Selasa, 13 Februari 2018, 19:47

Perlu Kajian Kegiatan yang Efektif, Efisien dan Akuntabel dalam Penyusunan Pagu

Jakarta, DBKat--Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Agustinus Tungga Gempa, membuka secara resmi kegiatan Penyusunan Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2019 DITJENBIMAS Katolik, Selasa (13/2). Dalam arahan pembukanya, Sekretaris menyampaikan bahwa kegiatan Penyusunan Pagu Indikatif dilaksanakan rutin setiap tahun yang hasilnya akan diteruskan ke Biro Perencanaan, kemudian ke Kementerian Keuangan (DJA) lalu ditetapkan sebagai Pagu Indikatif, Pagu Sementara, dan pada akhirnya Pagu Definitif.

"Setiap tahun, saat penyusunan Pagu Indikatif, usulan anggaran yang kita sampaikan besar. Tahun Anggaran 2017, kita mengusulkan 1,5 Triliun berdasarkan RENSTRA yang sudah disusun. Tetapi yang turun sekitar 900 Milyar-an," ungkap Sekretaris. Tetapi, lanjutnya, "kita tetap bersyukur diberi anggaran demi tercapainya visi misi kita, untuk memberikan pelayanan yang baik kepada umat Katolik."

Kepada peserta Penyusunan Pagu, Sekretaris mengingatkan komitmen Pemerintah yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 di Istana Negara, Selasa 20 September 2016 untuk mengelola keuangan negara secara efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Bukan berorientasi pada prosedur. "Anggaran Negara harus berorientasi untuk rakyat dan pembangunan nasional, kebijakan anggaran tidak berdasarkan pada money follow function tetapi pada money follow program-prioritas. Dan untuk nomenklatur kegiatan hendaknya memangkas program yang nomenklaturnya tidak jelas dan tidak untuk kepentingan masyarakat."

Program yang dilaksanakan, menurut Sekretaris, harus ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. "Perlu kajian kegiatan yang betul-betul efektif, efisien dan akuntabel. Jangan hanya kegiatan yang itu-itu saja."

Di akhir sambutannya, Sekretaris menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus dalam penyusunan Pagu Indikatif, yakni 1) perhatikan proporsional anggaran Pusat dan Daerah, 2) perhatikan hasil RENSTRA yang sudah disusun sehingga semua terakomodir sesuai usulan, dan 3) khusus di Sekretariat, dokumen perencanaan, keuangan, kepegawaian dan umum difokuskan pada pelayanan yang berkualitas.

Setelah arahan pembuka Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, dilanjutkan pemaparan materi oleh Direktur Urusan Agama Katolik Sihar Petrus Simbolon, Kasubdit Pendidikan Tinggi Aloma Sarumaha, dan Kabiro Perencanaan Setjen Kementerian Agama yang diwakili oleh Kabag Perencanaan dan Anggaran I Muhammad Iqbal. Presentasi Narasumber dimoderatori Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Yohanes Dwimbo Kamil.

(Subbag Sisfo)

Berita Lainnya
Minggu, 8 Juli 2018, 17:22

Dirjen: Rencana Kerja dan Anggaran Harus Fokus Pada Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat Katolik

Kamis, 29 Maret 2018, 10:17

Memasuki Masa Pensiun, Pegawai Harus Siap dan Tetap Produktif dengan Sukacita

Selasa, 12 Desember 2017, 13:26

Mewujudkan Reformasi di Bidang Hukum

Jumat, 17 November 2017, 12:04

Menuju Pertanggungjawaban Keuangan yang Transparan dan Akuntabel

Minggu, 23 Juli 2017, 13:52

Penyusunan Program Perlu Skala Prioritas dan Fokus Pada Kebutuhan Masyarakat