BERITA

Saturday, 08 February 2020 03:16 PM

Pengarahan Awal Tahun Plt. Dirjen Bimas Katolik

Pengawarahan awal tahun Ditjen Bimas Katolik (Foto: Ika Sakeng/DBK)

Jakarta (DBKat) -- Sejak tanggal 16 Januari 2020, Menteri Agama RI, Fachrul Razi telah menetapkan Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, M.A. sebagai Plt. Dirjen Bimas Katolik. M. Nur Kholis menggantikan Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M. Ag yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik. Muhammadiyah Amin diganti sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik karena berhalangan sakit. 

Mengawali tugas kepemimpinannya,  Mohamad Nur Kholis Setiawan, yang juga mengampu Jabatan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, menyampaikan pengarahan awal tahun dalam rapat koordinasi bersama para Pejabat Eselon II, III, dan IV di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik – Kemenag. Rapat dilaksanakan pada Selasa tanggal 21 Januari 2020  di Ruang Rapat Ditjen Bimas Katolik- Kantor Kemenag Jakarta.

Dalam pertemuan perdana tersebut, diungkapkan Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, tentang penyerapan anggaran TA 2019 yang melampaui target. Semula ditetapkan 95 persen, berhasil direalisasikan sebesar 96,79 persen. “Pencapaian ini  tidak terlepas dari kendali Sekjen, yang selalu berkoordinasi  dengan pihak terkait dalam hal pelaksanaan dan pengelolaan anggaran sesuai program yang dijalankan,” papar Sekretaris.

Sekretaris pun memaparkan tentang profil pegawai Bimas Katolik di tingkat Pusat dan Daerah, serta program layanan Bimas yang memanfaatkan anggaran DIPA TA 2019 lalu. Disebutkan, saat ini Ditjen Bimas Katolik memiliki 243 Satker yang tersebar di tiap provinsi dengan 349 DIPA yang dimanfaatkan bagi layanan umat Katolik Indonesia.

Menanggapi laporan kinerja ini, Plt. Dirjen memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Keberhasilan ini, disebut Plt. Dirjen turut menyumbang prestasi Kementerian Agama yang mampu menyerap anggaran sebesar 96,38 persen dengan predikat tertinggi pada pengelolaan anggaran Tahun 2019 lalu.  “Ini berkat solidaritas dan kebersamaan kita dalam bekerja melayani umat,” ungkap Nur Kholis Setiawan. Tahap berikutnya, para pegawai diminta merapikan laporan keuangan untuk memenuhi target penyampaian pada bulan April Tahun 2020 mendatang. “Laporan tersebut disusun, lalu diaudit oleh APIP dan selanjutnya disampaikan ke BPK.  Semoga dapat mencapai WTP,” harap Plt. Dirjen.

 

Persiapan Jelang Rakernas Kemenag Tahun 2020

Arahanan lainnya, terkait persiapan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Kemenag pada tanggal 29 s.d. 31 Januari 2020 mendatang. Pada kegiatan itu, para Pejabat Unit Eselon Satu menyampaikan desain program kegiatan yang akan dilaksanakan mulai di tingkat Pusat hingga Daerah. “Program tersebut berbentuk delivery program yang bisa diterima dan dilaksanakan mulai di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kemampuan logistik yang ada,” ungkap  Nur Kholis Setiawan. Sebelumnya, disebutkan Sekretaris, tahun ini, Ditjen Bimas Katolik akan mengelola anggaran Non Operasional sebesar Rp. 121.608.460.000 yang diperuntukan bagi layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan.

Soal Moderasi Beragama, juga akan menjadi fokus pembahasan pada Rakernas nanti. Diungkap Plt. Dirjen, untuk membumikan konsep tersebut, Kementerian akan menyusun road map terkait penerapan konsep moderasi beragama yang bisa diterima oleh semua pemeluk agama di Indonesia. Untuk penjabarannya di lapangan, Kementerian akan menunjuk para PIC sebagai motor penggerak dalam membumikan pemahaman tersebut. Kemenag sebagai leading sector, juga akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga agama, termasuk Gereja Katolik Indonesia.

Sebelumnya, Kemenag telah menyosialisasikan kegiatan dalam rangka memperkuat  moderasi beragama. Yaitu, Bimbingan Keagamaan oleh Penghulu, Kerjasama dengan Tokoh Agama, serta Pendidikan Keagamaan. Pada penerapannya nanti, para tokoh agama akan dilibatkan sebagai komunikator penyiaran paham keagamaan yang baik dan benar di wilayahnya masing-masing. “Yang dimoderatkan adalah cara pandang dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk hal ini, sebaiknya dihindari soal pemaknaan atau definsi namun menggunakan indikator pencapaiannya,” papar Plt. Dirjen.

Menurut Nur Kholis Setiawan, kerjasama antara masyarakat dan Gereja harus melewati proses agreement dalam memahami indikator moderasi beragama. Karena moderasi tidak akan pernah bisa terwujud, selama satu pihak tidak mencari titik temu atau tidak sepahaman pandangan. Karena moderasi meniscayakan adanya sikap dan tindakan yang berimbang serta adil.  

Ia pun menuturkan indikator pencapaiannya menurut teologi keislaman, yaitu terbuka, mengedepankan akal sehat, sadar akan keterbatasan diri, rendah hati, dan berpikir untuk kemanusiaan. Rangkaian Indikator ini menjadi strategi dalam pelaksanannya. Misalnya,  sebagai materi bahan ajar di sekolah maupun materi kepenyuluhan yang digunakan di lapangan.

Selain perhatian pada bidang layanan keagamaan, Plt. Dirjen juga menekankan pentingnya menjaga marwah Kementerian. Diungkapkannya, pekan depan Kemenag akan melakukan audiensi dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertemuan ini nantinya juga akan melibatkan para Pejabat Eselon I dan II di Lingkungan Kemenag. “Ini adalah awal yang baik dalam membangun kemitraan antarlembaga negara sekaligus menjaga marwah Kementerian Agama,” ungkap Plt. Pertemuan ini juga disebut sebagai upaya ‘mitigasi’ dalam tindak pencegahan korupsi di lembaga-lembaga negara, termasuk Kemenag.  

Usai menyampaikan Pengarahan Awal Tahun, Plt. Dirjen juga berkenan melakukan kunjungan ke ruang-ruang kerja Pegawai Ditjen Bimas Katolik, didampingi Sekretaris Ditjen Bimas Katolik.

 

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 173
Total Hits : 115.93K