BERITA

Tuesday, 29 October 2019 08:55 AM

Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada Ditjen Bimas Katolik

Tim RB Mendengarkan Informasi Peserta

Jakarta (DBKat)--Reformasi Birokrasi pada Tahun 2019 di Kementerian Agama diawali dengan dilaksanakannya Penilaian Mandiri oleh masing-masing Unit Eselon I, kemudian dilanjutkan dengan Penilaian oleh APIP (Inspektorat Jenderal Kementerian Agama), dan pada Kamis, 22 Oktober 2019 di Kantor Bimas Katolik lantai 12 merupakan Penilaian Akhir yang dilakukan langsung oleh KemenPANRB. Pada kesempatan ini hadir secara langsung Evaluator KemenPANRB. Hadir juga pada saat itu utusan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Biro Ortala Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Pejabat Ditjen Bimas Katolik Eselon II, III, IV, JFT, JFU yang berjumlah 40 orang.

Sekretaris Ditjen Bimas Katolik pada kesempatan penilaian akhir Reformasi Birokrasi memaparkan Nilai PMPRB Ditjen Bimas Katolik tahun 2019 yaitu 74.00. Terkait Reformasi Birokrasi (RB) telah dibentuk Tim RB/Penanggung jawab Reformasi Birokrasi unit kerja Ditjen Bimas Katolik melalui Keputusan Dirjen No. 119 Tahun 2019 tentang Pembentukan Tim RB dan Pembangunan Zona Integritas Ditjen Bimas Katolik. Selain itu juga ditetapkan Rencana Kerja terkait RB (Keputusan Dirjen No. 121 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Zona Integritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik).

Lebih Jauh Sekretaris menegaskan Road Map RB dan Rencana Kerja 2019 dijabarkan sesuai dengan 8 (delapan) area perubahan Reformasi Birokrasi, yaitu: (1) Manajemen Perubahan, (2) Penataan Perundang-undangan, (3) Penataan dan Penguatan Organisasi, (4) Penataan Tatalaksana, (5) Penataan Sistem Manajemen SDM, (6) Penguatan Akuntabilitas Kinerja, (7) Penguatan Pengawasan, dan (8) Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Pada kesempatan penilaian ini, evaluator KemenPANRB ingin memastikan perihal Capaian Kinerja Tahun 2019. “Apakah Ditjen Bimas Katolik telah mempunyai aplikasi monitoring untuk memantau capaian kinerja?” tanya Ibu Dianita Evo Nila selaku evaluator. “Pada unit kerja telah memiliki proses bisnis, perjanjian kinerja, sasaran strategis, indikator kinerja, inilah yang seharusnya mendasari dibuatkan program atau kegiatan. Jangan menyusun program/kegiatan dulu tapi malah tidak sesuai atau tidak terkait dengan hal-hal tersebut. Inilah mindset yang harus dirubah.” tegas evaluator lebih lanjut. Tak lupa pula evaluator ingin memastikan apakah ada agen perubahan di Ditjen Bimas Katolik? Bagaimana proses penunjukan agen perubahan tersebut? Apakah merupakan penunjukan langsung dari pimpinan atau voting melalui online? Ide atau gagasan apa yang diajukan oleh para agen perubahan yang dapat mendorong pelaksanaan Reformasi Birokrasi?

Lebih jauh evaluator masuk pada bagian penguatan pengawasan, terkait dengan mengidentifikasi risiko evaluator ingin memastikan apa yang menjadi risiko tertinggi, cara mengatasi dan evaluasi terhadap risiko yang sudah diidentifikasi pada Ditjen Bimas Katolik.

Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si. memberi respon, “Terkait Agen Perubahan Ditjen Bimas Katolik, telah memilih agen perubahan secara jujur dan bertanggungjawab melalui  aplikasi polling online. Lebih jauh terkait risiko dari sisi capaian kinerja perlu di lakukan pengendalian melalui pemantauan setiap triwulan, serta ada reward dan punishment. Perihal risiko terhadap pelayanan masyarakat agar dipetakan dengan jelas permasalahan lapangan dan kita perlu hadir di tengah masyarakat agar mengetahui permasalahan dan memberi solusi dengan benar dan tepat sasaran”, tegas Sekretaris.

Pertemuan ini tutup dengan pengisian survei secara online dari KemenPANRB terkait integritas jabatan. (Dian)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 70.84K