BERITA

Tuesday, 10 September 2019 10:24 AM

Penyusunan Soal USBN Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Peserta Penyusunan Soal USBN Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Jakarta (DBKat)--Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Aloma Sarumaha, membuka kegiatan Penyusunan Soal USBN Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 9 s.d. 13 September 2019.

Penyusunan soal USBN ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Penyusunan Kisi-kisi Bank Soal USBN PAK yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus yang lalu. Kisi-kisi yang telah dihasilkan akan menjadi acuan dalam penyusunan soal. Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia, Barnabas Ola Baba, dalam laporannya. “Sebanyak 20-25% butir soal disiapkan oleh Kementerian Agama, dalam hal ini Ditjen Bimas Katolik. Sedangkan 75-80% butir soal disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik (PAK) untuk jenjang SMP dan SMA/SMK,” tambahnya.

Ada 3 paket soal yang akan dibuat. Tiap-tiap paket berjumlah 70 butir soal sehingga seluruhnya berjumlah 420 butir soal. Ketiga paket tersebut dibuat untuk jenjang SMP dan SMA, baik Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013. Selanjutnya akan digunakan dalam pelaksanaan USBN PAK tahun pelajaran 2019/2020.

Dalam sambutannya, Sekretaris menjelaskan tentang 4 visi kurikulum, yaitu kurikulum berbasis akademis, kurikulum yang membawa visi efisiensi sosial, kurikulum yang berpusat pada pembelajar atau siswa, dan kurikulum yang bervisi transformasi sosial. Selain itu, Sekretaris juga menjelaskan 4 dimensi pengetahuan, yaitu pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan metakognitif.

Sementara itu, terkait dengan tema kegiatan: “Jaga Kebersamaan Umat”, Sekretaris mengungkapkan salah satu dari tiga mantra Kementerian Agama yaitu moderasi beragama. Disampaikan Sekretaris bahwa moderasi beragama berarti memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, mampu mengendalikan emosi, dan selalu berhati-hati bahwa kita tidak selamanya benar.  

Kepada para peserta yang merupakan Guru Pendidikan Agama Katolik jenjang SMP dan SMA, Sekretaris berpesan agar tidak hanya tenggelam dalam kebiasaan lama, dapat memanfaatkan waktu dengan berdiskusi, menjaga profesionalitas dalam kaitannya dengan kejujuran, kerahasiaan, dan keamanan serta  kelancaran dalam kegiatan ini.

Selain Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, narasumber pada kegiatan ini adalah Direktur Pendidikan Katolik, Agustinus Tungga Gempa, dan dari Puspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selamat berproses! (Sakeng)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 43
Total Hits : 45.07K