BERITA

Wednesday, 28 August 2019 09:14 AM

Bimbingan Teknis Aplikasi Sertifikasi Dosen Tingkat Nasional

Pembimas Katolik Provinsi Bali bersama Peserta Kegiatan Bimtek Aplikasi Serdos

Denpasar (DBKat)--Bertempat di Mercure Hotel, Denpasar, Bali, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Bali Ludovikus Lena membuka kegiatan Bimbingan Teknis Aplikasi Sertifikasi Dosen Tingkat Nasional, Selasa (27/8). Kegiatan ini diikuti 61 Dosen calon peserta Sertifikasi se-Indonesia.

Dalam arahan pembukanya, Pembimas Katolik menyampaikan pentingnya kegiatan ini. Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dikatakan Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (psl. 1 ay. 2). Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (psl 5).

Amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tersebut dijabarkan lagi secara lebih rinci dalam Peraturan  Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang dosen. Pasal 2 menegaskan bahwa dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Berangkat dari perintah Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut di atas, maka Ditjen Bimas Katolik dari tahun ke tahun, tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya meningkatkan kualitas dosen menuju dosen yang profesional, antara lain melalui Program Sertifikasi Dosen yang saat ini dilaksanakan.

Dikatakan Pembimas Katolik, sejak tahun 2015, Ditjen Bimas Katolik telah melaksanakan program Sertifikasi untuk para Dosen di lingkungan PTAK, dan telah menghasilkan 147 orang dosen yang memiliki Sertifikat Pendidik. Jika dibandingkan dengan jumlah seluruh dosen PTAK per Juni 2019 sebanyak 298 orang, maka masih ada  151 orang dosen atau 50,68% dosen PTAK yang belum disertifikasi. Sedangkan tahun Anggaran 2019 menargetkan dosen yang mengikuti sertifikasi sebanyak 50 orang, tetapi target tersebut tidak tercapai. Hanya  39 dosen yang memenuhi syarat menjadi bakal calon peserta serdos 2019.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi lembaga pendidikan kita. Negara telah memberi kesempatan kepada PTAK di lingkungan Ditjen Bimas Katolik untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan dosen melalui Sertifikasi dan Tunjuan Profesi Dosen, tetapi kita belum menggunakannya secara optimal,” ungkap Pembimas.

“Ke depannya, perlu kerja sama dan komitmen dari setiap PTAK untuk menangkap peluang dengan cepat,” lanjutnya.

Pertemuan beberapa hari di tempat ini,  kata Pembimas, menjadi momen untuk menambah wawasan dan menguasai Sertifikasi Dosen melalui praktik menggunakan aplikasi.

“Untuk itu saya berpesan, ikutilah pertemuan ini dengan baik sesuai arahan tim pendamping dan panitia. Jangan malu bertanya kalau belum paham. Panita akan memfasilitasi jika Anda sekalian mengalami kesulitan,” tegasnya.

Selanjutnya, para peserta yang hadir saat ini diberi tugas khusus semacam missio canonica untuk melatih teman teman yang tidak hadir saat ini dalam menggunakan aplikasi Serdos.

“Anda sekalian adalah narasumber bagi teman-teman lainnya di Perguruan Tinggi masing-masing. Keberhasilan dalam pelaksanaan Serdos dan pengisian BKD juga ditentukan oleh anda yang hadir saat ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kegiatan, Listiyaningsih, dalam laporannya mengatakan pola perekrutan dan penetapan peserta sertifikasi dosen secara online berbasis Forlap PDDikti ini tetap mengacu pada pemenuhan standar pokok, yaitu memiliki NIDN, jabatan akademik minimal Asisten Ahli, dan masa kerja minimal 2 tahun, serta aktif melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang dapat dipantau secara nasional melalui Forlap PDDikti, memiliki sertifikat Bahasa Inggris (TOEFL dengan nilai minimal 450, IELTS minimal 5.0).  Keberhasilan pelaksanaan sertifikasi dosen PTAK tahun 2019 ini pun sangat ditentukan oleh persiapan yang baik melalui sosialisasi dan pelatihan aplikasi Sertifikasi Dosen.

Selamat mengikuti bimbingan teknis kepada peserta kegiatan, semoga sukses.

(Joice)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 43
Total Hits : 45.07K