Jumat, 8 Desember 2017, 14:58

Audiensi Panitia Kongres Orang Muda Lintas Agama Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang dengan Dirjen Bimas Katolik

Jakarta,DBKat--Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Eusabius Binsasi, menerima audiensi Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang dan tim HAK KAS, Rabu (7/12) di ruang rapat Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama Jakarta. Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi HAK Rm. Aloysius Budi Purnomo Pr, Kasubdit Pemberdayaan Umat, Benediktus Haro, Lena Sindajanty, Lukas Awi Tristanti, dan Agung Setiawan.

Kepada Dirjen, disampaikan bahwa Keuskupan Agung Semarang tengah mempersiapkan kegiatan Kongres Orang Muda Lintas Agama, yang rencananya akan dilaksanakan bulan Oktober 2018 mendatang. "Sesuai dengan amanat Bapa Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, bahwa kongres ini wadah pembinaan orang-orang muda, yang diharapkan ke depannya muncul kader-kader Katolik yang militan," ungkap Ketua Komisi HAK KAS yang biasa disapa dengan Rm. Budi.

Sebelumnya, atas prakarsa (Alm) Mgr. Pujasumarta, Keuskupan Agung Semarang pernah menggelar kongres serupa yang dihadari para tokoh agama dan tokoh nasional. Kali ini pun, kami juga mengundang tokoh bangsa, misalnya Buya Syafei Maarif, Alysa Wahid, dan Yudi Latief, papar Rm. Budi, yang dikenal pula sebagai kolomnis dan pengamat di berbagai media massa nasional. Belakangan Rm. Budi juga aktif mengeluarkan album rohani yang sempat diberikan pula kepada Dirjen Bimas Katolik.

Menurut Lenasalah satu Panitia Pelaksana, kongres yang bertajuk "Srawung Persaudaraan Sejati Lintas Agama"ini, akan diikuti oleh 1.300 orang muda di berbagai Keuskupan di Indonesia. "Kami juga mengundang para peserta Asian Youth Day (IYD) 2017, selain Ormas Katolik dan utusan komunitas lintas agama," ungkap Lena Sindajanty.

Dalam rangka persiapan kegiatan akbar ini, Panitia berharap dapat bersinergi dengan Ditjen Bimas Katolik, lewat kegiatan-kegiatan keagamaan orang muda yang menjadi sasaran pelayanan. Kami juga berharap Bapak Dirjen hadir sebagai keynote speaker dalam pembukaan kegiatan tersebut nanti, ungkap Lena.

Menanggapi hal ini, Dirjen menyatakan kesediaannya untuk mendukung berlangsungnya kongres nasional tersebut. "Pelayanan kami di tengah-tengah umat Katolik adalah simbol kehadiran Pemerintah ditengah masyarakat. Ini juga merupakan jalinan kemitraan bahwa Gereja dan Pemerintah bekerja sama menata kehidupan berbangsa dan bernegara," papar Dirjen.

Menurut Dirjen, ditengah situasi sosial menjelang tahun politik mendatang, umat Katolik harus terus membangun kerjasama dengan umat beragama lain. "Orang muda kita, memang harus terus dibina sehingga menjadi pribadi yang tangguh dan militan baik dalam kehidupan sosial-politik maupun kerohaniannya. Karena tuntutan sekarang, Gereja sangat membutuhkan kehadiran generasi muda," kata Dirjen.

Adapun mengenai tema kebangsaan dan pluralisme yang diusung Panitia, diungkap Dirjen, sebagai langkah yang tepat dalam menjawab kondisi bangsa saat ini. Dirjen bahkan mengusulkan mengangkat pula tema ini di ranah perekonomian. "Contohnya, keberadaan Credit Union (CU), yang tidak hanya membawa dampak yang positif bagi kesejahteraan umat, namun kita pun bekerja sama dengan umat beragama lain. Ini juga suatu dialog kehidupan yang sangat nyata dan perlu dikembangkan," tandas Dirjen. (Maria Masang)

Berita Lainnya
Minggu, 10 Juni 2018, 08:57

Launching Pesparani Katolik Nasional I: Dari Maluku untuk Indonesia

Rabu, 16 Mei 2018, 08:14

Dirjen: Singkirkan Hoax!

Selasa, 3 April 2018, 14:59

Penyusunan SOP Ditjen Bimas Masyarakat Katolik Tahun 2018

Rabu, 28 Februari 2018, 07:52

Dirjen: Menjadi Pembawa Kedamaian melalui Kegiatan-kegiatan Ditjen Bimas Katolik

Jumat, 5 Januari 2018, 14:55

Audiensi Perwakilan Dekenat Utara Keuskupan Bogor dengan Dirjen Bimas Katolik