Senin, 20 Agustus 2018, 15:34

Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Guru Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah Kabupaten Gunungkidul

Yogyakarta (Bimas Katolik)--Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik Kabupaten Gunungkidul mengadakan Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Guru Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah. Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini diselenggarakan pada 13-16 Agustus 2018 di ruang pertemuan Gereja Santo Yusup Bandung, Gunungkidul. Para guru yang hadir dalam kegiatan ini kurang lebih sebanyak 50 orang.

"Seorang guru mengemban amanat untuk melaksanakan tugasnya secara profesional. Dalam kerangka dan untuk menunjang tuntutan seperti itu, seorang guru perlu menulis karya tulis," ungkap Pembimas Katolik Kanwil kemenag Provinsi D.I. Yogyakarta Kristoforus Sinselius, SS dalam pembukaan kegiatan workshop. "Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung profesinalitas guru, salah satunya melalui program pelatihan penulisan. Semoga para guru dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan mempertanggungjawabkan dengan menghasilkan outcome maupun output, yakni karya ilmiah yang menunjang tugas, pokok dan fungsi sebagai seorang Guru Pendidikan Agama Katolik," tutur Pembimas. Melalui sambutannya, Pembimas juga menyampaikan motivasi agar para guru fokus untuk berproses dalam bidang penulisan.

CB. Ismulyadi, SS., M.Hum., menyampaikan materi tentang Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi para Guru dan Angka Kreditnya. Pada setiap tahap penyampaian, narasumber mencoba menjelaskan dengan beberapa contoh praktis yang dapat dilakukan oleh para guru. Bertitik tolak dari isi pedoman itu pula, Ismulyadi mengajak para guru untuk menemukan minat dan relevansi bidang penulisan yang akan dirumuskan dan dikerjakan. Melalui proses discovering, para guru pun mulai menentukan jenis karya tulis yang dapat mendukung profesi keguruan.

Peserta Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Guru Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah tampak semangat. Para pendidik dan pengajar ini mulai membuat kelompok sesuai dengan minat dan kompetensi. Beberapa jenis karya tulis ilmiah dan karya pendukung pembelajaran yang akan digarap adalah Buku Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Pengayaan dan/atau Pedoman Guru, Artikel, Modul/Diktat Pembelajaran dan menciptakan karya seni berupa penulisan syair lagu tematik.

Beberapa peserta Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Guru Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah menyampaikan kesan mereka. Theresia Priyati, Pengawas Guru Tingkat Dasar menyampaikan, "Awalnya saya merasa pesimis dengan kegiatan ini. Benarkah dalam waktu singkat, para guru mampu menghasilkan karya tulis apalagi karya tulis ilmiah yang berbobot. Setelah berproses dan mendapatkan bimbingan, penjelasan dan motivasi dari narasumber, ide yang hanya sederhana dapat dijadikan rancangan karya tulis ilmiah yang menarik dan dapat menemukan bentuknya. Hal lain, para guru pun merasa mendapat ide dan gagasan yang akan disusun sebagai karya tulis maupun pendukung pembelajaran."

Anastasia Sixsi Susilo P., S.Pd., guru SMPN I Nglipar Gunungkidul mengatakan, "Awalnya saya merasa sedih ketika mengikuti pelatihan ini. Saya harus meninggalkan peserta didik. Ternyata, setelah menjalani proses pelatihan ini, saya merasa senang. Pelatihan ini memacu kita untuk berkarya positif, menambah pengalaman dan pengetahuan dalam proses pembelajaran saya bersama para siswa."

Mateus Bambang Sujatmiko, S.Ag., guru SDN I menyampaikan, Workshop penulisan karya ilmiah yang berlangsung selama 3 hari sangat bagus. Kegiatan ini menyemangati saya untuk terus berkarya, terutama dalam penyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Saya memang sudah menyusun PTK, tetapi saya belum mencoba untuk mengajukannya dalam penilaian.

Veronika Tri Rianingsih, S. Ag dan Chm. Sumirah, S.Ag., para guru yang merasa mendekati masa purna menuturkan, "Kegiatan ini sangat baik dan menjadi program yang dapat membantu kami untuk tetap belajar. Kami akan menyusun bahan ajar. Meskipun mungkin tidak dapat kami ajukan sebagai syarat kenaikan pangkat tetapi apa yang kami tulis kiranya dapat menjadi warisan bagi guru lainnya."

Yohanes Murdiyanto, SPd., Pengawas SMP, SMA dan SMK Kemenag Gunungkidul, menuturkan, "Pelaksanaan dan pembimbingan dari narasumber sudah baik dan perlu ditingkatkan untuk proses lanjut. Peserta, panitia dan narasumber harus tetap bekerja saling membantu, kerja sama agar tulisan yang sudah dipilih dapat terwujud. Perlu konsekuen atas tugas, tanggung jawab dari para guru.

F. Sunardi, S. Ag, koordinator kegiatan mengutarakan, "Kegiatan yang telah dilaksanakan selama 3 hari ini akan ditindaklanjuti dalam pertemuan berikutnya sehingga para guru dapat menuntaskan proses penulisan dan harapannya menjadi karya tulis yang dapat dipublikasikan."

(sus/ism)

Berita Lainnya
Senin, 20 Agustus 2018, 15:02

Mgr. Suharyo: Kemerdekaan adalah Pembebasan dari Kepentingan Sesaat dan Sempit

Kamis, 16 Agustus 2018, 09:59

Memanfaatkan HP Android Untuk Menyusun Media Pembelajaran

Jumat, 4 Mei 2018, 16:14

Pembinaan Iman PNS, TNI, POLRI, BUMN dan BUMD D.I. Yogyakarta, Romo Wegig: Setia Pada Tugas Yang Dipercayakan

Kamis, 4 Januari 2018, 15:16

Maluku Kembali Tegaskan Siap Jadi Tuan Rumah PESPARANI Katolik Nasional Pertama

Sabtu, 30 Desember 2017, 13:31

Pesan Natal 2017 Presiden Joko Widodo