Jumat, 17 Agustus 2018, 08:58

HUT RI ke-73: Kerja Kita, Prestasi Bangsa

Peserta Upacara Ditjen Bimas Katolik

Jakarta, DBKat--Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan buah dari rangkaian pengorbanan yabg sangat luar biasa. Meski dengan perlengkapan sederhana, bambu runcing, namun dengan semangat yang menggelora, perjuangan Bangsa Indonesia mencapai puncak yang diharapkan.

Demikian pernyataan Kamaruddin Amin-Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 di halaman upacara Kementerian Agama, jalan Lapangan Banteng Jakarta hari ini (17/8).

"Saat ini kita tidak lagi dituntut untuk melakukan perjuangan secara fisik namun kita harus proaktif mengisi kemerdekaan dengan semangat bekerja dan berkarya sesuai tugas pokok dan fungsi kita masing-masing dengan penuh daya kreasi dan produktivitas yang baik serta menjunjung tinggi integritas dan nilai-nilai akuntabilitas," ungkapnya.

"Tentu saja, pekerjaan yang kita lakukan harus dilandasi dengan keyakinan dan keikhlasan sebagai bagian dari wujud ibadah kita kepada Tuhan semesta alam," lanjutnya.

Kerja-kerja yang dilakukan juga merupakan implementasi dari ungkapan rasa syukur kita atas telah diraihnya kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena itu, Kamaruddin mengajak ASN di Lingkungan Kementerian Agama untuk berlomba-lomba mengukir prestasi dan menjaga nama baik bangsa.

"Menjaga nama baik bangsa dan negara harus kita tegakkan. Menghindari perilaku koruptif, penyimpangan dan tindakan yang tidak sesuai aturan. Tidak bolos bekerja, dan tidak merendahkan etika dan susila birokrasi merupakan bagian dari komitmen kita dalam menjaga nama baik bangsa dan negara yang kita cintai."

Kamaruddin juga mengingatkan tentang kebijakan strategis Kementerian Agama tentang program-program Reformasi Birokrasi di tengah permasalahan dan tantangan yang dihadapi dari waktu ke waktu. Maka, ASN Kementerian Agama hendaknya meningkatkan integritas, profesionalisne dan kedisiplinan.


Bangsa kita membutuhkan inspirasi. Bangsa kita membutuhkan keteladanan.

"Saya berharap, inspirasi dan teladan itu dapat ditemukan di lingkungan aparatur Kementerian Agama. Pengabdian sebagai aparatur Kementerian Agama mengandung konsekuensi yang berat karena membawa nama agama. Namun yakinlah itu mulia dan terhormat, " tegasnya.

Upacara hari ini dihadiri Pejabat dan ASN Kementerian Agama dengan berpakaian adat Nusantara.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-73. Jayalah selalu!

(Joice/Sakeng)

Berita Lainnya
Rabu, 3 Januari 2018, 11:44

Pesan Kedamaian Menteri Agama pada HAB Kemenag ke-72

Kamis, 3 Agustus 2017, 11:12

Kemeriahan Misa Pembukaan AYD 2017: Yesus Mencintai Kamu

Senin, 27 Februari 2017, 09:26

Program Strategis Kemenag Harus Memberi Solusi Terhadap Penanganan Isu Aktual Umat Beragama

Jumat, 27 Januari 2017, 16:01

HAB ke-71: DITJENBIMAS Katolik Raih 11 Piala dan Juara Umum III

Senin, 23 Januari 2017, 08:20

Gerak Jalan Kerukunan: Umat Katolik Bersatu dalam Keberagaman