Jumat, 21 September 2018, 18:50

Bermitra dengan Media, Tidak Rugi!

Foto: Yustinus Tommy Ariyanto

Jakarta, DBKat--Di era transparansi ini, masyarakat sudah semakin kritis dan mengawasi pelaksanaan program pemerintah, termasuk Program Bimbingan Masyarakat Katolik. Karena itu, Dirjen Bimas Katolik sebagai penanggung jawab Program Bimbingan Masyarakat Katolik, dengan anggaran yang tersedia, berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas pelayanan dalam bentuk melayani satuan-satuan sosial masyarakat, sehingga visi menjadi seratus persen Katolik dan seratus persen Pancasilais menjadi nyata.

Dalam kaitan dengan keterbukaan informasi publik, Ditjen Bimas Katolik berusaha untuk membangun citra positif di mata masyarakat, terutama masyarakat Katolik yang menjadi sasaran pelayanannya. Itu terjadi, hanya jika masyarakat diberi ruang untuk mengetahui program apa saja yang menjadi andalan Ditjen Bimas Katolik. Bagaimana masyarakat tahu, tentu dengan melakukan sosialisasi. Cara yang paling praktis di era digital saat ini adalah menyebarkan informasi melalui media; baik media massa, cetak, elektronik, maupun media sosial.

Menghadapi situasi ini, Ditjen Bimas Katolik berupaya meningkatkan SDM aparaturnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan, workshop, bimbingan teknis. Salah satu yang dilakukan pekan ini yakni Workshop Kehumasan yang dimotori Subbag Sistem Informasi dan Humas Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi, berlangsung selama tiga hari, 19 s.d. 21 September 2018 di Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di didang kehumasan, seperti Kepala Bagian Data Biro Humas, Data dan Informasi, Afrizal yang mengulas pentingnya Keterbukaan Informasi Publik dengan meningkatkan peran PPID di lingkungan Kementerian Agama agar pelayanan informasi semakin optimal. Konsultan Komunikasi ID COMM (Indonesia Communications), Yulia Maroe juga berbicara pentingnya membangun citra instansi dengan melakukan publikasi terus menerus. Salah satu kunci tersampaikannya pesan atau informasi kepada masyarakat menurut Yulia adalah menentukan keyword yang tepat.

Senada dengan Afrizal dan Yulia, praktisi media Farida Denura menekankan pentingnya bermitra dengan media. "Tugas Humas adalah membina hubungan baik dengan media, menyelenggarakan program strategis dan menyampaikannya kepada masyarakat," ungkap Farida. "Bermitra dengan media tidak rugi," lanjutnya.

Dari Tempo Media, Yustinus Tommy Ariyanto memberi tips menyusun siaran pers sebagai salah satu tugas jurnalis. Untuk mengelola informasi, menurut Yustinus, jangan terpaku pada hal-hal yang formal meskipun lembaganya formal. Artinya, kelolalah informasi itu dengan bahasa yang mudah dicerna masyarakat. Pada sesi yang disampaikan Yustinus, peserta kegiatan yang berjumlah 43 orang ini diberikan waktu untuk berlatih menyusun siaran pers. Peserta sangat antusias.

(Subbag Sisfo)

Berita Lainnya
Jumat, 20 Juli 2018, 12:55

Membangun Peranan Keprotokolan dalam Layanan Kedinasan

Minggu, 8 Juli 2018, 17:22

Dirjen: Rencana Kerja dan Anggaran Harus Fokus Pada Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat Katolik

Kamis, 29 Maret 2018, 10:17

Memasuki Masa Pensiun, Pegawai Harus Siap dan Tetap Produktif dengan Sukacita

Selasa, 13 Februari 2018, 19:47

Perlu Kajian Kegiatan yang Efektif, Efisien dan Akuntabel dalam Penyusunan Pagu

Selasa, 12 Desember 2017, 13:26

Mewujudkan Reformasi di Bidang Hukum