Rabu, 28 Februari 2018, 07:52

Dirjen: Menjadi Pembawa Kedamaian melalui Kegiatan-kegiatan Ditjen Bimas Katolik

Jogja,DBKat--"Kita perlu hadir dengan berbagai cara, terutama melalui kegiatan-kegiatan yang bisa membuat orang merasa tenang dan damai melalui pelayanan prima. Pembawa kedamaian melalui kegiatan yang dilaksanakan." Demikian disampaikan Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, pada acara Pembukaan Konsutasi Pejabat Pusat dan Daerah di Yogyakarta, Senin (26/2).

Apa yang disampaikan Dirjen Bimas Katolik, selaras dengan tema kegiatan ini, yakni Tebarkan Kedamaian dan Subtema: Kita Tingkatkan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat Katolik.

Kegiatan yang menjadi rutinitas tahunan ini, kali ini diikuti oleh 80 pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah dan berlangsung selama lima hari. Walaupun rutin dilaksanakan namun Dirjen berharap agar kegiatan ini dimaknai sebagai ajang pertemuan antara Pejabat Pusat dan Daerah untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait berbagai persoalan di lapangan yang perlu didalami sungguh-sungguh sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

"Apa yang kita konsultasikan? Apa yang kita bahas? Tentunya pekerjaan kita. Kita ini semua pejabat, tetapi ada yang di pusat dan ada yang di daerah. Kita semua mengerjakan pekerjaan yang sama," ungkap Dirjen.

"Ketika mengerjakan pekerjaan yang sama ini, perlu adanya sinergi terkait banyak hal supaya kemudian dapat dijabarkan secara tepat. Pasti banyak persoalan dan masalah untuk didiskusikan. Apakah itu terkait mekanisme, atau terkait dengan anggaran. Juga apakah ada masalah terkait koordinasi dan kerjasama, baik internal atau dengan gereja dan Pemerintah Daerah. Semua itu perlu diambil solusi untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik," tambah Dirjen.

Konsultasi tahun ini memberikan kesempatan seluas-luasnya dan menggali aspirasi sebanyak-banyaknya dari daerah untuk kemudian diterjemahkan dalam kegiatan 2018. Daerah diberi ruang untuk berdiskusi tentang berbagai kesulitan atau masalah yang dihadapi, juga faktor pendukung. Selain itu kegiatan ini juga mengevaluasi hasil Konsultasi 2017 dan follow up pemantapan program 2018.

Dirjen menegaskan beberapa hal yang perlu direfleksikan dalam tahun 2018:

  • Kerjasama dalam upaya peningkatan kualitas masyarakat Katolik, dengan berupaya mengkristalkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Program yang dijalankan harus dipikirkan untuk menuju hal ini, antara lain: pembinaan terhadap pendamping keluarga; pembinaan terhadap organisasi keagamaan (ormas ataupun kategorial) dan lembaga keagamaan; dan peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan.
  • Meningkatkan kerukunan umat beragama, baik internal maupun eksternal.
  • Meningkatkan rasa damai dan ketenteraman umat Katolik, melalui pelayanan 'kehadiran'.
  • Memperluas kegiatan/akses-akses kegiatan Bimas Katolik.
  • Mengorganisir penyuluh dan Guru Pendidikan Agama Katolik.
  • Perlunya upaya pengembangan struktur Bimas Katolik.
  • Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
  • Peningkatan kualitas anggaran dengan realisasi tinggi tetapi harus taat regulasi, efektif dan efisien. Jangan membuat kebijakan yang di luar aturan.

Pembukaan kegiatan Konsultasi Pejabat Pusat dan Daerah ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Muhammad Lutfi Hamid dan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta yang sekaligus Plt. Pembimas Katolik Kanwil Kemenag DIY, H. Edhi Gunawan.

(Bheta & Sakeng)

Berita Lainnya
Jumat, 21 September 2018, 19:21

Dirjen Apresiasi Workshop Kehumasan

Jumat, 22 Juni 2018, 10:18

Dirjen Bimas Katolik Hadiri Jambore Remaja Misioner Keuskupan Agung Jakarta

Minggu, 10 Juni 2018, 08:57

Launching Pesparani Katolik Nasional I: Dari Maluku untuk Indonesia

Rabu, 16 Mei 2018, 08:14

Dirjen: Singkirkan Hoax!

Selasa, 3 April 2018, 14:59

Penyusunan SOP Ditjen Bimas Masyarakat Katolik Tahun 2018