Kamis, 14 Desember 2017, 06:06

Pengurus Lembaga PESPARANI Katolik Nasional Disusun

Jakarta,DBKat--Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Nasional (LP3KN) disusun melalui rapat bersama antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI bersama dengan Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) dan Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) serta bersama dengan sejumlah Tokoh Awam Katolik. Disepakati sebagai Ketua umum lembaga PESPARANI Tingkat Nasional adalah Prof. Dr. Adrianus Meliala, yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi Kerawam KWI. Acara penyusunan pengurus tersebut berlangsung pada Selasa-Rabu, 12-13 Desember 2017 di Jakarta.

Penyusunan Pengurus LP3KN tersebut disusun berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 35 Tahun 2016 tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik. Menurut laporan panitia, pembentukan pengurus Lembaga PESPARANI Tingkat Daerah sudah tersusun hampir di semua Provinsi.

Direktur Jenderal Bimas Katolik, Eusabius Binsasi mengatakan dalam sambutannya bahwa lembaga PESPARANI ini merupakan tanda kehadiran Pemerintah di tengah masyarakat Katolik dan sebagai wadah kerjasama membangun bangsa dan Gereja Katolik Indonesia.

"Selama ini umat Katolik Indonesia berjalan bersama Pemerintah dan Pemerintah berada di tengah-tengah umat Katolik. Lembaga yang baru dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Agama ini merupakan wadah yang menunjukkan eksistensi umat Katolik yang ikut berjuang di negeri ini," tegas Eusabius.

Esusabius Binsasi berharap, setelah terbentuk pengurus tingkat nasional ini, pengurus harus bekerja keras menyiapkan hal-hal yang diperlukan sebagai lembaga seperti: logo, lagu hymne, stempel, dan lain sebagainya. Awal tahun tahun 2018, Pengurus Pesparani Nasional sudah harus mulai rapat kerja bersama Pengurus Pesparani Daerah dalam rangka mempersiapkan PESPARANI Tingkat Nasional yang direncanakan dilaksanakan di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Gerakan Kerjasama

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon juga menyampaikan bahwa lembaga Pesparani ini merupakan kerinduan sebagian umat awam Katolik di berbadai daerah, terutama dari daerah Ambon.

"Pembentukan lembaga Pesparani Tingkat Nasional merupakan kerinduan sebagian umat Katolik Indonesia. Atas usulan tersebut, Ditjen Bimas Katolik berupaya mewujudkan kerinduan umat ini dengan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Konferensi Waligereja Indonesia. Ini perjuangan berat dan mengalami dinamika yang membutuhkan kerja keras. Akhirnya, setelah 72 tahun Indonesia merdeka, umat Katolik Indonesia memiliki lembaga Pesparani Tingkat Nasional, jelas Sihar Petrus Simbolon.

Hal senada juga disampaikan Romo Guido Suprapto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI. Ia menyampaikan bahwa Lembaga Pesparani berawal dari gerakan awam Katolik di Ambon, Maluku, kemudian diusulkan menjadi kegiatan Pesparani Tingkat Nasional.

"Saya senang, ini gerakan awam Katolik, bibitnya berawal dari Ambon. Ini gerakan dari arus bawah. Inilah yang memberi nilai lebih bagi kita. Menyaksikan Pesparani di Ambon: Pesparani tidak hanya menampilkan lomba paduan suara atau kegiatan liturgis, tapi juga pemberdayaan spiritualitas awam yang bekerjasama dengan umat beragama lain," ungkap Romo Suprapto.

Lebih tegas lagi Romo Agus Ulahayanan, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan dari KWI menggarisbawahi bahwa Lembaga Pesparani merupakan wadah yang berasal dari umat (Gereja), difasilitasi Pemerintah dan dimediasi oleh Ditjen Bimas Katolik.

"Lembaga ini merupakan wadah yang dibuat Gereja, disahkan dan difasilitasi Pemerintah, dan dimediasi Ditjen BImas Katolik Kementerian Agama RI. Perlu diingat bahwa lembaga ini merupakan ruang kerjasama antara awam dengan hierarki, juga kerjasama antara Gereja dengan Negara/Pemerintah. Sasaran utamanya adalah peningkatan iman Katolik," kata Romo Agus Ulahayanan.

Sebagai informasi, kegiatan Pesparani tingkat Nasional akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2018. Pemda Provinsi Ambon mengatakan siap menjadi tempat PESPARANI Tingkat Nasional 2018.

(Pormadi)

Berita Lainnya
Jumat, 14 September 2018, 11:00

Membuka Pertemuan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Katolik, Menag Tekankan Sisi Esoteris Agama

Kamis, 23 Agustus 2018, 09:37

Direktorat Urusan Agama Katolik Siap Bekerja High Speed

Senin, 30 Juli 2018, 08:36

Dilantik Menteri Agama RI, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si Resmi Menjabat Direktur Urusan Agama Katolik

Rabu, 25 Juli 2018, 12:17

Umat Katolik Berbicara Soal Kerukunan, Kedamaian dan Tahun Politik

Minggu, 11 Maret 2018, 09:36

Sihar Petrus Simbolon: Rakornas Ini Bersejarah dan Monumental