolik Sihar Petrus Simbolon, Kabag Umum Ditjen Bimas Katolik Rifai Andayani, para Kepala Bidang/Pembimbing Masyarakat Katolik dari berbagai Provinsi, serta staf Ditjen Bimas Katolik.

Dalam sambutannya, Mgr Ignatius Suharyo menyampaikan harapannya semoga rangkaian kegiatan AYD ke-7 ini mampu mendorong kaum muda, makin berusaha membatinkan kasih Tuhan yang akan membuahkan persaudaraan dan kegembiraan sejati. "Semoga dengan kehadiran delegasi dari 22 negara di Asia semakin tersebar luas berita-berita baik dari dan tentang Indonesia, ujarnya. Uskup Agung Jakarta ini pun berharap agar sikap kepahlawanan yang diteladankan Adi Sucipto, menjadi inspirasi kaum muda dalam memperjuangkan kebenaran dan penghargaan terhadap panggilan perutusannya. "Lewat pergaulan antarbangsa ini, Indonesia khususnya melalui orang-orang muda semakin aktif mengusahakan perdamian dunia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia," ucap Mgr. Haryo seraya mempertegas komitmen "Aku Pancasila, aku Indonesia, aku Asia, aku bersaudara."

Baca Juga: Misa Penutupan AYD 2017

Penegasan yang sama juga diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Menurutnya, kaum muda adalah muara pembelajaran penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusian. Nilai esensi inilah, yang bisa mengubah dunia menjadi lebih damai dan sejahtera, meskipun masyarakatnya berbeda latarbelakang budaya, ras, maupun agama. "Meski sesungguhnya situasi keberagaman itu, nampak jelas di Indonesia. Maka bila ingin belajar tentang keharmonisasian hidup, belajarlah di Indonesia," paparnya.

Di klimaks penutupan acara, Wapres Jusuf Kalla mengawali dengan memberikan apresiasi terhadap komitmen kaum muda untuk menjadi dunia lebih baik. "Saya bangga yang hadir di sini penuh dengan semangat, karena hanya generasi muda yang semangat dapat memajukan suatu negeri dan se-Asia ini," ujar Wapres.

Menurutnya, di berbagai tempat penuh kedamaian, tetapi di Asia Barat, Asia Timur, juga di Asia Selatan, penuh konflik dan kemungkinan adanya konflik. Itu merupakan tantangan generasi muda untuk menjagaperdamaian. Indonesia merupakan negara yang plural dan majemuk, lanjutnya, tetapi masyarakatnya saling menghormati. "Kita harus memperjuangkan kemajemukan, saling menghormati satu sama lain. Kita semua tahu, semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kekuatan kita adalah perbedaan-perbedaan kita, tandas Wapres.

Sebelumnya, perwakilan peserta membacakan Pernyataan Sikap Orang Muda Asia. Salah satu butir pernyataan tersebut menegaskan bahwa kaum muda dipanggil untuk pergi dan berjalan lebih jauh lagi seperti para martir Katolik. "Kami berkomitmen pada diri kami sendiri untuk mewartakan Yesus dan menyatakan iman kami kepada lebih banyak orang muda lainnya melalui media sosial dan melalui pewartaan langsung kepada orang per orang. Kami hendak menyebarkan pengalaman-pengalaman kami tentang AYD dan tentang akar iman kami kepada rekan-rekan kami sesama orang muda ketika kami kembali ke negara kami."

*Maria dan Joice

Berita Lainnya
Kamis, 3 Agustus 2017, 11:30

Menteri Agama Membuka Kegiatan AYD 2017 di Yogakarta: Perjumpaan untuk Membangun Komitmen Solidaritas dan Perdamaian dalam Kemajemukan Asia

Rabu, 2 Agustus 2017, 14:16

Persiapan Menjelang Acara Pembukaan AYD 2017

Selasa, 1 Agustus 2017, 21:00

Para Peserta AYD Telah Tiba di Indonesia

Selasa, 7 Februari 2017, 13:12

Mastuki: Pentingnya Pola Pelayanan Efektif dan Transparan

Selasa, 13 Desember 2016, 09:45

Peringatan HAKI 2016: Menumbuhkan Inisiatif Masyarakat Ikut Lawan Korupsi