Minggu, 11 Maret 2018, 09:36

Sihar Petrus Simbolon: Rakornas Ini Bersejarah dan Monumental

Peserta Rakornas Persiapan PESPARANI

Bali, DBKat--Ditjen Bimas Katolik memfasilitasi kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan PESPARANI Katolik 2018 di Bali tanggal 10 s.d. 14 Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas program kerja LP3KN dalam rangka pelaksanaan PESPARANI pertama di Ambon serta program kerja LP3KN periode 2017-2022. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi kepengurusan LP3KN dan koordinasi secara intensif tentang persiapan PESPARANI Katolik di Ambon.

Hadir pada kegiatan ini Pengurus LP3KN, LP3KD, Kabid Urusan Agama Katolik dan Kabid Bimas Katolik, Pembimas Katolik serta Panitia Penyelenggara Pesparani Katolik Tahun 2018.

Dalam arahan pembukanya pada upacara pembukaan kegiatan, Sabtu (10/3), Direktur Urusan Agama Katolik Sihar Petrus Simbolon yang mewakili Dirjen Bimas Katolik menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini.

Lahirnya Kementerian Agama RI pada tanggal 3 Januari 1946 merupakan tanda pengakuan Negara terhadap agama-agama di Indonesia. Itu artinya Sejak Kemenag didirikan, umat Katolik sudah diberi tempat untuk bekerja di dan berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa.

"Negara, lewat Pemerintah berkomitmen untuk melayani umat beragama dengan mendirikan sebuah lembaga khusus yaitu Kementerian Agama yang pada 3 Januari 1946 lahir. Tugasnya secara ringkas membina kerukunan, mendorong, memfasilitasi dan melayani umat beragama agar umat beragama itu terbantu dalam melaksanakan tugas keagamaannya. Bukan mengambil alih tugas agama itu sendiri. Sejak Kemenag didirikan, umat Katolik sudah diberi tempat untuk bekerja di dalamnya. Hal ini merupakan tanda pengakuan Negara bagi agama Katolik. Maka, sering dikatakan agama yang dilayani di Kemenag disebut agama resmi Negara dan salah satunya adalah agama Katolik," ungkap Direktur.

Selanjutnya, Direktur menyampaikan bahwa Pertemuan ini adalah pertemuan yang bersejarah dan monumental.

"Pertemuan kita ini adalah pertemuan yang bersejarah dan monumental. Selama 72 tahun kita merdeka, baru kali ini kita memiliki LP3K. Sedangkan agama lain sudah lama ada. LP3K (Nasional dan Daerah) adalah milik umat Katolik yang diusulkan Umat Katolik kepada Pemerintah untuk diberi payung hukum. LP3K bukan milik Bimas Katolik, ini adalah milik Gereja dan umat Katolik yang diberi payung hukum oleh Pemerintah agar dalam kiprahnya dalam pembangunan bangsa bisa lebih leluasa."

Direktur melanjutkan, Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah harusbisa menempatkan diri di LP3K. "Kita adalah pelayan Negara untuk membesarkan lembaga ini, pandai-pandailah berkomunikasi dengan Gereja Katolik, Ketua dan Pemda agar apa yang kita cita-citakan dapat berjalan dengan baik."

Ada beberapa harapan bersama atas dibentuknya LP3KN ini, yaitu 1) dapat meningkatkan hubungan Gereja Katolik dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, 2) dapat membina dan memantapkan kerukunan umatberagama: internal (pastor dan awam), kerukunan dengan umat agama lain dan dengan Pemerintah, 3) meningkatkan partisipasi umat awam Katolik dalm hidup menggereja, dan 4) dapat menggali nilai-nilai seni budaya Indonesia dalam rangka mengangkat nilai-nilai seni budaya itu dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Direktur mengucapkan selamat mengikuti Rakornas. "Mari kita ikuti Rapat Kerja ini dengan baik dan tertib. Buka hati, telinga dan pikiran. Mari kita bentuk niat baik kita untuk menyukseskan kegiatan ini. Kita bangga mempunyai ketua yang terkenal dari Sabang sampai Merauke."

Di akhir sambutanya, Direktur mengucapkan terima kasih kepada KWI yang telah meilih Ketua dan Pengurus, kepada Ketua-Ketua LP3KD dan Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah atas partisipasinya dalam kegiatan ini.

"Pesan saya kepada Ketua Panitia, tolong all out melayani peserta sesuai peraturan yang berlaku," tutup Direktur.

(Joice)

Berita Lainnya
Jumat, 14 September 2018, 11:00

Membuka Pertemuan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Katolik, Menag Tekankan Sisi Esoteris Agama

Kamis, 23 Agustus 2018, 09:37

Direktorat Urusan Agama Katolik Siap Bekerja High Speed

Senin, 30 Juli 2018, 08:36

Dilantik Menteri Agama RI, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si Resmi Menjabat Direktur Urusan Agama Katolik

Rabu, 25 Juli 2018, 12:17

Umat Katolik Berbicara Soal Kerukunan, Kedamaian dan Tahun Politik

Minggu, 11 Maret 2018, 09:13

Menyambut PESPARANI Katolik 2018, Meliala Ingatkan Hati-Hati Menggunakan APBN