BERITA

Saturday, 04 January 2020 05:16 PM

Arahan Awal Tahun Sekretaris Ditjen Bimas Katolik

Sekretaris Ditjen Bimas Katolik memberikan Pengarahan Awal Tahun 2020

Jakarta (DBKat)--Bertempat di lantai 3 Kantor Kementerian Agama, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (2/1), Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha, memberikan pengarahan awal tahun, yang bertajuk Persiapan dan Pelaksanaan Program Bimbingan Masyarakat Katolik Tahun Anggaran 2020. Seluruh ASN Ditjen Bimas Katolik, kecuali yang sedang cuti, hadir dalam pengarahan tersebut.

Mengawali arahannya, Sekretaris menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru. “Saya minta maaf atas segala hal yang dianggap kurang bahkan tidak baik, terjadi oleh berbagai kebijakan yang ditempuh,” ungkapnya.

“Tahun 2020 dalam horoskop China adalah tahun tikus logam. Karakter positif dari Shio Tikus adalah kejujuran. Apa pun yang dilakukan, akan diikuti sampai akhir yang pahit. Komunikasi adalah keahliannya dan dia selalu berhubungan dengan lingkungannya. Sifat agresifnya merupakan pertanda positif dalam perhitungan China dan dengan karakter Yang-nya dia mampu menjaga dirinya sendiri, karenanya dia jarang ragu dengan apa yang dia inginkan. Gigih dan pekerja keras, dia merasa dia harus dihargai dengan baik atas usahanya. Mereka bisa menjadi perfeksionis yang gigih berjuang tanpa henti, tidak puas dengan diri mereka sendiri.” Demikian karakter tahun 2020 yang dilambangkan dengan Shio Tikus digambarkan Sekretaris untuk memotivasi kinerja ASN.

Pada bagian kedua arahannya, Sekretaris memperteguh ASN Ditjen Bimas Katolik untuk bisa meraih cita-cita bersama, karena itu butuh keyakinan diri yang tinggi.  Pelaksanaan program, menurut Sekretaris, menjadi arena sekaligus panggung bagaimana layanan kepada masyarakat, khususnya Masyarakat Katolik Indonesia beroperasi. Secara manajerial dua hal yang menjadi ukuran, yaitu bagaimana fungsi manajemen bekerja dan bagaimana unsur manajemen efektif, efisien dan akuntabel. Fungsi dan unsur manajemen dapat bekerja secara simultan. Karena itu dibutuhkan kesiapan berbagai pihak baik konseptual, teknis dan terampil.

Adapun pada tahun 2020, Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Ditjen Bimas Katolik melalui Program Bimbingan Masyarakat Katolik sebesar Rp884.926.735.000,- Untuk mengelola alokasi anggaran dimaksud, maka seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan koordinasi yang intens guna tercapainya tujuan yang dicita-citakan.

Arah Penyelenggaraan Program Bimas Katolik 2020

Tahun I RPJMN 2020-2024 sudah disusun. Kebijakan Dirjen Bimas Katolik  secara umum adalah “Peningkatan Kualitas SDM Masyarakat Katolik Indonesia”. Kualitas Masyarakat Katolik Indonesia meningkat melalui seperangkat Kegiatan Urusan Agama Katolik dan Pendidikan Katolik yang didukung oleh kehandalan manajemen Bimas Katolik.

Arah penyelenggaraan Program Bimas Katolik adalah “terwujudnya Masyarakat Katolik yang moderat, mandiri dan bertanggung jawab”. Indikator pelaksanaan program Ditjen Bimas Katolik adalah: a) Meningkatkan Literasi Keagamaan Masyarakat Katolik, b) Meningkatkan Akses dan Kualitas Literasi Pendidikan Katolik, dan c) Meningkatkan Akselerasi dan Kualitas Tata Kelola Program Bimbingan Masyarakat Katolik. Karena itu, Tiap unit Eselon II harus menjabarkan bagaimana mencapai kualitas Sumber Daya Masyarakat Katolik Indonesia, yakni dengan pertama, Menetapkan Kebijakan Teknis yang tergambar dan menggambarkan aktivitas dari Pusat sampai Daerah (Provinsi dan Kab/Kota), termasuk di dalamnya Lembaga Pendidikan Keagamaan dan kedua, melakukan pemetaan aktivitas tersebut sesuai dengan item-item yang tertera dalam RKT.

Untuk tercapainya Arah Penyelenggaraan Program Bimas Katolik 2020, diperlukan seperangkat alat kerja, yakni pembuatan Pedoman Kerja dan pembuatan JUKNIS dan MoU sesuai dengan jenis aktivitas (Kegiatan, Bantuan dan Pengadaan).

Sebagaimana tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama Tahun 2020, yakni Umat Rukun, Indonesia Maju, maka berimplikasi pada tema Kegiatan yang dilaksanakan Ditjen Bimas Katolik sepanjang 2020. Sedangkan sub tema kegiatan adalah “Terwujudnya Masyarakat Katolik yang rukun menuju Indonesia Maju, melalui Penyelenggaraan Tata Kelola Manajemen yang profesional, akuntabel dan transparan” untuk Sekretariat, “Terwujudnya Masyarakat Katolik yang rukun menuju Indonesia Maju, melalui Penguatan Literasi Keagamaan Katolik” untuk Direktorat Urusan Agama Katolik, dan “Terwujudnya Masyarakat Katolik yang rukun menuju Indonesia Maju, melalui penguatan akses dan kualitas Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Katolik” untuk Direktorat Pendidikan Katolik.

Target Serapan Anggaran 2020

Target serapan anggaran pada 2020 diharapkan bisa 97%. Walau ditargetkan 97%, tetapi Sekretaris tetap memberi keyakinan agar semua pihak bisa bekerja sama untuk mencapai 100%.

Sebagai informasi, berdasarkan OMSPAN per 31 Des 2019, serapan nasional Program Bimas Katolik TA 2019  adalah 96,51% yang terdiri dari 90,63% Pusat dan 97,38% Daerah.

Untuk Pusat: Direktorat Urusan Agama Katolik 98,57%, Direktorat Pendidikan Katolik (Dasar: 88,39%, Menengah: 90,30%, dan Tinggi: 98,55%). Sedangkan Sekretariat 97,50%.

Strategi Kerja

Secara umum, untuk triwulan pertama, dimulai dengan pengarahan awal tahun, pertemuan dengan Komisi-Komisi KWI, penyelesaian Laporan Fisik. Sedangkan secara khusus, Review RKA-K/L 2020 sesuai Pokok-Pokok Pikiran Menteri Agama, percepatan pengadaan, penyelesaian Juknis dan MoU, penyelesaian pemetaan Kegiatan, penyelesaian sasaran kerja pegawai dan laporannya, identifikasi bantuan beasiswa miskin, identifikasi bantuan KIP-PIP, dan persiapan rapat koordinasi baik untuk Pejabat Pusat dan Daerah, juga untuk LPK, Menengah dan Tinggi.

Adapun skema bedah RKA-K/L sebagaimana digambarkan di bawah ini:

Skema Bedah RKA-K/L

Sebagai Penutup, Sekretaris menyampaikan empat poin penting:

Pertama, Unit Kerja kita di atas segalanya! Kembangkan kode B (baik) di dalam dan di luar. Kerja sama mengeliminir kepentingan pribadi sesaat dan menguatkan kepentingan organisasi Unit Kerja Bimas Katolik. Salah satu wujud kerja sama adalah penyediaan dokumen yang diharapkan menjadi support pencapaian target 97% (kuantitas dan kualitas Laporan Keuangan bersih, transparan dan akuntabel).

Kedua, Dedikasi, Loyalitas dan Komitmen untuk mengimbangi kemajuan di bidang perkembangan organisasi dalam melayani kebutuhan masyarakat, termasuk Masyarakat Katolik.

Ketiga, Belajar terus untuk memahami tugas dan fungsi berikut kewenangan yang melekat padanya dengan baik dan benar. Laksanakan tugas dan fungsi sesuai kewenangan yang disyaratkan. Tidak perlu melebihinya, karena akan tidak baik bagi kesehatan jiwa, kesehatan organisasi dan kesehatan sosial. Hilangkan sekat-sekat yang tidak produktif. Umumnya tanda kedewasaan adalah tidak mudah terpengaruh dan memecah.

Keempat, cepat dan tepat, niat baik tidak cukup. Wetmatigheid untuk meneliti apakah suatu tagihan sudah berdasarkan perundang-undangan dan tersedia dananya dalam DIPA. Rechmatigheid untuk meneliti apakah suatu transaksi dan perikatan sudah benar prosedurnya, lengkap persyaratannya, dan sah secara hukum. Doelmatigheid untuk meneliti apakah suatu tagihan atau transaksi telah sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Atas kebenaran material dari setiap kegiatan yang dimintakan pembayarannya, yaitu jika suatu kegiatan/pekerjaan telah benar dilaksanakan sesuai dengan kenyataan.

(Joice)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 90
Total Hits : 94.69K