Kamis, 6 September 2018, 09:02

Pembinaan Guru PAK Tingkat Dasar Regio Jawa-Bali

Semarang, DBKat--Subdit Pendidikan Dasar, Direktorat Pendidikan Katolik, Ditjen Bimas Katolik, melakukan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Tingkat Dasar Regio Jawa dan Bali. Pembinaan ini dilaksanakan setelah menganalisa background topic pendidikan agama Katolik di Jawa-Bali.

Pemerintah dalam hal ini Ditjen Bimas Katolik Kemenag memberi perhatian khusus kepada Guru PAK dengan melakukan pembinaan dan bimbingan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Guru PAK. Kegiatan pembinaan kompetensi Guru PAK Tingkat Dasar ini diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Semarang.

Tujuan pembinaan ini yaitu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Guru PAK; meningkatkan mutu pembelajaran PAK di sekolah; mempererat tali silahturahim antarguru agama Katolik. Sasarannya adalah Guru PAK tingkat Dasar sebanyak 64 orang. Dasar hukum pembinaanGuru PAK Tingkat Dasar ini yaitu SK Dirjen Bimas Katolik Nomor 1345tanggal 7 Agustus 2018tentangPembinaan Kompetensi Guru PAK TingkatDasar Regio Jawa dan Bali di Semarang tgl 27-30 Agustus 2018.

Pendidikan Agama Katolik menjadi salah satu unsur penentu peningkatan sumber daya manusia di abad ini. Pendidikan agama Katolik terseret ke pusaran informasi dan komunikasi global menantang para guru meningkatkan kompetensi dalam mengendalikan penyiaran agama pada tingkatan arus turbulensi informasi dan komunikasi abad terbuka. Hal ini seolah membuat dunia semakin sempit karena segala informasi dari penjuru dunia mampu diakses dengan mudah dan cepat oleh siapapun dan dimanapun. Di sisi lain pada abad 21 ini permasalahan yang dihadapi manusia semakin kompleks, seperti pemanasan global, krisis ekonomi global, terorisme, rasisme drug house, human trafficking, rendahnya kesadaran mulikultural, kesenjangan mutu pendidikan dan lain sebagainya. Era yang ditandai semakin ketatnya persaingan di berbagai bidang antarnegara dan antarbangsa. Untuk itu lembaga pendidikan dan guru sebagai unsur yang paling dominan memilki peran penting.

Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme yaitu guru yang kompeten (berkemampuan). Oleh karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemauan tinggi. Profesionalisme seorang guru merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan yaitu pemahaman tentang pembelajaran, kurikulum dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar. Pada umumnya di sekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan pembelajaran denganmelakukan untuk menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan. Dalam suasana seperti itu, pesert didik secara aktif dilibatkan dalam memecahkan masalah, mencari sumber informasi data evaluasi, serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka kepada teman sejawat dan yang lainnya. Sedangkan para guru dapat bekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran baik individu maupun tim, membuat keputusan tentang desain sekolah, kolaborasi tentang pengembangan kurikulum dan partisipasi dalam proses penilaian.

Kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan di sekolah, namun kompetensi guru tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar dan lama mengajar. Agar para guru khususnya Guru PAK dapat menyesuaikan dan mengikuti perubahan pendidikan di abad 21 ini, maka perlu adanya peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru seperti yang diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi serta tata pemerintahan yang baik dan akuntabiitas pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru dan dosen secara terencana, terarah dan berkesinambungan.

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan guru juga mempunyai peran sebagai agen pembelajaran pengembang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta pengabdi kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Mengingat sangat pentingnya fungsi dan peran guru bagi negara dan bangsa Indonesia maka guru perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah baik pusat maupun daerah dalam upayanya meningatkan kompetensinya dan mengembangkan kualitas dirinya.

Hadir pada pertemuan ini Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Farhani, SH., MM mengatakan permasalahan di bidang pendidikan agama Katolik di Jawa Tengah adalah kurangnya tenaga guru PAK. Sekolah membutuhkan guru PAK. Tenaga guru PAK tidak tersedia, terkendala moratorium penerimaan PNS. Sementara itu guru PAK yang sedikit itu banyak yang memasuki usia purna bakti/penisun sedangkan yang diterima tidak ada. Jumlah guru PAK yang pensiun pasti, sedangkan penerimaan guru baru tidak pasti. Akibatnya di banyak sekolah, Guru Agama Kristen merangkap jadi guru agama Katolik. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jateng sudah menyampaikan permasalahan ini ke Ditjen Bimas Katolik dan bahkan sudah bertemu Menteri Agama RI. Kakanwil berharap tahun depan ada formasi guruPAK bagi Provinsi Jawa Tengah. Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa tahun ini sudah ada formasi guruPAKbagi Provinsi Jawa Tengah sebanyak 30 orang.

Selanjutnya Direktur Pendidikan Agama Katolik Fransiskus Endang, SH., MM dalam sambutannya menyatakan keprihatinannya terhadap permasalahan kekurangan guru PAK di Jawa Tengah. Menurutnya Jawa Tengah akan menerima formas 30 guru PAK, selain itu beliau berharap pihak gereja berperan aktif sebagai mitra Bimas Katolik mengupayakan tersedianya guru PAK melalui pengangkatanguru PAK honorer. Direktur juga berpesan agar peserta yang masih memenuhi syarat persiapkan diri untuk menyongsong pengangkatan guru PAK PNS melalui Pemda Jawa Tengah.

Thomas Tahir

Berita Lainnya
Jumat, 20 Juli 2018, 12:27

Penilaian Angka Kredit dan Inpassing Dosen Perguruan Tinggi Agama Katolik

Kamis, 22 Maret 2018, 08:08

Penilaian Angka Kredit dan Inpassing Dosen Perguruan Tinggi Agama Katolik

Rabu, 21 Februari 2018, 07:01

UASBN di SMAK St. Ignatius Timika Berjalan Lancar

Selasa, 6 Februari 2018, 13:14

Dirjen Bimas Katolik: Anggaran 20% APBN, Seperti Apa Kualitas SDM Kita?

Selasa, 5 Desember 2017, 15:37

Direktur Pendidikan Katolik Mengajak Pengawas PAK Berdialog Tentang Pancasila