Rabu, 21 Februari 2018, 07:01

UASBN di SMAK St. Ignatius Timika Berjalan Lancar

Timika, DBKat--Peningkatan kualitas pendidikan keagamaan menjadi salah satu fokus perhatian Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik sebagai wujud pelaksanaan cita-cita negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses melahirkan output-output yang memahami betul bilai-nilai keutamaan, memahami betul nilai-nilai agama yang menjadi landasan dalam bersikap dan bertutur kata.

Kehadiran Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) di Indonesia kiranya membantu terlahirnya generasi muda Indonesia yang berakhlak baik. Berbekal ilmu agama yang cukup, generasi muda lulusan SMAK diharapkan bisa menjadi garam dan terang di tengah masyarakat. Lulusan SMAK diharapkan bisa menjadi garda terdepan pemberantasan radikalisme dan narkoba yang menjadi kesulitan negara saat ini.

Meskipun jumlahnya masih sedikit, tetapi SMAK diharapkan bisa gagah berdiri di antara begitu banyak satuan pendidikan di Indonesia. SMAK harus bisa menjadi cahaya ke luar. Kualitas SMAK harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak segan untuk menitipkan anak-anaknya belajar dan dididik dengan baik di SMAK.

Sampai awal tahun ini, lebih dari dua puluh SMAK di bawah binaan Ditjen Bimas Katolik telah mendapat legitimasi berupa Izin Operasional Dirjen Bimas Katolik. Implikasinya, sekolah-sekolah tersebut berhak mengikuti seluruh proses pendidikan di negeri ini termasuk salah satunya pelaksanaan ujian akhir bagi kelas XII.

Tahun ini, sebanyak 22 SMAK mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk mata pelajaran Kitab Suci, Liturgi dan Doktrin Gereja Katolik dan Moral Kristiani. Salah satu dari 22 SMAK tersebut adalah SMAK St. Ignatius Timika Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Sekolah yang mendapat SK Izin Operasional Dirjen Bimas Katolik tahun 2014 ini melaksanakan UASBN yang ke-dua tahun ini.

Kepala Sekolah SMAK St. Ignatius Timika, Yohanes Babtis Karubun di sela-sela pelaksanaan UASBN bercerita tentang perjuangan membangun sekolah ini. Banyak tantangan yang dihadapi, tetapi sinergi yang dibangun dengan berbagai pihak membuat sekolah ini masih berdiri sampai saat ini dan terus berupaya meningkatkan kualitasnya. "Pendidikan keagamaan di tengah era globalisasi dewasa ini menjadi tuntutan penting. Bagaimana anak-anak bisa hidup dan mengalami perkembangan zaman dan tingginya pemanfaatan teknologi. Pendidikan keagamaan menjadi landasan agar generasi muda tidak diperbudak oleh kemajuan zaman yang mengikis nilai-nilai moral," ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa murid-muridnya sebisa mungkin menggunakan waktu dengan baik, khususnya selama berada di sekolah. "Jika ada kekosongan waktu, anak-anak tidak kami biarkan bermain, kami memanfaatkan waktu dengan berlatih koor."

"Setiap pagi anak-anak juga selalu mengikuti Segar Pagi, salah satu kegiatan rutin harian sebelum memulai kegiatan belajar," ungkap Kepala Sekolah 47 tahun ini. Siswa SMAK aktif juga di luar sekolah dengan mengikuti berbagai kegiatan rohani seperti menjadi Lektor dan Pemazmur di Gereja. "Mereka juga saya arahkan untuk melakukan praktik mengajar anak-anak Sekolah Minggu."

Mengusung visi terwujudnya generasi muda yang berkualitas, beriman, agamawan Katolik serta Pancasilais dan berbudaya, SMAK St. Ignatius Timika terus berupaya melakukan sosialisasi ke paroki-paroki. Mereka juga membagikan leaflet pengenalan program sekolah ke masyarakat.

Pelaksanaan UASBN selama dua hari di SMAK St. Ignatius Timika berjalan lancar. Semua siswa dalam keadaan sehat dan bersemangat mengikuti Ujian.

Sukses selalu SMAK St. Ignatius Timika.

(Joice/Patricia)

Berita Lainnya
Selasa, 6 Februari 2018, 13:14

Dirjen Bimas Katolik: Anggaran 20% APBN, Seperti Apa Kualitas SDM Kita?

Selasa, 5 Desember 2017, 15:37

Direktur Pendidikan Katolik Mengajak Pengawas PAK Berdialog Tentang Pancasila

Minggu, 3 Desember 2017, 07:43

Mgr. Ignatius Suharyo: Kita Harus Merawat Ingatan Bersama untuk Diwariskan Turun Termurun

Minggu, 3 Desember 2017, 07:35

Dirjen: Dibutuhkan Komitmen Bersama untuk Merangkul Kebersamaan dalam Keberagaman

Rabu, 22 November 2017, 19:59

Pentingnya Sinergitas Pemerintah, Hierarki dan Umat Katolik dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan Katolik