Minggu, 11 Maret 2018, 09:13

Menyambut PESPARANI Katolik 2018, Meliala Ingatkan Hati-Hati Menggunakan APBN

Ketua Umum LP3KN, Adrianus Meliala

Bali, DBKat--Pada akhir tahun 2016, Menteri Agama telah mengeluarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 35 Tahun 2016 tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik (LP3KN). PMA ini lahir dari dorongan kebutuhan masyarakat Katolik akan adanya satu wadah untuk perkembangan pendidikan dan iman umat Katolik khususnya dalam bidang liturgi.

Setelah lahirnya PMA ini, Ditjen Bimas Katolik segera memfasilitasi sosialisasi dan pembentukan LP3KN yang dilaksanakan pada pertengahan Juni 2017 yang lalu. DITJENBIMAS Katolik, sebagai instansi Pemerintah perlu ambil bagian untuk mendukung pengembangan tata ibadat/liturgi untuk pembinaan dan peningkatan iman umat. Pertemuan saat itu dihadiri oleh unsur Pemerintah dan Gereja Katolik seluruh Indonesia.

Pembentukan Pengurus LP3KN kemudian terbentuk dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 998 Tahun 2017 tentang Pengurus dan Bagan Struktur Organisasi LP3KN Periode Tahun 2017 s.d. 2022. Adapun kepengurusan LP3KN ini diketuai oleh Adrianus Meliala yang juga Guru Besar Universitas Indonesia, Kriminolog dan sekarang Komisioner diOmbudsman RI. Lembaga ini dikukuhkan dalam perayaan Ekaristi pada tanggal 10 Februari 2018 di Aula Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Menindaklanjuti pembentukan pengurus, maka sekali lagi, Ditjen Bimas Katolik memfasilitasi kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan PESPARANI Katolik 2018 di Bali tanggal 10 s.d. 14 Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk Membahas program kerja LP3KN dalam rangka pelaksanaan PESPARANI pertama di Ambon serta program kerja LP3KN periode 2017-2022. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi kepengurusan LP3KN dan koordinasi secara intensif tentang persiapan PESPARANI Katolik di Ambon.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Rakornas ini, Adrianus Meliala menyampaikan ungkapan syukurnya telah dipilih untuk menahkodai Lembaga yang begitu dirindukan umat Katolik ini. Meskipun berat, Meliala meminta dukungan pengurus dan pihak terkait demi terlaksananya semua rancangan kegiatan demi suksesnya PESPARANI Katolik di Ambon.

Kepengurusan LP3KN, menurut Meliala, adalah kolaborasi tiga unsur yang kokoh, yakni Kementerian Agama, KWI, dan awam yang direkomendasikan oleh KWI. Namun tiga unsur ini tidak sertamerta menjadi kekuatan tanpa adanya konsolidasi dan saling percaya antarpengurus. Segera setelah LP3KN dikukuhkan, masing-masing bidang melakukan rapat dan membuat blue print.

"Apakah ini akan mencerminkan kekuatan? Semoga. Atau malah kelemahan? Bisa saja, karena tugas ini sangat besar. Cara kerja Kementerian belum tentu sama dengan KWI. Maka konsolidasi internal sangat penting, juga saling percaya," ungkap Meliala.

Selanjutnya, Meliala menyampaikan harapan atas terbentuknya LP3KN, yakni bisa menjadi reksa pastoral yang baru, tempat berkumpulnya stakeholders: pemerintah, KWI dan awam, menjadi ikon baru gereja Katolik di tengah situasi negara saat ini, dan yang terakhir umat Katolik bisa bicara dalam satu bahasa universal yaitu musik dan lagu.

Di akhir sambutannya, Meliala mengingatkan penggunaan APBN untuk lembaga ini harus hati-hati.

"Ini amanah yang mulia, jangan kita main-main. Kita bergandengan tangan. Penggunaan anggaran Negara harus hati-hati. Jangan sampai kita keluar dari ruangan ini dengan baju oranye. Kita harus serius agar semua persoalan dapat tertangani dengan baik."

(Joice)

Berita Lainnya
Jumat, 14 September 2018, 11:00

Membuka Pertemuan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Katolik, Menag Tekankan Sisi Esoteris Agama

Kamis, 23 Agustus 2018, 09:37

Direktorat Urusan Agama Katolik Siap Bekerja High Speed

Senin, 30 Juli 2018, 08:36

Dilantik Menteri Agama RI, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si Resmi Menjabat Direktur Urusan Agama Katolik

Rabu, 25 Juli 2018, 12:17

Umat Katolik Berbicara Soal Kerukunan, Kedamaian dan Tahun Politik

Minggu, 11 Maret 2018, 09:36

Sihar Petrus Simbolon: Rakornas Ini Bersejarah dan Monumental