BERITA

Sunday, 03 November 2019 12:25 PM

Menag: Toleransi Tidak Sedikitpun Mengurangi Iman dan Takwa Kita

Pemukulan Gong oleh Menteri Agama Menandai Dibukanya Pagelaran Paduan Suara Mahasiswa antarPTAK 2019

Jakarta (DBKat)--Menteri Agama, Jenderal (Purn) Fachrul Razi membuka secara resmi Pagelaran Paduan Suara Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Agama Katolik Tingkat Nasional di Jakarta pada Sabtu (2/11). Acara pembukaan diawali dengan tarian Woge dari daerah Ende, Nusa Tenggara Timur  yang dibawakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Atmareksa Ende.

Hadir  pada acara pembukaan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, Dirjen Bimas Hindu,  I Ketut Widnya, Wakil Ketua I Presidium KWI, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, para Uskup , dan para pejabat Eselon II Kementerian Agama.

Dalam laporannya, Plt. Dirjen Bimas Katolik, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag menyampaikan bahwa kegiatan pagelaran paduan suara ini adalah kegiatan kemahasiswaan pertama yang dihadiri oleh Menteri Agama. Tema pada Pagelaran Paduan Suara Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Agama Katolik Tingkat Nasional ini adalah “Jaga Kebersamaan Umat”, dengan subtema “ Membangun Sumber Daya Manusia yang Moderat, Cerdas, dan Unggul”.  Dari kegiatan ini, lanjut Plt. Dirjen, secara khusus diharapkan tidak semata-mata menjadi juara, melainkan mengembangkan potensi para peserta yang dapat menjadi duta-duta perdamaian.

Sementara itu, Wakil Ketua I Presidium KWI, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gereja Katolik memberikan apresiasi kepada Ditjen Bimas Katolik dengan  dukungan dari Kementerian Agama yang telah memberikan ajang kepada para mahasiswa PTAK untuk menumbuhkembangkan potensi mahasiswa, khususnya di bidang paduan suara. Diharapkan agar kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengalami perjumpaan dan mempererat dalam iman dan kasih dan juga bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri.  “Dalam paduan suara banyak hal yang bisa dikembangkan, antara lain kepemimpinan, toleransi, dan kebersamaan,” ujar Uskup Keuskupan Agung Samarinda ini.

Mgr. Harjosusanto juga menjelaskan bahwa paduan suara menampilkan nyanyian liturgi yang merupakan sebuah doa, merupakan ungkapan doa umat beriman sehingga harus dinyanyikan dengan indah seperti istilah qui bene cantat bis orat  (ia yang bernyanyi dengan baik sama dengan dua kali berdoa). Dan diakhir sambutan, Mgr. Harjosusanto berharap agar mahasiswa dan dosen dapat mengembangkan diri secara kualitas sehingga hasilnya dapat berguna bagi umat Katolik, bangsa, dan negara.

Senada dengan Mgr. Harjosusanto, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa paduan suara merupakan bagian dari liturgi. Suara juga harus bisa menjadi harmoni, mendamaikan hati, menenangkan, dan menyemangati kita semua. Marwan menjelaskan bahwa ini adalah tugas dari Menteri Agama untuk melangkah, membuat harmoni dalam bertingkah laku dan berkata-kata. “Mari, kita bantu Menteri Agama untuk mengharmonikan kita semua,” ajak Marwan.  

Dalam arahannya, Menag mengungkapkan rasa bangganya berada di acara ini. Menurut Menag, acara pagelaran ini adalah acara kebersamaan dengan nilai seni. “Pagelaran Paduan Suara Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Agama Katolik  ini adalah acara kebersamaan yang menampilkan jiwa seni. Lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu-lagu keagamaan. Dan hal ini juga membawa kita lebih dekat kepada Tuhan,” ujar Menag.

Menag menjelaskan bahwa tugas utamanya adalah merumuskan langkah-langkah kebijakan di bidang keagamaan. Evaluasi yang dilakukan lebih banyak yang bersifat iman dan takwa, toleransi, dan kebersamaan.

Menag juga menyampaikan pengalamannya ketika menjadi Khotib di Masjid Istiqlal. Saat itu Menag mengangkat topik tentang Tuhan yang menciptakan manusia berbeda-beda dengan maksud agar manusia mengenal dengan agama lain, dalam arti bertoleransi. “Toleransi tidak sedikitpun mengurangi iman dan takwa kita,” tegas Menag.

Indonesia, lanjut Menag, juga merupakan miniatur dunia yang penuh dengan berbagai macam perbedaan. Kita bersyukur kepada para pendiri bangsa yang merumuskan untuk menyatukan bangsa Indonesia yang berbeda-beda. “Kita memiliki acuan untuk bersatu. Mulai dari Sumpah Pemuda, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita tinggal melaksanakan dan menerapkan dalam kehidupan kita bersama,” tambah Menag.

Kepada para peserta Pageleran yang berasal dari 22 Perguruan Tinggi Agama Katolik di bawah binaan Ditjen Bimas Katolik, Menag mengucapkan selamat mengikuti pagelaran paduan suara.  Menag juga berharap agar para peserta dapat menampilkan yang terbaik. “Tidak harus menang, tetapi mendapat kehormatan karena membuat yang terbaik yang bisa dilakukan, dan menjadi pegangan untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa ini,” ajak Menag.

Acara pembukaan Pagelaran diisi oleh penampilan gerak dan lagu dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero Nita Maumere dan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda. Setelah acara pembukaan, Menag membuka Pameran hasil kewirausahaan mahasiswa PTAK. (Sakeng)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 70.81K