Jumat, 20 Juli 2018, 12:27

Penilaian Angka Kredit dan Inpassing Dosen Perguruan Tinggi Agama Katolik

Bogor, DBKat--Salah satu komponen dasar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah tersedianya dosen yang berkualitas. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (pasal 1 butir 2). Dosen dituntut profesional untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas manusia Indonesia, meliputi kualitas iman/takwa, akhlak mulia, dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab.

Instrumen peningkatan kualitas dosen adalah pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi diantaranya melalui jenjang jabatan fungsional dosen sebagai bentuk pembinaan karier dosen menuju jenjang yang lebih tinggi. Salah satu syarat kenaikan jenjang jabatan, dosen harus dapat mengumpulkan sejumlah angka kredit tertentu sehingga memenuhi jumlah yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk menetapkan angka kredit dosen perlu dibentuk Tim Penilai Angka Kredit (TPAK) Ditjen Bimas Katolik yang ditetapkan melalui Keputusan Dirjen.

Dalam penilaian angka kredit Dosen tahun 2018 dilakukan melalui beberapa tahap antara lain: (1) Verifikasi berkas usulan; (2) Pengkategorian dokumen valid/tidak ; (3) Penilaian Angka Kredit; (3) Proses pembuatan SK Dirjen.

Ketua Panitia, Yuvensius Sepur dalam laporannya, mengemukakan bahwa pada verifikasi administrasi tahap II terdapat sebanyak 64 berkas diajukan dengan rincian 23 berkas untuk Asisten Ahli dan 39 untuk ke jenjang Lektor, selanjutnya 2 berkas tidak dapat dinilai karena tidak ada berkas pada unsur pelaksanaan penelitian.

Mewakili Direktur Jenderal Bimas Katolik, Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi, Aloma Sarumaha menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan ini ada pada dua hal yaitu (1) menjaga sinergitas/kerja sama antara Bimas Katolik dan Gereja Katolik, dalam hal ini terkait: inpassing dosen; (2) memastikan pengadministrasian penilaian PAK dan inpassing dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kerjasama merupakan salah satu kunci untuk menghasilkan dokumen yang akurat, tidak salah. Harapan Dirjen Bimas Katolik adalah kualitas PTAK semakin hari semakin baik. Dengan semakin banyak dosen PTAK memiliki jenjang akademik Lektor, mutu proses belajar semakin baik (bermutu). Dampak lainnya pada akreditasi; selain itu, mulai Tahun Akademik 2018/2019 pembimbing dan penguji skripsi tidak lagi dosen Asisten Ahli, tetapi dosen berpangkat Lektor. Maka STP didorong terus untuk berlomba meningkatkan kualitas pribadi yang berdampak pada kualitas lembaga pendidikan tinggi keagamaan Katolik.

Pelayanan Pemerintah c.q Ditjen Bimas Katolik kepada PTAK merupakan bagian dari upaya menebarkan perdamaian. Artinya melayani dengan penuh integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Jika PTAK mampu dan berhasil bersaing, maka aktualisasi visi dan misi Gereja Katolik akan semakin dinikmati oleh masyarakat Katolik, utamanya melalui pelayanan para katekis pekerja Pastoral. (Bhetha)

Berita Lainnya
Rabu, 21 Februari 2018, 07:01

UASBN di SMAK St. Ignatius Timika Berjalan Lancar

Selasa, 6 Februari 2018, 13:14

Dirjen Bimas Katolik: Anggaran 20% APBN, Seperti Apa Kualitas SDM Kita?

Selasa, 5 Desember 2017, 15:37

Direktur Pendidikan Katolik Mengajak Pengawas PAK Berdialog Tentang Pancasila

Minggu, 3 Desember 2017, 07:43

Mgr. Ignatius Suharyo: Kita Harus Merawat Ingatan Bersama untuk Diwariskan Turun Termurun

Minggu, 3 Desember 2017, 07:35

Dirjen: Dibutuhkan Komitmen Bersama untuk Merangkul Kebersamaan dalam Keberagaman