Rabu, 16 Mei 2018, 08:14

Dirjen: Singkirkan Hoax!

Palangkaraya, DBKat--Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, menjadi salah satu narasumber pada acara Seminar Nasional bertajuk "Gereja Katolik Menolak Hoax, Fake News, Hate Speech" yang dilaksanakan pada Sabtu (12/5), di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya. Seminar Nasional ini merupakan salah satu rangkaian acara Pekan Komunikasi Sosial Nasional Konferensi Waligereja Indonesia yang dilaksanakan di Keuskupan Palangka Raya tanggal 7 13 Mei 2018. Pekan Komunikasi Sosial Nasional ini sendiri diselenggarakan dalam rangka Hari Komunikasi Sedunia ke-52.

Dalam paparannya yang berjudul "Pandangan dan Tanggapan Pemerintah Terhadap Berita Palsu dan Isu Intoleransi Agama di Media Sosial", dijelaskan Dirjen, saat ini pengaruh teknologi sudah menyentuh sendi-sendi kehidupan manusia. Berbagai aspek kehidupan sudah sangat dipengaruhi oleh teknologi. Bertambahnya pengguna internet menujukkan bahwa dunia maya menjadi gaya hidup, bahkan oleh sekompok orang menjadi pandangan hidup. Mereka tidak bisa hidup tanpa dunia digital. "Uploading, posting, updating, chatting menjadi bagian dari hidup manusia saat ini," ucap Dirjen.

Terkait dengan berita palsu atau hoax, Dirjen menjelaskan bahwa hoax adalah berita palsu, berita yang tidak benar. "Yang membuat tahu bahwa berita itu salah, tetapi dia tetap membuat berita itu untuk menipu orang lain. Modal hoax itu sebenarnya hanya melempar isu untuk kemudian mengembangkan sesuatu yang dapat mempengaruhi masyarakat," tambah Dirjen.

Hoax dapat memicu perpecahan dengan menyebarkan konten-konten bernada SARA. Selain itu juga merupakan pengalihan isu, penipuan publik yang memicu kepanikan sosial, serta menurunkan reputasi pihak yang dirugikan dan menguntungkan pihak tertentu.

Apa yang bisa kita lakukan ketika berhadapan dengan hoax, fake news, dan hate speech? Menurut Dirjen, masyarakat perlu dibina agar di tengah-tengah budaya digital, masyarakat dapat hidup bijaksana, mampu memilah dan memilih mana yang baik, mana yang benar, dan mana yang salah. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan teknologi secara tepat guna.

Dirjen juga mengimbau untuk memperhatikan nilai-nilai yang harus dibangun dalam berkomunikasi, yaitu nilai-nilai dari agama masing-masing dan dan nilai-nilai kebangsaan yang harus disebarkan di berbagai media agar menjadi warga negara yang sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. "Cinta kasih harus menjadi modal utama dalam komunikasi. Dan harus dimulai dari diri sendiri. Harus berusaha untuk selalu mengasah mata batin kita untuk selalu jujur dengan diri sendiri. Kalau kita jujur terhadap diri sendiri, maka kita akan jujur terhadap orang lain," tegas Dirjen.

Selanjutnya, sebagai instansi pemerintah, Ditjen Bimas Katolik akan terus menjalin kemitraan dan bersinergi dengan Gereja agar nilai-nilai kristiani dan nilai-nilai kebangsaan terus diperjuangkan dan disebarkan agar menjadi warga Katolik yang 100% Katolik dan 100% Pancasilais.

Di akhir paparannya, Dirjen berpesan:

  1. Tingkatkan kepekaan terhadap keadilan dan harmoni sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pelajari isu-isu sosial, dan beri pencerahan yang benar kepada masyarakat di sekitar kita.
  2. Kita semua adalah tenaga terdepan dalam upaya membentuk karakter Bangsa Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, cerdas, dan berakhlak mulia.
  3. Jangan membuat media menjadi lebih tajam, namun hendaklah hadir sebagai pembawa sukacita.
  4. Jadilahsolution maker, bukantrouble maker.
  5. Jadilah duta-duta damai yang menebarkan cinta kasih bagi orang-orang di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari.

Mari, kita singkirkan hoax dan tegakan toleransi antarumat beragama!

(Sakeng)

Berita Lainnya
Jumat, 21 September 2018, 19:21

Dirjen Apresiasi Workshop Kehumasan

Jumat, 22 Juni 2018, 10:18

Dirjen Bimas Katolik Hadiri Jambore Remaja Misioner Keuskupan Agung Jakarta

Minggu, 10 Juni 2018, 08:57

Launching Pesparani Katolik Nasional I: Dari Maluku untuk Indonesia

Selasa, 3 April 2018, 14:59

Penyusunan SOP Ditjen Bimas Masyarakat Katolik Tahun 2018

Rabu, 28 Februari 2018, 07:52

Dirjen: Menjadi Pembawa Kedamaian melalui Kegiatan-kegiatan Ditjen Bimas Katolik