BERITA

Thursday, 14 November 2019 09:23 PM

Sekretaris: Ketua PTAK Harus Perhatikan dan Rangkul Operator

Foto Bersama Sekretaris dan Peserta Kegiatan Evaluasi Pelaporan Forlap PDDikti

Jakarta (DBKat)--Pangkalan Data merupakan instrumen utama untuk memantau bagaimana prodi dan institusi dikelola dengan profesional. Pengelolaan ini berdampak nasional. Ini juga bermakna menjamin existing lembaga pendidikan sebagai garda terdepan dalam memproduksi lulusan yang berkualitas; juga menjadi acuan pemeringkatan dan potret kondisi perguruan tinggi. Maka PTAK harus memiliki sistem informasi akademik yang support dan terintegrasi ke data feeder PDDikti. Salah satu tugas dan tanggung jawab PTAK adalah melakukan input dan pengelolaan data. Untuk input perlu penyediaan sarana yang bermutu, tools yang familiar, dan data yang akurat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha, saat memberikan arahan pada kegiatan Evaluasi Pelaporan Forlap PDDikti Tingkat Nasional di Hotel RedTop Jakarta, Kamis (14/11).  Menurut Sekretaris, identitas adalah salah satu kebutuhan yang mendesak diperlukan. Semakin identitas jelas, semakin motivasi kerja positif (bergelora) untuk mewujudkan target kerja. Identitas, wujudnya Surat Keputusan (SK) pengangkatan (dan penugasan) menjadi pengelola pangkalan data internal. Dalam SK itu tampak tugas dan tanggung jawab setiap individu. Karena itu, Sekretaris menginstruksikan kepada Ketua PTAK untuk memberikan SK bagi para Operator yang bekerja keras menjamin tersedianya data PTAK dengan baik.

Terkait hal ini, Sekretaris berharap ada perlakuan khusus bagi para Operator Forlap PDDikti. “Ketua PTAK harus memerhatikan dan merangkul para Operator dengan baik. Seperti komponen komputer, Operator itu adalah hardwarenya, sedangkan Ketua PTAK adalah softwarenya,” ungkap Sekretaris.

“Namun, Operator juga tidak dapat jalan sendiri, butuh role model kerja yang komit untuk mewujudkan cita-cita perguruan tinggi dan berjuang keras mencapai target yang ditetapkan bersama,” lanjut Sekretaris.

Langkah Strategis yang ditawarkan Sekretaris untuk meningkatkan kualifikasi Operator, yakni untuk jangka panjang Operator disekolahkan, mengambil prodi IT di perguruan tinggi yang terakreditasi (Baik, Baik Sekali dan Unggul). Bagi PTAK yang sedang dalam proses pembenahan akreditasi, segera lakukan rekrutmen tenaga dengan disiplin ilmu IT. Sedangkan untuk jangka pendek, Operator dapat mengikuti kursus-kursus sejenis atau magang bersertifikasi.

Di sisi lain, Sekretarsis mengingatkan Ketua PTAK untuk terus memantau pekerjaan dan hasil pekerjaan Operator. “Temukan kesulitan untuk dapat dicarikan jalan keluar.  Perhatian yang kontinu dapat menjadi bentuk soft memperkuat kualitas kerja. Bisa juga dengan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi yang sukses mengelola PDDikti.”

Untuk memperkuat PTAK dan semua sitem yang ada di dalamnya, maka kebijakan Pemerintah adalah mendorong terus PTAK agar mematuhi dan memenuhi kriteria SNPT.

“Dalam rangka itu, maka Pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk mensupport kemajuan PTAK, utamanya dengan mengejar peringkat akreditasi yang tinggi. Pemerintah juga akan memperkuat monitoring dan evaluasi atas penyelenggaraan PTAK, baik menyangkut akademik maupun non akademik,” tegas Sekretaris.

Di akhir arahannya, Sekretaris berharap,  peserta kegiatan mengikuti kegiatan dengan baik sehingga bisa diimplementasikan di lapangan.

Pada sesi kedua, Kasubdit Pendidikan Tinggi Yohanes Bosco Otto menyampaikan materi Pengelolaan dan Pelaporan Data PTAK. Dalam materinya, Kasubdit menyampaikan pentingnya data untuk perencanaan dan mengambil kebijakan. Data yang tidak valid akan berimplikasi pada pengambilan kebijakan yang tidak tepat. Untuk itu, Kasubdit menegaskan agar PTAK terus mengupdate data sehingga pada akhirnya bisa menjadi support untuk Forlap PDDikti dan tentu saja support untuk menghasilkan informasi yang tepat.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama empat hari, 14-17 November 2019 dengan jumlah peserta 50 orang. Narasumber yang akan mendampingi selama proses kegiatan berlangsung, yakni dari Ditjen Bimas Katolik, Pokja PDDikti Kemenag, dan PUSDATIN sebagaimana yang dilaporkan Ketua Panitia Yuvensius Sepur. Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah terjadinya migrasi dari prodi PPAK (Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik) ke prodi PKK (Pendidikan Keagamaan Katolik).

(Joice)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 80.03K