BERITA

Monday, 28 January 2019 08:19 AM

SMAK Hadir di Palue

Dirjen bersama Kabid Pendidikan NTT menuju Palue

(Palue, DBKat) Dalam rangka Kunjungan Kerja, Koordinasi dan Sosialisasi, Pengembangan Satuan Pendididkan Keagamaan Katolik, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi melakukan kunjungan ke Pulau Palue Kab. Sikka Provinsi NTT, Rabu, 20 Desember 2018. Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Katolik hadir di Pulau terpencil dengan penduduk kurang lebih 11 ribu jiwa ini yang ditempuh dengan perjalanan darat dari Maumere melewati pantai utara Kabupaten Ende selanjutnya menyeberang lautan selama kurang lebih 1,5 jam.

Pulau Palue menjadi sebuah pilihan Dirjen melakukan kunjungan kerja karena keterpanggilan hati dan tugas pelayanan kepada masyarakat yang berada di wilayah 3T. Pulau Palue adalah salah satu dari sekian ribu wilayah 3T yang belum tersentuh dalam pemerataan pembangunan. 
Dalam kurun 73 tahun Indonesia merdeka, Pulau Palue belum terlayani dengan baik dalam 5 aspek kebutuhan pokok. Dalam Bidang Pendidikan, Palue didukung oleh 2 Sekolah Menegah Pertama yang setiap tahun meluluskan ratusan siswa namun jarang melanjutkan ke jenjang SMA lantaran tidak ada sekolah setingkat SMA yang tersedia. Meski demikian selalu saja ada upaya agar para siswa terus melanjutkan pendidikan walaupun kendala lain seperti jarak tempuh yang jauh dimana siswa harus ke kota Maumere mengarungi lautan dengan jarak tempuh empat jam.

Kendala lain adalah kemampuan ekonomi yang pas-pasan. Para siswa harus siap menanggung biaya hidup di kota yang tidak sedikit jumlahnya. Akibatnya banyak yang gagal melanjutkan pendidikan dan angka drop out pun meningkat. Masalah listrik, air bersih dan fasilitas telekomunikasi juga belum tersentuh.

Kehadiran Dirjen Bimas Katolik beserta jajarannya ingin menjawab kerinduan masyarakat Palue melalui Pemberian Izin Operasiinal Sekolah Menengah Agama Katolik dan Taman Seminari di Palue.

Dirjen Bimas Katolik dalam sambutannya menegaskan “Pemerintah selalu siap hadir untuk mencerdaskan anak-anak Bangsa. Saat ini kita ingin menoreh sejarah bahwa Palue layak mendapat perhatian dalam hal pendidikan.”
Lebih jauh Dirjen menegaskan “sebagai wilayah kepulauan yang 100 persen beragama Katolik, saya mengharapkan agar masyarakat Palue sungguh-sungguh menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen menjadi warga negara Indonesia yang Pancasilais.

Masyarakat Palue sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama Ditjen Bimas Katolik yang sudah memberikan perhatian pada aspek pendidikan demi mencerdaskan anak bangsa.

Alfa Bangu

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 40
Total Hits : 17.23K