BERITA

Thursday, 12 December 2019 03:12 PM

Sekretaris: Lulusan Sekolah Keagamaan Katolik Siap Direkrut POLRI

Rapat Koordinasi Rekrutmen anggota POLRI dari Sekolah Berbasis Agama

Jakarta (DBKat)--Ditjen Bimas Katolik bercita-cita mewujudkan masyarakat Katolik yang seratus persen Katolik dan seratus persen Pancasilais. Implementasi cita-cita ini sudah diwujudnyatakan dalam beberapa program kerja direktorat jenderal, tidak terkecuali kepada generasi muda Katolik Indonesia. Generasi muda Katolik Indonesia adalah penerus cita-cita bangsa, karena itu nilai-nilai Pancasila harus terpatri dalam darah sehingga dapat menjadi bagian yang penting dalam mempertahankan keutuhan bangsa. Generasi muda Katolik Indonesia selain cinta kepada bangsa, juga cinta kepada Gereja Katolik. Karena itu, lima tugas pelayanan gereja harus benar-benar dikuasai dengan baik.

Pemahaman generasi muda Katolik tentang lima tugas pelayanan Gereja Katolik dan pemahaman utuh lima sila Pancasila menjadi penegasan Sekretaris Diten Bimas Katolik, Aloma Sarumaha selaku narasumber pada Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Kepolisian Republik Indonesia melalui Biro SDM POLRI tentang rekrutmen anggota POLRI Tahun Anggaran 2020 dari sumber sekolah-sekolah berbasis agama pada Kamis (12/12) bertempat di Hotel Diradja, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan .

Ditjen Bimas Katolik menyambut gembira langkah positif yang telah dicanangkan POLRI ini. “Ditjen Bimas Katolik memiliki basis sekolah keagamaan yang siap menjadi promotor kerukunan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Sekretaris di hadapan para peserta yang terdiri dari Biro SDM POLRI se-Indonesia dan KaKanwil Kemenag se-Indonesia .

Lebih lanjut, Sekretaris menegaskan bahwa Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Katolik membina Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) dengan jumlah siswa sebanyak kurang lebih 3.500 yang menyebar di seluruh Indonesia, juga Perguruan Tinggi Agama Katolik.

“Mereka telah kami persiapkan untuk menjadi generasi yang seratus persen Katolik dan seratus persen Pancasilais. Mereka punya kualitas dalam pemahaman agama dan juga mampu mengamalkan nilai-niali keagamaan, bahkan menjadi promotor kerohanian, promotor kerukunan dan keadilan,” tegasnya.

“Lulusan sekolah-sekolah keagamaan Katolik mampu berkompetisi dalam rekrutmen ini dan terbukti sudah ada yang menjadi anggota TNI/POLRI. Kami sangat berharap, dengan adanya insiasi program rekrutmen ini, diharapkan mampu memberikan nilai positif bagi perkembangan sekolah kegamaan Katolik ke depan,” lanjutnya.

Menindaklanjuti pertemuan ini, Bimas Katolik akan menggelar rapat koordinasi dan membahas ini dengan baik. (Alfa)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 179
Total Hits : 136.60K