Selasa, 5 Desember 2017, 15:37

Direktur Pendidikan Katolik Mengajak Pengawas PAK Berdialog Tentang Pancasila

Jakarta, DBKat--Hal menarik terjadi pada pertemuan Pembinaan Pengawas Pendidikan Agama Katolik (PAK) di Jakarta, 4 Desember 2017. Tampak Direktur Pendidikan Katolik Fransiskus Endang mengajak lebih dari seratus peserta yang terdiri dari Pengawas PAK se-Indonesia untuk berdialog tentang relevansi nilai-nilai Pancasila dalam tugas pelayanan mereka sehari-hari.

"Akhir-akhir ini ada guncangan, ketidakpuasan dari beberapa kelompok masyarakat. Agama ditunggangi, dijadikan kambing hitam. Yang seharusnya kita sudah aman tetapi kemudian ada yang berusaha untuk meruntuhkan eksistensi Pancasila," ungkap Direktur. Karena itu, lanjutnya, "Saya mengajak peserta untuk berdialog sejauhmana peran Pengawas PAK menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam karya pelayanan sehari-hari." Tujuan dialog ini, adalah mencari hal yang dianggap penting untuk jadi dasar membangun komitmen bersama.

Direktur mendahului dialog dengan menanyakan bunyi rumusan Pancasila mulai dari rumusan awal hingga akhir, dilanjutkan dengan meminta tanggapan peserta terhadap bunyi rumusan tersebut. Tampak peserta antusias menjawab pertanyaan Direktur serta memberikan tanggapan yang beragam.

Hal-hal yang menjadi perhatian peserta lebih pada masalah keadilan sosial, diskriminasi, dan perilaku intoleransi. Kondisi yang terjadi di lapangan, pada dasarnya sama. Mereka prihatin karena nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya dijalankan. Ketimpangan masih terjadi. Contoh kecil saja, masih ada siswa yang belum menerima pelajaran agama sesuai dengan agama yang dianutnya. Selain itu tidak adanya ruang belajar pendidikan agama bagi siswa.

"Karena tidak ada ruangan, mereka numpang di ruang guru," ungkap Bapak Laurensius, Pengawas PAK dari Sumba. Selain tanggapan yang bersifat keprihatinan, Bapak Anton, Pengawas PAK dari Kefamenanu menyampaikan harapannya agar Pengawas PAK se-Indonesia hendaknya menjadi duta yang membebaskan perilaku mayoritas-minoritas di tempat tugas masing-masing serta mau mengimplementasikan Salam Pancasila di hati dan tempat tugas masing-masing.

Para Pengawas PAK mengapresiasi Ditjen Bimas Katolik yang mengadakan pertemuan penguatan nilai-nilai Pancasila seperti ini. Mereka berkomitmen untuk teguh mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Ditjen Bimas Katolik memang bertekad untuk terus berkontribusi merawat nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Beberapa waktu lalu, dalam pertemuan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Direktur juga menyampaikan bahwa pendidikan agama harus mampu menjawab situasi kemasyarakatan yang ada dan mampu menjawab kebutuhan pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Bahkan wawasan kebangsaan akan masuk menjadi materi dalam Kurikulum Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi.

(joice)

Berita Lainnya
Minggu, 3 Desember 2017, 07:35

Dirjen: Dibutuhkan Komitmen Bersama untuk Merangkul Kebersamaan dalam Keberagaman

Rabu, 22 November 2017, 19:59

Pentingnya Sinergitas Pemerintah, Hierarki dan Umat Katolik dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik

Rabu, 8 November 2017, 08:18

Pagelaran Selesai, STKPK Bina Insan Samarinda Meraih Champion

Senin, 6 November 2017, 12:36

Uskup Agung Jakarta: Lewat Keindahan yang Kita Lihat dan Kita Dengarkan, Kita Dibantu Untuk Sampai Kepada Tuhan, Sang Pencipta Keindahan

Senin, 6 November 2017, 11:45

Pagelaran Paduan Suara PTAK Berlangsung Meriah