BERITA

Saturday, 04 May 2019 01:55 PM

Selamat Ulang Tahun Keuskupan Agung Jakarta!

Ulang Tahun KAJ ke-212

Jakarta (DBKat)--Menteri Agama bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dirjen Bimas Katolik hadir dalam acara Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama di lapangan parkir Gereja Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Paroki Katedral, Jakarta, pada Sabtu (4/5).

Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta lintas agama ini, dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-212 Keuskupan Agung Jakarta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih karena semangat kebhinnekaan tetap terjaga melalui acara ini. Beliau juga menekankan bahwa perbedaan harus disyukuri.

Sementara itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, menyampaikan bahwa acara Jalan Santai ini sangat penuh makna dengan tema “Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat”. Selain itu, lanjut Menag, acara ini juga untuk menjaga dan merawat kebhinnekaan antarsesama umat beragama.

Menurut Menag, acara Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama ini sungguh berciri Indonesia, yaitu keberagaman dan agama. Itu adalah dua ciri yang tidak bisa dibedakan dari bangsa Indonesia. “Jalan santai adalah manifestasi bagaimana kita mampu menjaga dan memelihara keragaman kita,” ungkap Menag.

Menag juga mengungkapkan bahwa ke-Indonesia-an tidak bisa dilepaskan dari pahlawan nasional. Salah satunya adalah Mgr. Sugiyopranoto, Uskup pribumi pertama di Indonesia, yang memiliki semboyan 100% Katolik dan 100% Indonesia. Menurut Menag, hal itu merupakan wujud dari semua umat beragama. “Dalam konteks Indonesia, beragama mengamalkan ajaran agama masing-masing, hakikatnya adalah menjaga ke-Indonesia-an kita,”. Menjalankan atau mengamalkan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia, hakikatnya adalah wujud pengamalan kita untuk mengamalkan ajaran agama.

Menag yang hadir dengan mengenakan kaus putih, juga menjelaskan dua fungsi utama rumah ibadah:

  1. Fungsi yang bersifat sakral yaitu sebagai tempat melakukan ritual keagamaan, dalam hubungan vertikal kepada Tuhan.
  2. Fungsi horisontal yaitu bagaimana menjalin hubungan kemanusiaan kepada seluruh lingkungan.

Dan diakhir sambutannya, Menag berharap agar acara ini dapat menginspirasi semua sehingga Indonesia tetap terjaga dan terpelihara sebagai negara dan bangsa yang senantiasa mengamalkan ajaran agama, agama yang selalu memanusiakan manusia.

(Sakeng)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 43
Total Hits : 30.10K