BERITA

Tuesday, 12 November 2019 09:28 PM

Pembinaan Kompetensi GPAK Tingkat Dasar Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Foto Bersama Sekretaris dan Peserta Kegiatan

Balikpapan (DBKat)--Kompetensi guru menjadi syarat utama tercapainya kualitas belajar yang baik. Guru yang kompeten akan "meniadakan" problematika belajar, dan tetap berpijak pada kemampuan dalam proses pembelajaran secara menarik, inovatif, dan kreatif untuk membangkitkan gairah siswa dalam belajar. Untuk itu, proses pembelajaran pendidikan agama Katolik harus dalam kerangka membangun keteladanan, kemauan, dan pengembangan potensi peserta didik.

Inilah titik perhatian Ditjen Bimas Katolik, melalui Direktorat Pendidikan Katolik, dalam pengembangan proses dan pembelajaran pendidikan agama Katolik, terutama peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengadakan Pembinaan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik Tingkat Dasar Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur di Balikpapan yang dilaksanakan dari tanggal 12 s.d. 14 November 2019. 

Dalam laporannya, ketua panitia, Barnabas Ola Baba mengemukakan bahwa masa depan bangsa ada di tangan guru. Profesi guru harus dikembangkan secara bermartabat. Fakta masih banyak guru yang belum memenuhi syarat kompetensi akibat melemahnya kompetensi guru. Maka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru. Khususnya guru Pendidikan Agama Katolik tingkat dasar SD dan SMP.  

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, Drs. H. Alfi Taufiq, M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di kota Balikpapan, dan terima kasih telah memilih kota Balikpapan yang nantinya akan menjadi bagian dari ibu kota Negara. Harapan Kakanmenag agar bapak/ibu guru dapat menjadi guru-guru yang profesional dan kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut di Balikpaan seperti kegiatan penyuluh dan kegiatan kelembagaan, karena kota Balikpapan didukung oleh infrastruktur yang baik. Pemahaman dan pengetahuan yang lebih banyak lagi, sehingga sub tema yang kegiatan ini bisa tercapai, bisa dirasakan, diterima dan diimplimentasikan oleh bapak/ibu guru di sekolah.

Sementara itu, dalam arahannya pada pembukaan kegiatan, Selasa (12/11), Sekretaris Ditjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha menekankan pentingnya kesiapan diri mengikuti ritme kerja Menteri Pendidikan yang baru. "Beliau adalah seorang visioner. Beliau mencoba mendekatkan masa depan dengan masa sekarang.  Beliau menekankan kesiapan kerja, walaupun di zaman teknologi peran guru tetap tidak tergantikan."

"Manusia yang menemukan teknologi, manusia juga yang menciptakan robot, bukan sebaliknya," lanjutnya.

Sekretaris juga menekankan pentingnya data di era digital. "Orang harus berpikir kristis, maka Guru Pendidikan Agama Katolik juga perlu melek data. Kemampuan menggali data di internet menjadi dasar yang penting. Maka literasi digital menjadi penting. Tantangan pendidikan di Indonesia sangat khas, karena ukurannya sangat besar."

Sekretaris kembali mengingatkan tiga mantra Kementerian Agama, yaitu:

1) Moderasi beragama dengan syarat mempunyai pengetahuan yang luas terhadap agama, mampu mengendalikan diri dan berhati-hati.

2) Jaga kebersamaan umat, yaitu kebersamaan merupakan perekat agar tidak terjadi perpecahan.

3) Interegrasi data yang sedang dibangun Kementerian Agama. Perlu dipetakan agar mudah mengidentifikasi data dan kebutuhan-kebuhan berdasarkan data tersebut.

Sebagai penutup, Sekretaris berpesan kepada para peserta yang berjumlah 64 orang ini, agar mengikuti kegiatan ini sebaik-baiknya dan melakukan reviu bagaimana menjadi guru yang profesional. “Maka tolong bedakan yang substasi dan instrumental. Guru Pendidikan Agama Katolik harus bisa melakukan yang lebih dari yang lain. Tidak hanya mengajar, pekerjaan Guru Pendidikan Agama Katolik juga bertambah, yakni membangun kerukunan, toleransi, dan harus berjiwa Pancasilais,” tegas Sekretaris. (Puri Wahyuni)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 80.03K