Selasa, 26 September 2017, 10:32

Hadiri Tahbisan Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Dirjen: Negara hadir bersama Gereja dan Gereja hadir bersama Negara

Pangkalpinang, DBKat--Sabtu (23/9) mulai pukul 10.00 WIB, telah berlangsung upacara pentahbisan Uskup Keuskupan Pangkapinang Mgr Adrianus Sunarko OFM. Upacara Pentahbisan bertempat di Stadion Depati Amir Pangkalpinang.

Mgr. Adrianus Sunarko, OFM bertugas sebagai Uskup baru untuk Keuskupan Pangkalpinang yang meliputi wilayah Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Daerah Kepulauan ini menjadi fokus pelayanan Uskup baru. Sangatlah tepat dan relevan jika Uskup Sunarko memilih Motto Tahbisan-nyaLaetantur Insule Multae yang artinyaHendaklah Banyak Pulau Bersukacita (Mzm 97:1).

Upacara pentahbisan dihadiri kurang lebih 12.000 umat, 37 uskup, 8 uskup emeritus, 200 imam/pastor, 100 biarawati. Upacara pentahbisan berlangsung sangat meriah dengan Uskup Pentahbis Utama, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ didampingi Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM. Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi dan Direktur Urusan Agama Katolik Sihar Petrus Simbolon turut hadir dalam acara tahbisan tersebut.

Setelah upacara tahbisan, dilanjutkan acara ramah tamah yang dihadiri para tokoh agama Islam, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu serta tokoh adat Melayu. Romo Pramodo selaku Ketua Panitia dalam sambutannya menegaskan hadirnya para tokoh agama pada momen tahbisan ini adalah sebuah penegasan betapa rukunnya Gereja Katolik Keuskupan Pangkalpinang hidup bersama umat beragama lain.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Katolik menyampaikan kebahagiaannya. "Saya merasa bahagia menyaksikan peristiwa tahbisan hari ini yang dihadiri ribuan umat. Hal ini memberi pesan bahwa: Umat merindukan seorang figur pemimpin dan gembala umat yang handal dalam menggembalakan Gereja. Lebih jauh, umat secara aktif dan sadar ingin hidup bersama dan bersatu dalam semangat iman yang sama untuk membangun Gereja Katolik."

Dirjen juga menegaskan bahwa dalam kondisi bangsa saat ini, umat Katolik hendaknyaselalu hadir bersama negara melalui sikap:

Pertama, Setia dan taat pada NKRI karena warga Gereja adalah bagian dari warga masyarakat Indonesia. Kedua, 100% Katolik, 100% Pancasilais. Ketiga, Mengamalkan dan melaksanakan ajaran dan nilai-nilai agama. Keempat, Membangun relasi dengan semua komponen masyarakat termasuk yang tidak seiman, ini berarti: umat Katolik dituntut untuk menghargai kebhinnekaan seperti: agama, etnis, bahasa, tradisi dan lain-lain. Kelima, Semoga umat Katolik Keuskupan Pangkalpinang dibawa gembala Mgr. Adrianus Sunarko, OFMsemakin mantap dalam hidup sebagai umat Allah dan warga bangsa, sehingga orang lain bisa melihat cahaya Kristus yang hidup di tengah kita.

Lebih lanjut, Dirjen menegaskan bahwa Negara pun akan selalu hadir bersama Gereja, melalui:

Pertama, Pemerintah dalam hal ini Ditjen Bimas Katolik selalu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat/umat Katolik. Kedua, Ditjen Bimas Katolik selalu bergandengan tangan dengan gereja Katolik sebagai MITRA sehingga selalu tercipta kerjasama yang baik dan harmonis demi kesejahteraan umum (bonum commune) seperti yang selalu diperjuangkan oleh negara ini.

*Alfa/Dian

Berita Lainnya
Rabu, 6 September 2017, 13:21

Sekolah Menengah Agama Katolik Pertama Pulau Timor terlahir di Betun

Senin, 24 Juli 2017, 11:43

Umat Katolik Hendaknya Menjadi Agen Dialog Kerukunan di Tengah Masyarakat

Senin, 17 Juli 2017, 14:20

RDP Komisi VIII DPR RI dengan Dirjen Bimas Katolik

Sabtu, 15 Juli 2017, 09:59

Dirjen Hadiri Yubileum Emas Mgr. Angkur

Rabu, 14 Juni 2017, 13:23

Menyambut PESPARANI, DITJENBIMAS Katolik Selenggarakan Sosialisasi dan Pembentukan LP3KN