BERITA

Wednesday, 11 September 2019 03:41 PM

Tanggapi Keluhan Lembaga, Ditjen Bimas Katolik Tingkatkan Layanan Dapodik 2019

Rapat pembahasan layanan dapodik online

Jakarta (DBKat) -- Menanggapi keluhan dua lembaga pendidikan, Sekolah Menengah Agama Katolik Seminari  Mario Jhon Boen - Pangkalpinang dan St. Yohanes Paulus II - Labuan Bajo, terkait kesulitan pendataan aplikasi dapodik online, Direktorat Pendidikan Katolik - Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama melakukan rapat koordinasi. Rapat pembahasan ini dihadiri  Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Direktur Pendidikan Katolik, dan Pejabat Eselon III dan IV serta staf di lingkungan Dirpenda. Rapat yang dipimpin Agustinus Gempa, berlangsung di ruang rapat Dirpenda, kantor Kemenag Jakarta, Rabu (11/09).

Pembahasan terkait keberadaan operator pengampu, sistem aplikasi, dan hal lainnya menyangkut dapodik. Aplikasi dapodik online merupakan aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui pendataan secara cepat dan tepat. Proses ini dilakukan untuk seluruh entitas data pokok pendidikan yang bersifat individu dan terintegrasi dari tiga entitas data pendidikan  yakni satuan pendidikan, PTK dan peserta didik.

Dari pembahasan tersebut disepakati, melakukan koordinasi dengan Kemendikbud terkait data guru, siswa, dan lembaga SMAK; koordinasi intens dengan para operator di SMAK; serta rencana dilakukannya kerjasama (MOU) dengan pihak terkait untuk meningkatkan layanan dapodik.

Beberapa hal yang masuk di dalam aplikasi dapodik 2019 Online terbaru adalah :

Nomor Pokok Sekolah Nasional

Nomor ini merupakan kode pengenal sekolah yang bersifat unik dan membedakan suatu sekolah dengan sekolah lainnya. Setiap sekolahan di Indoensia mempunyai nomor NPSN sendiri dan tidak ada yang menyamai.

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)

Nomor ini merupakan nomor gabungan beberapa angka yang menjadi kode pengenal guru dan tenaga kependidikan yang bersifat unik dan membedakan satu guru dengan guru atau tenaga kependidikan yang lain.

Nomor Induk siswa Nasional (NISN)

Nomor ini merupakan nomor unik yang membedakan satu siswa dengan siswa yang lainnya. Seiring dengan perkembangannya, dapodik dilaksanakan menggunakan konsep online. Dimana sekolah hanya perlu membentuk atau menunjuk seseorang yang bisa mengolah data dan mengerti serta paham sistem yang ada pada aplikasi pendataan Dapodik. Seorang operator dituntut untuk mengerti dan paham apa itu data dan cara untuk mengunggah ke dapodik. Ia juga harus mahir mengoperasikan software pengolahan seperti Microsoft Excel untuk sarana pendataan. (Maria)

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 43
Total Hits : 45.07K