BERITA

Wednesday, 27 November 2019 11:30 AM

Pembinaan Keluarga Bahagia Tingkat Nasional

Kegiatan Pembinaan Keluarga Bahagia Tingkat Nasional

Jakarta (DBKat) -- Kebanyakan orang beranggapan apabila sebuah keluarga yang memiliki segala-galanya dalam hal materi dan mampu memenuhi segala kebutuhan materi/jasmani maka keluarga tersebut akan bahagia, padahal belum tentu. Begitu pula sebaliknya, keluarga yang serba berkekurangan/ terbatas dalam memenuhi kebutuhan materi/jasmani, belum tentu tidak bahagia. Paradigma kebahagiaan yang sifatnya materialistis akan cenderung  mendorong orang untuk “mengejar” perolehan-perolehan materi/kebutuhan jasmaninya, Dalam situasi seperti itu, besar kemungkinan terjadi “kekeringan” dalam hubungan keluarga itu sendiri, karena frekuensi berkumpul bersama anggota keluarga menjadi sangat jarang dan masing-masing anggota keluarga sibuk dengan urusannya sendiri yang mengakibatkan terjadinya miskomunikasi, percekcokan dan pada akhirnya berakibat pada perceraian.

Selain itu dampak globalisasi dan modernisasi mempengaruhi nilai-nilai dan gaya hidup yang seringkali bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip moral serta iman Katolik. Di sinilah titik kritis jika nilai-nilai moral dan iman menjadi pudar, maka nilai-nilai dan gaya hidup materialistis  mengambil alih perannya dalam menuntun hidup manusia moderen. Menghadapi situasi demikian, pembinaan keluarga adalah sesuatu yang sangat signifikan dan urgen. Kita telah melihat bahwa pembinaan menuju keluarga bahagia itu bukan pertama-tama terletak pada aspek ekonomi (materi/jasmani). Hal utama yang menjadi perhatian dalam pembinaan keluarga adalah pada aspek pembentukan nilai-nilai moral dan iman. Konsili Vatikan II memberi aksentuasi formatif ini dengan menyebut keluarga sebagai ecclesia domestica (Gereja rumah tangga/keluarga), di mana keluarga merupakan pusat iman yang hidup, tempat pertama iman akan Kristus diwartakan dan pendidikan pertama tentang doa, kebajikan-kebajikan dan cinta kasih Kristen. Pembinaan keluarga juga bukan hanya membawa manfaat untuk keluarga itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa/negara. Menyadari pentingnya hal tersebut, pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI melaksanakan kegiatan Pembinaan Keluarga Bahagia Tingkat Nasional  pada tanggal 19 – 22 November 2019 di Jakarta.

Kegiatan pembinaan keluarga ini mengusung tema “Jaga Kebersamaan Umat” dengan subtema “Memperkokoh Keharmonisan Bangsa Melalui Pengembangan Pola Pembinaan Keluarga Kristiani Yang Harmonis”.  Kegiatan ini dihadiri oleh 106 peserta yang berasal dari perwakilan komisi Keluarga dari seluruh keuskupan di Indonesia. Hadir dalam acara pembukaan, Direktur Urusan Agama Katolik, Fransiskus Endang, SH, MM membuka acara secara resmi. Dalam pemaparan materinya beliau menekankan tentang pentingnya peran keluarga dalam memperkuat moderasi beragama,  menjaga kebersamaan umat dan membangun bangsa Indonesia. Keluarga Katolik yang dibangun dengan nilai-nilai iman Katolik yang kokoh sejak persiapan perkawinan, dan pendampingan keluarga berkelanjutan akan menghasilkan keluarga Katolik yang berkualitas yang akan menjadi batu sendi bagi Gereja, masyarakat dan negara.

Hadir sebagai narasumber Sekretaris Eksekutif Komisi Keluarga KWI, Romo Hibertus Hartono, MSF membawakan materi tentang “Keluarga Sebagai Gereja Rumah Tangga”, “Pastoral Pembinaan Keluarga Berjenjang”, dan “Pasutri Muda (Pernikahan 0 – 5 Tahun)”. Paus Fransiskus menyebut keluarga sebagai Ecclesia Domestica atau Gereja Rumah Tangga, karena Gereja dibentuk dalam keluarga-keluarga, dan keluarga menjalankan 5 fungsi seperti ditemukan dalam Gereja. Dalam fungsi liturgia, hal itu diwujudkan dalam penerimaan sakramen-sakramen serta membangun kehidupan doa yang baik dalam keluarga. Dalam fungsi Kerygma, orangtua adalah katekis pertama bagi anak-anaknya dalam hal iman dan moral.. Keluarga, harus menjadi tempat dimana Injil harus disalurkan dan memancarkan cahayaNya. Fungsi koinonia keluarga diwujudkan dengan menciptakan saat-saat bersama, doa bersama, kesetiaan dalam untung dan malang baik ketika sehat maupun sakit. Dalam fungsi diakonia, keluarga dipanggil untuk menyediakan diri melayani satu sama lain, sesuai dengan tugas dan panggilan mereka. Sedangkan dalam fungsi martyria, keluarga menjadi saksi cinta sejati Kristus kepada masyarakat.

Dalam materi tentang Pastoral Pembinaan Keluarga Berjenjang, Romo H. Hartono MSF menegaskan bahwa kegiatan pastoral Gereja harus progresif, juga dalam arti mampu menyimak perkembangan keluarga, mendampingi langkah demi langkah dalam berbagai tahap pembinaan serta perkembangan keluarga. Dalam Pedoman Pastoral Keluarga Nomor 74 disebutkan bahwa pendampingan keluarga berarti mendampingi keluarga secara menyeluruh dalam segala situasinya yang harus disesuaikan dengan kondisi keluarga. Pendampingan Keluarga dimulai sejak masa pra-pernikahan meliputi pendampingan bagi anak-anak, remaja dan calon pengantin dan saat menjelang peneguhan perkawinan, dilanjutkan pendampingan pasca-pernikahan. Sedangkan dalam pembinaan Pasutri Muda (Pernikahan 0 – 5 Tahun), beliau menyampaikan tema-tema penting dan menarik seperti : quality time, komunikasi, manajemen konflik, membangun relasi dengan keluarga besar, dan seks: membangun intimitas.

Narasumber lainnya adalah Bapak Alphonsus Supardi, anggota Komisi Keluarga Keuskupan Palembang, menyampaikan beberapa bahan sharing untuk pembinaan keluarga. Materi pembinaan keluarga yang dapat dilaksanakan adalah hakekat dan arti perkawinan, tantangan hidup berkeluarga, hukum moral perkawinan, keluarga dalam hidup doa dan menggereja, pendidikan anak dalam keluarga, KBA, ekonomi keluarga, Gizi keluarga, rekoleksi sehari  dan perayaan ekaristi. Selain mendengarkan masukan narasumber, kegiatan juga diisi dengan sharing/ diskusi para peserta dan penyampaian hasil diskusi dalam forum pleno. Sharing/diskusi dan pleno tersebut menghasilkan bahan-bahan penting yang berguna untuk pengembangan pola pembinaan keluarga Kristiani yang harmonis, sesuai dengan subtema yang diusung pada pertemuan ini. (Marcus Supriyanto)

 

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 80.03K