BERITA

Monday, 20 May 2019 08:01 PM

Pembinaan Penyuluh Agama Katolik Non PNS Tingkat Nasional

Diskusi

Jakarta (DBKat)--Bertempat di Hotel Merlynn, Jakarta, Direktur Urusan Agama Katolik, Fransiskus Endang membuka pertemuan Pembinaan Penyuluh Agama Katolik Non PNS Tingkat Nasional, Senin (20/5). Kegiatan yang dihadiri seratus Penyuluh Agama Katolik Non PNS ini diselenggarakan Direktorat Urusan Agama Katolik, melalui Subdit Penyuluhan dengan tujuan meningkatkan kompetensi penyuluh, meningkatkan peran penyuluh, dan menyukseskan 3 matra Kementerian Agama. Tiga matra Kementerian Agama ini digaungkan Menag pada Rakernas Keenterian Agama awal tahun ini, yakni kebersamaan umat, moderasi beragama, dan integrasi data.

Dalam laporannya, Alexander Joko Kurnianto menyampaikan bahwa tiga matra ini harusnya menjadi tugas penyuluh untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat yang dilayani. Alexander juga menegaskan bahwa Ditjen Bimas Katolik memberi perhatian kepada penyuluh dalam tugas pelayanannya. Selain tiga matra, Alexander juga mengingatkan penyuluh untuk terus menjunjung tinggi 5 Nilai Budaya Kerja dalam setiap pelayanannya, yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. “Penyuluh harus menjadi teladan dan sumber inspirasi dalam menjaga kebhinnekaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Katolik, Fransiskus Endang, dalam arahanya menekankan pentingnya penyuluh Agama Katolik Non PNS ini dalam memberikan pendidikan keagamaan di masyarakat. Direktur juga memberi apresiasi kepada para penyuluh. “Salut kepada penyuluh yang ingin terus mengabdi bagi nusa dan bangsa,” ungkapnya.

Pemerintah terus memfasilitasi peningkatan kompetensi penyuluh dalam bentuk pembinaan dan bantuan-bantuan. Jika ada yang ingin menyampaikan permohonan, Direktur menyarankan untuk mengirimkan proposal yang benar kepada Ditjen Bimas Katolik.

Direktorat Urusan Agama Katolik yang dipimpin oleh Fransiskus Endang, juga telah banyak memberi kontribusi bagi umat Katolik. Sebut saja SK status badan hukum Gereja Katolik, fasilitasi rekomendasi swasembada anggur misa, fasilitasi Badan Amal Kasih Katolik Nasional, dan yang menjadi kerinduan umat Katolik Pesparani perdana sudah dilaksanakan dengan meriah akhir tahun 2018 lalu. Semua yang dilakukan itu adalah wujud kehadiran negara dalam satuan-satuan sosial kemasyarakatan.

Direktur memberi motivasi kepada penyuluh untuk terus berkarya dengan sepenuh hati. Pemerintah memberi perhatian serius, sudah mulai memikirkan kesejahteraan penyuluh, salah satunya dengan meningkatkan honor penyuluh sebesar 100%.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama empat hari dengan menghadirkan narasumber lainnya, seperti Romo P.C. Siswantoko dengan materi “Reksa Pastoral Gereja Katolik dalam Penyuluhan Agama Katolik.” Dirjen Bimas Katolik, Eusabius Binsasi akan menyampaikan materi “Kebijakan Penyelenggaraan Urusan Agama Katolik.” Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha juga akan memberi peneguhan dan motivasi dengan materi “Pengembangan SDM Penyuluh Agama Katolik Non PNS.”

Pakar Psikologi, Fidelis Waruwu memberikan “Konseling Pastoral Bagi Penyuluh Agama Katolik di hari kedua, dilanjutkan dengan materi “Pengelolaan Penyuluh Agama Katolik” yang disampaikan oleh Kasubdit Penyuluhan, A.H. Yuniadi.

Di hari ketiga, Romo Benyamin Sudarto memberikan materi “Teknik Pastoral dan Pembinaan Kelompok Kategorial Paroki.” Narasumber yang ditunggu-tunggu, Romo Franz Magnis Suseno akan memaparkan “Identifikasi Masalah Sosial Keagamaan.” Hadir juga Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto yang menyampaikan materi “Pembinaan Penanggulangan Narkobabagi Remaja dan Anak Muda.”

Kegiatan ini terjadwal akan ditutup pada hari keempat. Sebelum ditutup, Kasubdit Penyuluhan, A.H. Yuniadi akan memberikan bekal pelatihan penyusunan proposal dan laporan kegiatan penyuluhan. (Joice)

 

 

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 43
Total Hits : 24.02K