Selasa, 28 Agustus 2018, 07:38

Dirjen: Menjadi Guru, Tidak Boleh Berhenti Belajar!

Jakarta, DBKat--Untuk pertama kalinya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik menyelenggarakan Bimbingan Teknis Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMAK Tingkat Nasional. Kegiatan ini merupakan pelatihan dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) bagi guru Bahasa Inggris Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) dan dilaksanakan pada tanggal 22 s.d 25 Agustus 2018 di Jakarta.

Pelatihan dan pendampingan pelaksanaan K13 pada SMAK selama ini ditujukan bagi guru mata pelajaran keagamaan. Pada kegiatan kali ini, ditujukan khusus bagi guru mata pelajaran umum, yaitu Bahasa Inggris. Fokus pada peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan penilaian, menyajikan pembelajaran dan melaksanakan penilaian, serta mengolah dan melaporkan hasil penilaian pencapaian kompetensi peserta didik.

Kegiatan yang mengambil tema "Meningkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Lembaga Pendidikan SMAK menjadi Pendidik yang Unggul dan Berkualitas" ini bertujuan untuk:

  1. Memberi pelatihan peningkatan kemampuan profesional guru agar memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

  2. Mendorong motivasi, dedikasi, loyalitas dan profesionalisme guru.

  3. Memberikan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 bagi guru Bahasa Inggris berdasarkan konsep dan kebijakan Kurikulum 2013

Ketua Panitia, yang juga Kasubdit Pendidikan Menengah, Yustina Srini, menyampaikan harapannya kepada para peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik dan terus belajar. "Tingkatkan kualitas terkait teknologi. Rawat rasa cinta kepada tanah air, cinta kepada Pancasila karena guru adalah teladan bagi peserta didik," tambahnya.

Sementara itu Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, dalam arahannya menyampaikan bahwa salah satu tujuan pendidikan SMAK adalah menjadikan generasi Katolik yang cerdas dan mampu berkontribusi besar pada bangsa dan negara, juga bagi kehidupan menggereja. "Walau kita kecil dari segi jumlah, tapi harus berkontribusi besar," tegas Dirjen.

Ke depan, lanjut Dirjen, Bahasa Inggris memegang peranan yang sangat penting baik di dunia kerja maupun di dunia komunikasi. Jika peserta didik SMAK tidak disiapkan dengan baik, maka tidak bisa bersaing. Oleh karena itu, Dirjen berharap agar para peserta dapat memberikan sesuatu yang baik bagi peserta didik agar dapat berkembang.

Pada kesempatan ini juga, Dirjen memberikan apresiasi kepada SMAK St. Thomas Rasul, Samosir yang melaksanakan program "English Day" setiap hari Selasa dan Kamis, dimana para peserta didik diwajibkan untuk berbahasa inggris dalam percakapan di sekolah. "Terus buat kreativitas agar peserta didik tidak hanya paham tata bahasa, tetapi juga fasih dan dapat berbicara dalam Bahasa Inggris."

Dirjen juga berharap agar para peserta terus mengikuti perkembangan yang ada agar semakin berkualitas. Terakhir, Dirjen memberikan nasihat kepada para peserta, "Menjadi guru, tidak boleh berhenti belajar!"

(Sakeng)

Berita Lainnya
Jumat, 20 Juli 2018, 12:27

Penilaian Angka Kredit dan Inpassing Dosen Perguruan Tinggi Agama Katolik

Kamis, 22 Maret 2018, 08:08

Penilaian Angka Kredit dan Inpassing Dosen Perguruan Tinggi Agama Katolik

Rabu, 21 Februari 2018, 07:01

UASBN di SMAK St. Ignatius Timika Berjalan Lancar

Selasa, 6 Februari 2018, 13:14

Dirjen Bimas Katolik: Anggaran 20% APBN, Seperti Apa Kualitas SDM Kita?

Selasa, 5 Desember 2017, 15:37

Direktur Pendidikan Katolik Mengajak Pengawas PAK Berdialog Tentang Pancasila