Jumat, 22 Juni 2018, 10:18

Dirjen Bimas Katolik Hadiri Jambore Remaja Misioner Keuskupan Agung Jakarta

Bogor, DBKat--Dalam rangka ulang tahun Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) ke-175, Komisi Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menggelar pertemuan akbar para pendamping dan remaja misioner dalam acara yang bertajuk Jambore Remaja Misioner Keuskupan Agung Jakarta bertempat di Vila Bukit Hambalang, Sentul, Bogor dan dibuka secara resmi pada Senin (21/06).

SEKAMI merupakan gerakan internasional dari anak-anak yang paling tua di seluruh dunia. Pendirinya adalah Mgr. Charles de Forbin Janson, Uskup Nancy, Perancis, pada tahun 1843. Di Indonesia SEKAMI telah mulai bergiat sejak tahun 1970-an. Mulanya bernama SEKAR (Serikat Kepausan Anak dan Remaja). Sejak Lokakarya Nasional KKI di Denpasar (1996), wakil-wakil dari seluruh Keuskupan bersama pimpinan Karya Kepausan Indonesia, bersepakat untuk mengubah SEKAR menjadi SEKAMI (Serikat Kepausan Anak/Remaja Misioner). Tambahan kata Misioner, agar anak dan remaja lebih menyadari peran dan perutusan misioner mereka.

Jambore Remaja Misioner KAJ kali ini mengambil tema "Berbagi Sukacita Injil dalam Kebhinnekaan" senada dengan tema Jambore Nasional yang direncanakan akan dilaksanakan bulan Juli mendatang. Kegiatan ini dihadiri 532 Pendamping dan 116 Peserta dari wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Hadir pada pembukaan kegiatan, Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi yang mengapresiasi kegiatan ini dalam sambutannya.

"Dengan penuh bangga saya mengucapkan proficiat kepada para Romo, Suster, para pendamping, lebih khusus anak-anak SEKAMI karena telah berkiprah dan meneruskan warisan Gereja Katolik yang amat berharga ini. Saya ucapkan proficiat kepada para Romo, Suster, para pendamping dan anak-anak SEKAMI yang telah menyelenggarakan acara Jambore Remaja Misioner Keuskupan Agung Jakarta."

Terselenggaranya Jambore Remaja Misioner KAJ ini, menurut Eusabius, menandakan bahwa betapa remaja menjadi subyek penting yang harus dibimbing, dijaga, dirawat dan diberi kesempatan untuk berkembang demi kemajuan gereja, bangsa dan negara. Bahkan, di tengah tawaran dunia yang kompleks, dimana anak anak dan remaja sering sibuk dan kadang terlena dalam gaya hidup milenial yang mendewakan teknologi, internet/media sosial dengan berbagai lifestyle modern yang semakin hari memberikan pengaruh luar biasa, namun anak-anak dan remaja Katolik telah memilih jalan yang benar untuk bergabung dalam organisasi SEKAMI yang akan senantiasa menuntun mereka ke jalan yang benar melalui semangat Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian (2D2K).

Eusabius juga menegaskan kehadiran gereja dalam mempersiapkan generasi muda bangsa Indonesia. "Dengan terselenggaranya acara Jambore Remaja Misioner Keuskupan Agung Jakarta ini menandakan gereja telah berpartisipasi dalam mempersiapkan generasi muda bangsa Indonesia untuk menjadi penerus bangsa ini. Eksistensi, kemampuan, kiprah, dan peran pemuda di masa depan sangat menentukan eksistensi bangsa dan negara," ungkapnya.

Eusabius tidak lupa mengingatkan peserta yang hadir akan pesan bermakna Ir. Soekarno yang pernah berkata "Berikan aku 1000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Tetapi berikan aku 10 orang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." Begitulah peran remaja/pemuda yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa.

Di akhir sambutannya, Eusabius berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan semangat misioner sebagai sebuah spirit harus tetap berkobar sampai kapanpun dan dimanapun anak-anak dan remaja berada.

Beberapa dokumen foto:

(Alfa/Joice)

Berita Lainnya
Minggu, 10 Juni 2018, 08:57

Launching Pesparani Katolik Nasional I: Dari Maluku untuk Indonesia

Rabu, 16 Mei 2018, 08:14

Dirjen: Singkirkan Hoax!

Selasa, 3 April 2018, 14:59

Penyusunan SOP Ditjen Bimas Masyarakat Katolik Tahun 2018

Rabu, 28 Februari 2018, 07:52

Dirjen: Menjadi Pembawa Kedamaian melalui Kegiatan-kegiatan Ditjen Bimas Katolik

Jumat, 5 Januari 2018, 14:55

Audiensi Perwakilan Dekenat Utara Keuskupan Bogor dengan Dirjen Bimas Katolik