BERITA

Wednesday, 05 February 2020 03:47 PM

SEKJEN KEMENAG: PESPARANI, PARTISIPASI SEMUA PIHAK ADALAH KENISCAYAAN

Foto: Sakeng/DBK

Jakarta (Bimkat) –  Sekjen Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan didampingi Sesditjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha dan Kabag Perencanaan dan Sistim Informasi Ditjen Bimas Katolik Yohanes Dwimbo  menerima Ketua LP3KN, Adrianus Meliala di ruang kerja Sekjen pada Rabu (5/2). Agenda utama adalah audiensi terkait PESPARANI II yang akan dilaksanakan, 27 Oktober – 2 November 2020 di Kupang , NTT. Turut hadir pada kesempatan Audiensi ini Ketua III LP3KN yang juga merupakan Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI Pastor Heri, Ketua Bidang Humas LP3KN Muliawan dan Sekum LP3KN Toni Pardosi.

Audiensi  terlaksana sesuai waktu yang direncanakan pukul 08.00 WIB. Adrianus selaku Ketua Umum LP3KN pada awal penyampaian menegaskan,  “Pesparani adalah bentuk konstribusi umat Katolik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan Pesparani I terlaksana pada tahun 2018 di Ambon, dan berhasil. Pesparani II akan dilaksanakan Kupang. Hingga saat ini antusias umat pada tingkat Kabupaten/Kota dan Propinsi untuk PESPARANI sangat tinggi. Jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan 8000 orang. Jumlah ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan Pesparani I di Ambon yang berjumlah 5.500 orang,” ujar Adrianus.

Lebih jauh anggota Ombudsman RI ini menegaskan bahwa, “NTT sebagai tuan rumah telah siap dan memberi banyak sumbangan terkait persiapan PESPARANI. Presiden dikomitmenkan oleh Gubernur NTT untuk hadir pada pembukaan Pesparani NTT,” ungkap Adrianus dengan yakin.

LP3KN juga berupaya dengan caranya sendiri mencari donasi dari berbagai pihak untuk membantu menyokong dana PESPARANI II. Namun dapat dipastikan kebutuhan dana untuk PESPARANI II sangatlah besar. Oleh karena itu, besar harapan agar Pemerintah mengambil peran untuk membantu kesulitan dana dimaksud,” ujar Ketua LP3KN penuh harap.

Hal serupa ditegaskan oleh Sekretaris Eksekutif Komis HAK KWI bahwa dana yang besar untuk Pesparani ini tidak semua dipikul Gereja. Oleh karena itu, Gereja Katolik mengharapkan peran negara untuk menyukseskan PESPARANI melalui dukungan dana, karena spirit Pesparani adalah menumbuhkan sikap cinta tanah air. Lebih jauh perlu diapresiasi bahwa dalam proses persiapan ini melibatkan umat lintas agama.

Lebih jauh Pastor Heri menyampaikan pesan para Bapa Uskup  agar spirit kerja sama yang baik antara Gereja Katolik dan Pemerintah yang selama ini  telah berjalan, perlu dipertahankan.

Menanggapi Permintaan LP3KN, Sekjen menegaskan bahwa Kementerian Agama mendukung kegiatan Pesparani II. “Usulan dari Ditjen Bimas Katolik terkait Anggaran Pesparani sudah kami sampaikan ke Pak Menteri. Menag telah mengirim surat ke Kementerian Keuangan RI. Bolanya sekarang tinggal di Kementerian Keuangan,” jelas Sekjen.

Lebih jauh  Sekjen yang adalah juga Plt Dirjen Bimas Katolik menegaskan bahwa terkait dana sangat tergantung kondisi fiskal saat ini. Tahun 2020 posting anggaran Fungsi Agama mengalami penurunan. “Anggaran Bimas Katolik sama sekali tidak mencukupi. Hal ini sudah saya sampaikan kepada Pak Menteri Agama. Meski demikian Kegiatan Pesparani ini berskala Nasional, oleh karena itu tanggung jawab semua orang untuk menyukseskan PESPARANI II adalah keniscayaan,” tegas Sekjen mengakhiri pembicaraan. (Alfa)

 

 

 

 

 

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 173
Total Hits : 115.93K