Senin, 12 Februari 2018, 10:28

Adrianus Meliala: Mari Wujudkan Wajah Gereja yang Berbelaskasih melalui LP3KN

Jakarta, DBKat--Sabtu, 10 Februari 2018 menjadi hari bersejarah bagi umat dan Gereja Katolik Indonesia. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN) dikukuhkan dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

LP3K adalah suatu lembaga yang dibentuk berdasarkan prakarsa masyarakat Katolik untuk menggali dan mengembangkan seni budaya gerejani. LP3KN dibentuk pada tingkat Nasional dan berkedudukan di ibu kota negara. Selain pada tingkat nasional, LP3K dapat dibentuk di daerah yang berkedudukan di daerah provinsi, daerah kabupaten/kota dan kecamatan (LP3KD). LP3K Nasional mempunyai tugas menyelenggarakan PESPARANI Nasional dan membina LP3K Daerah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Eksekutif KWI Romo Sipri Hormat menyampaikan bahwa LP3KN adalah terobosan baru bagi Gereja Indonesia, bisa dimaknai sebagai bentuk evangelisasi baru dan inovasi pewartaan di dunia yang dinamis. "Semoga wajah gereja semakin tampak sehingga lembaga gerejani dilihat dan dimaknai sebagai sarana untuk memperlihatkan wajah gereja Indonesia. Semoga lembaga ini dirancang dengan matang, didesain dengan mimpi sehingga mimpi gereja Indonsesia yaitu Gereja yang berbelaskasih dapat terwujud," ungkapnya. "Dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara ramai dengan isu yang menyinggung persatuan, wajah gereja bisa tampil dengan wajah yang ramah. Jangan sampai event seperti ini membuat gereja terpecah karena ego sektoral," lanjutnya. Romo Sipri juga menyatakan bahwa KWI akan mendukung penuh setiap upaya menampilkan wajah Gereja yang ramah dan berbelaskasih. "KWI akan selalu siap untuk bersinergi, sehingga kerja yang dibangun Ditjen Bimas Katolik melalui kerjasama dengan gereja dapat berjalan dengan baik."

Sementara itu, ketua LP3KN periode 2017-2022 Adrianus Meliala mengungkapkan kesediaannya memimpin lembaga ini, asalkan didukung penuh oleh Pengurus, karena menurutnya baru kali ini Ia ditunjuk memimpin sebuah lembaga yang menurutnya bukan bidangnya. Tetapi karena diberi tanggung jawab, maka ia akan siap. "Selama ini saya sebagai kriminolog hanya mengurusi yang jahat-jahat saja, tetapi sekarang disuruh mengurusi Paduan Suara," ungkapnya disambut tepuk tangan para Pengurus. Adrianus meminta Pengurus untuk bekerja maksimal, dimulai dengan perkenalan dan membangun rencana kerja. "Setelah ini kita akan membicarakan target, timeline, indikator kinerja. Dimulai dengan saling mengenal, supaya mudah berkoordinasi. Jangan hangat di depan tetapi lemah di belakang. Mari wujudkan wajah gereja yang berbelaskasih melalui lembaga ini," tutupnya.

Hadir pada kesempatan istimewa ini, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi. Dalam sambutannya, Dirjen mengajak semua Pengurus untuk menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pengukuhan pengurus LP3KN untuk melaksanakan tugas dan karya bagi gereja dan bangsa. Sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, umat Katolik diharapkan menjadi garam dan terang (GARANG). "Umat Katolik di Indonesia lebih kurang sepuluh juta orang. Sepuluh juta di antara 270 juta penduduk Indonesia, umat Katolik seperti setitik air dalam timba, tetapi dalam kehidupan bangsa dan negara peran dan perjuangan umat Katolik sangat besar."

"Setitik air dalam timba, jika tidak muncul dan tampil, maka tidak akan dikenal. Gejala ini sudah muncul dengan adanya gerakan saling menyingkarkan dari beberapa kelompok. Jika didiamkan saja, maka eksistensi Gereja Katolik akan hilang."

Senada dengan Romo Sipri, Adrianus dan Dirjen, Direktur Urusan Agama Katolik Sihar Petrus Simbolon, menyampaikan bahwa LP3KN hendaknya menjalankan tugas pewartaan di Negara RI. "Ditjen Bimas Katolik sudah mengupayakan payung hukum untuk LP3KN dan LP3KD. Lembaga ini adalah lembaga mandiri yang direstui oleh pemerintah dan gereja. Ini merupakan tugas pewartaan di Negara RI."

Setelah dikukuhkan, pengurus LP3KN menggelar Rapat Perdana. Susunan Kepengurusan dibagi dalam 7 kelompok/bidang, yakni Bidang Penyelenggara, Bidang Lomba Cipta Lagu-Lagu Gerejani, Bidang Pendidikan/Kursus/Pelatihan Musik dan Lagu Gerejani, Bidang Pendanaan, Bidang Verivikasi dan Pengawasan, Bidang Penelitian dan Pengembangan, dan Bidang Hubungan Masyarakat.

Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Nasional perdana akan diselenggarakan di Kota Ambon, Maluku Bulan Oktober 2018. Beberapa daerah telah melakukan audisi untuk menetapkan peserta yang ikut sebagai utusan masing-masing Provinsi.

Beberapa dokumen Foto Pengukuhan LP3KN:


Sukses!

(Bhetha, Joice, Ika)

Berita Lainnya
Jumat, 14 September 2018, 11:00

Membuka Pertemuan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Katolik, Menag Tekankan Sisi Esoteris Agama

Kamis, 23 Agustus 2018, 09:37

Direktorat Urusan Agama Katolik Siap Bekerja High Speed

Senin, 30 Juli 2018, 08:36

Dilantik Menteri Agama RI, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si Resmi Menjabat Direktur Urusan Agama Katolik

Rabu, 25 Juli 2018, 12:17

Umat Katolik Berbicara Soal Kerukunan, Kedamaian dan Tahun Politik

Minggu, 11 Maret 2018, 09:36

Sihar Petrus Simbolon: Rakornas Ini Bersejarah dan Monumental