Rabu, 22 November 2017, 19:59

Pentingnya Sinergitas Pemerintah, Hierarki dan Umat Katolik dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik

Foto oleh Seven Smbolon

Jakarta, DBKat--Rabu, 22 November 2017, bertempat di kantor Kementerian Agama Jl. MH Thamrin No.6 Jakarta Pusat, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi didampingi oleh Direktur Pendidikan Katolik Fransiskus Endang dan Kasubdit Pendidikan Tinggi Aloma Sarumaha menerima audiensi Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Katolik (APTAK). Pengurus APTAK yang hadir terdiri dari Pastor Donatus Wea sebagai Ketua, Pastor Al. Rusmadji sebagai Sekretaris, Suster Antonela Battyol sebagai Bendahara, Pastor Bernard Renwarin dan Pastor Frederikus Dhedhu sebagai Anggota.

Dalam kesempatan ini Pengurus APTAK menyampaikan laporan hasil Rapat Umum Anggota APTAK ke-10 tahun 2017 yang diselenggarakan di Sorong, Papua Barat. Dirjen Bimas Katolik mengucapkan selamat untuk pengurus APTAK yang baru terpilih dan menyampaikan harapannya agar dalam 3 tahun periode kepengurusan ke depan APTAK terus membangun sinergitas dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik. Kemitraan antara pihak Pemerintah, Hierarki dan Umat Katolik sangat dibutuhkan dalam pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik.

Donatus Wea menyampaikan bahwa fokus satu tahun ke depan dari APTAK adalah untuk menyelesaikan status Badan Hukum APTAK yang mensyaratkan adanya Asosiasi Dosen-Dosen Program Studi. Selain itu APTAK akan membenahi jurnal sebagai sarana diseminasi karya ilmiah.

Aloma Sarumaha mengusulkan pentingnya APTAK berperan sebagai think tank (tangki pemikir), katalisator dalam pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik, sekaligus motivator PTAK untuk meningkatkan nilai akreditasi. APTAK perlu berperan sebagai pendorong Pendidikan Agama yang berkualitas melalui Guru-Guru Pendidikan Agama Katolik berkualitas yang dihasilkan, oleh sebab itu APTAK perlu memiliki program kerja yang jelas dan terjangkau. Dalam kaitannya dengan pembinaan mahasiswa di PTAK, penting untuk misalnya mengkaji kemungkinan pelaksanaan Simposium Nasional Pendidikan Kebangsaan, selaras dengan visi Ditjen Bimas Katolik: "Terwujudnya Masyarakat Katolik yang seratus persen Katolik dan seratus persen Pancasilais dalam Negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika".

(Sendy)

Berita Lainnya
Kamis, 22 Maret 2018, 08:08

Penilaian Angka Kredit dan Inpassing Dosen Perguruan Tinggi Agama Katolik

Rabu, 21 Februari 2018, 07:01

UASBN di SMAK St. Ignatius Timika Berjalan Lancar

Selasa, 6 Februari 2018, 13:14

Dirjen Bimas Katolik: Anggaran 20% APBN, Seperti Apa Kualitas SDM Kita?

Selasa, 5 Desember 2017, 15:37

Direktur Pendidikan Katolik Mengajak Pengawas PAK Berdialog Tentang Pancasila

Minggu, 3 Desember 2017, 07:43

Mgr. Ignatius Suharyo: Kita Harus Merawat Ingatan Bersama untuk Diwariskan Turun Termurun