Kamis, 11 Oktober 2018, 15:56

Bersatu Untuk Berbagi

Jakarta,DBKat--Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi, didampingi oleh Direktur Urusan Agama Katolik, Aloma Sarumaha, menghadiri Launching Badan Amal Kasih Katolik (BAKKAT) di Aula Katedral pada Rabu (10/10).

BAKKAT adalah lembaga sah Katolik yang dapat menampung sumbangan umat Katolik yang dapat dipotongkan dari penghasilan sehingga dapat mengurangi pajak perusahaan maupun perorangan yang bekerja lebih dari satu pemberi kerja.

Ketua Umum BAKKAT, RD Samuel Pangestu, yang juga Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, mengungkapkan rasa syukurnya setelah melalui proses panjang selama lebih dari satu tahun, akhirnya BAKKAT dapat diluncurkan. Hal ini tidak lepas dari peran pemerintah yaitu Kementerian Agama, dalam hal ini Ditjen Bimas Katolik melalui Surat Keputusan Dirjen Bimas Katolik Nomor 5814/DJ.V/Dt.VI/BA 03.2/12/2017, dan Kementerian Keuangan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak melalui Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2018 tentang Badan/Lembaga yang Dibentuk atau Disahkan Oleh Pemerintah yang Ditetapkan Sebagai Penerima Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto.

RD Samuel juga menyampaikan salah satu latar belakang berdirinya BAKKAT yaitu banyaknya proposal yang masuk ke KAJ dari seluruh daerah di Indonesia. Proposal ini mengharapkan bantuan bagi saudara-saudara yang membutuhkan bantuan sosial kemanusiaan. Lebih lanjut dijelaskan oleh RD Samuel, BAKKAT ini merupakan wujud nyata dari Arah Dasar Pastoral KAJ yaitu kerajaan Allah Yang Maha Rahim. Oleh karena itu harapan agar kerajaan Allah sungguh hadir di seluruh wilayah di Indonesia, dapat terjadi dengan menyalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Dan perwujudan sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sungguh terwujud bersama usaha umat Katolik.

Launching BAKKAT dimulai dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo. Dalam homilinya, Mgr. Suharyo menjelaskan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa penyakit, kemiskinan, dan penderitaan bukan disebabkan karena Allah tidak mencintai kita. Tetapi Allah itu Maha Baik, Allah Maha Benar, mencintai justru yang lemah, miskin, dan tersingkir. Pengajaran atau teladan hidup Yesus dirumuskan dalam kalimat: 'hendaklah kamu sempurna, seperti Bapa-Mu di surga sempurna'. Dengan demikian, kesempurnaan umat beriman terletak dalam kemurahan hati karena Allah adalah Murah Hati. BAKKAT, lanjut Monsinyur, merupakan prakarsa baru dari KAJ dalam mengarusbesarkan dinamika semakin beriman, semakin bersaudara, dan semakin berbela rasa. Di akhir homilinya, Mgr. Suharyo mengajak umat yang hadir untuk mendoakan KAJ supaya dengan prakarsa baru, wajah Allah yang Murah Hati semakin dirasakan dan dialami oleh masyarakat yang lebih luas.

Hadir juga pada acara ini, Kasubdit Kelembagaan, F.X. Rudy Andrianto, Kasubdit Pemberdayaan Umat, Benediktus Haro dan mantan Direktur Urusan Agama Katolik, Sihar Petrus Simbolon. (Sakeng)

Berita Lainnya
Jumat, 22 Juni 2018, 10:18

Dirjen Bimas Katolik Hadiri Jambore Remaja Misioner Keuskupan Agung Jakarta

Minggu, 10 Juni 2018, 08:57

Launching Pesparani Katolik Nasional I: Dari Maluku untuk Indonesia

Rabu, 16 Mei 2018, 08:14

Dirjen: Singkirkan Hoax!

Selasa, 3 April 2018, 14:59

Penyusunan SOP Ditjen Bimas Masyarakat Katolik Tahun 2018

Rabu, 28 Februari 2018, 07:52

Dirjen: Menjadi Pembawa Kedamaian melalui Kegiatan-kegiatan Ditjen Bimas Katolik