BERITA

Saturday, 05 October 2019 12:54 PM

Harapan Menteri Agama Terhadap Kerjasama Bilateral Vatikan dan Indonesia

Markus Solo Kewuta SVD, Menteri Agama, dan Sekretaris Ditjen Bimas Katolik berkeliling museum Vatikan yang berakhir di Kapel Sistina. (Foto: Ist/jendelanasional.id)

Vatikan (DBKat) -- Dalam sebuah pembicaraan, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan Markus Solo Kewuta SVD, dari Dewan Kepausan Untuk Hubungan Antar Agama, terungkap bahwa pendidikan yang berujung pada perdamaian, harus  melalui proses pendidikan yang tidak didukung oleh sebuah sistim pengajaran indoktrinatif.

“Kami berdua sepandangan bahwa harus memajukan pendidikan yang berkarakter inklusif, tidak hanya mengenal agama sendiri saja. Para siswa pun terbuka untuk mengenal agama-agama lain secara obyektif di dalam pengajaran di sekolah-sekolah. Hal ini berkaitan dengan perubahan kurikulum nasional, baik untuk sekolah swasta ataupun negeri, yang berorientasi pada penerimaan dan pengakuan perbedaan agama. Dan sebagai tindak lanjutnya adalah bagaimana harus mencari upaya-upaya positif untuk menghadapi serta menghidupi dinamika perbedaan,” ujar Markus Solo.

Pengajaran indoktrinatif hanya membatasi ruang pemikiran kreatif dan indipenden dari anak-anak didik untuk berpikir secara bebas, kritis dan distinktif. Masa depan yang lebih damai dan rukun tidak mungkin tidak harus dicapai melalui perbaikan sistim pendidikan generasi muda saat ini.

Menag pun berharap, ke depan, kerjasama bilateral Vatikan dan Indonesia, khususnya dalam hal membangun peradaban perdamaian dunia, dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program nyata dalam bidang keagamaan.

Bersama Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Aloma Sarumahan, Pastor Markus mendampingi Lukman Hakim berkeliling museum Vatikan yang berakhir di Kapel Sistina. Ia bercerita, Menang sempat duduk termenung di Kapel Sistina yang terletak di dalam lingkungan Istana Kepausan. Sambil mendengar penjelasan, Menag Lukman tidak berhenti melihat ke atas langit-langit kapel tersebut. Lukisan-lukisan di langit-langit kapel Sistina itu berkisah tentang penciptaan hingga kisah Nabi Nuh dan juga pengadilan terakhir.

Kapel ini terkenal karena arsitekturnya yang tampak melahirkan kembali Bait Salomo dari zaman Perjanjian Lama, dan akan dekorasinya yang seluruhnya dihias oleh seniman-seniman besar era Renaissance seperti Michelangelo, Raphael, dan Sandro Botticelli.

Perhatian Lukman Hakim semakin serius ketika menyadari bahwa Kapel Sistina, yang dinamai oleh Paus Sixtus IV,  merupakan tempat sakral di mana konklaf diadakan. Konklaf adalah tata cara yang telah mentradisi ribuan tahun untuk memilih paus baru sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik sedunia.

Ketika konklaf diadakan, mata dunia senantiasa tertuju pada cerobong yang terletak di atas kapel ini sebagai penanda proses pemilihan paus. Jika asap hitam keluar dari cerobong tersebut, itu pertanda belum ada paus yang terpilih. Namun jika Paus baru terpilih, cerobong akan mengeluarkan asap putih. Yang menarik adalah, ketika konklaf diadakan, para kardinal yang berhak memilih dan dipilih sebagai paus akan memutuskan hubungan dengan dunia luar.
Di kesempatan lain, rombongan kemenang juga  diterima Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Takhta Suci Vatikan, Mgr. Miguel Angel Ayuso Guixot.

Mgr. Ayuso menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan Menag. Dirinya banyak mendengar tentang keharmonisan dan keindahan Indonesia. Dia juga mengapresiasi Pancasila yang menjadi dasar dan perekat keberagaman yang hidup di Indonesia.  "Indonesia yang beragam itu mampu hidup bersama dalam keharmonisan dan kerukunan yang bisa menjadi contoh bagi dunia," ujarnya memberi apresiasi.

Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, Tahta Suci Vatikan adalah salah satu komisi yang dinilai penting oleh Sri Paus Fransiskus. Dewan ini berperan sentral dalam keikutsertaan Gereja Katolik membangun dunia yang lebih damai dengan pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.

Sri Paus Fransiskus dalam banyak kesempatan dan kebijakannya terus mendorong dunia untuk selalu terbuka bagi sesama dengan berlandaskan semangat dan nilai keagamaan masing-masing, selalu dapat bertemu di dalam sisi kemanusiaan.

 

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 56.44K