Minggu, 3 Desember 2017, 07:43

Mgr. Ignatius Suharyo: Kita Harus Merawat Ingatan Bersama untuk Diwariskan Turun Termurun

Jakarta,DBKat--Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Rangka Pemahaman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila Tingkat Nasional yang diadakan oleh DITJENBIMAS Katolik pada tanggal 1 3 Desember 2017 di Jakarta.

Dalam paparannya, Mgr. Ignatius Suharyo menegaskan bahwa Pancasila merupakan sesuatu yang sungguh hakiki bagi bangsa Indonesia karena mempersatukan. Dalam kondisi Negara yang terancam perpecahan seperti sekarang ini, Mgr. Ignatius Suharyo mengajak kita untuk berbuat sesuatu bagi Negara kita, yaitu merawat ingatan bersama. "Kita melawan lupa dengan mengingat. Dalam sejarah umat manusia, ingatan bersama menjadi sangat penting. Oleh karena itu, kita harus merawat ingatan bersama untuk diwariskan turun temurun," ungkap Mgr. Suharyo.

"Merawat ingatan bisa juga dilakukan dengan lagu-lagu nasional. Di rapat-rapat dewan paroki di Jakarta sudah dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan membuat gerakan yang diharapkan adanya perubahan di masyarakat. Gerakan yang diulang akan menghasilkan transformasi yang memunculkan habitus baru bagi individu maupun masyarakat," lanjut Monsinyur.

Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2016 2020 mengajak umat Keuskupan Agung Jakarta untuk mengamalkan Pancasila yang dijadikan gerakan setiap tahunnya. Untuk mengawali gerakan lima tahun tersebut, dilakukan gerakan Rosario Merah Putih. Hal ini dilakukan agar pada saat berdoa tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Devosi tidak berpusat kepada diri sendiri tapi untuk sosial. Harapannya gerakan hidup di iman yang berdampak bagi kehidupan masyarakat.

Selain Rosario Merah Putih, sebagai perwujudan sila ketiga Pancasila yaitu persatuan Indonesia, Keuskupan Agung Jakarta memunculkan gambar Maria Bunda Segala Suku. Hal ini dikarenakan bangsa kita saat ini sedang dipecah belah oleh isu SARA. "Gagasannya adalah persatuan Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan, selain merupakan perjuangan dari para pahlawan. Maka gerakannya adalah devosi kepada Maria Bunda Pemersatu," jelas Mgr. Suharyo.

Di akhir sesi, Mgr. Ignatius Suharyo berkenan membagikan Rosario Merah Putih yang sudah diberkati kepada seluruh peserta dan panitia. Terima kasih, Monsinyur! (Sakeng)

Berita Lainnya
Minggu, 3 Desember 2017, 07:35

Dirjen: Dibutuhkan Komitmen Bersama untuk Merangkul Kebersamaan dalam Keberagaman

Rabu, 22 November 2017, 19:59

Pentingnya Sinergitas Pemerintah, Hierarki dan Umat Katolik dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik

Rabu, 8 November 2017, 08:18

Pagelaran Selesai, STKPK Bina Insan Samarinda Meraih Champion

Senin, 6 November 2017, 12:36

Uskup Agung Jakarta: Lewat Keindahan yang Kita Lihat dan Kita Dengarkan, Kita Dibantu Untuk Sampai Kepada Tuhan, Sang Pencipta Keindahan

Senin, 6 November 2017, 11:45

Pagelaran Paduan Suara PTAK Berlangsung Meriah