BERITA

Sunday, 06 October 2019 11:41 AM

Menteri Agama Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Kardinal Suharyo

Pelantikan Mgr. Suharyo sebagai kardinal di St. Peter’s Basicilica, Vatican

Vatican (DBKat) -- Melalui prosesi agung dalam sidang kardinal (Consistorium), Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatitius Suharyo Hardjoatmodjo bersama  12 Uskup lainnya dari 10 negara, dilantik sebagai Kardinal. Pelantikan ini berlangsung di St. Peter’s Basicilica, Vatikan, Sabtu, 5 Oktober 2019 oleh Bapa Suci Paus Fransiskus. Hadir  dalam pelantikan,  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mewakili Pemerintah Indonesia.

Menteri Lukman menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan tersebut.  “Selamat kepada Bapak Ignatius Kardinal Suharyo yang baru saja dinobatkan sebagai kardinal,” ungkap Menang lewat akun media sosialnya.

Pengumuman penunjukan Uskup Agung Jakarta ini menjadi kardinal sebetulnya sudah dilakukan sejak 1 September lalu, langsung oleh Paus Fransiskus usai memimpin doa Angelus di Plaza Santo Peter di Vatikan. Sebagai seorang kardinal tugas Mgr.  Ignatius adalah menjadi penasihat dan asisten Paus, serta bersama 10 kardinal lain, ia berhak memilih Paus dalam konklaf berikutnya. Sebelum Mgr Ignatius, ada almarhum Uskup Agung Semarang Justinus Darmojuwono yang dilantik menjadi kardinal pada 1967, dan Uskup Agung Jakarta periode 1996-2010, Julius Riyadi Darmaatmadja yang terpilih jadi kardinal sejak 1994.

Kabar penunjukan Mgr. Ignatius itu tentu disambut dengan suka cita oleh umat katolik di Tanah Air. Namun berita ini sebetulnya mendebarkan hatinya. Saat menerima kabar penunjukan dirinya menjadi kardinal pada awal September lalu, Ia pun mengaku terkejut dan tidak siap. “Ini kedudukan yang tidak main-main. Saya memikirkan tanggung jawab moralnya,” ungkapnya.

Berbeda dengan jabatan uskup yang ada masa pensiunnya, maka jabatan kardinal akan melekat seumur hidup. Kardinal juga, tak memiliki “wilayah kekuasaan” layaknya seorang pastor paroki atau uskup.  Setelah resmi memakai jubah merah (pakaian kardinal), Mgr.  Ignatius akan bertugas menjadi asisten dan penasihat dekat Paus. Toh meski begitu ia mengaku tetap akan menjalankan tugasnya sebagai uskup di Jakarta, Ordinaris Militer, dan KWI. “Ke Vatikan kalau diminta saja, tidak sering-sering.” ungkapnya.

Berikut daftar kardinal baru yang dilantik Bapa Suci Paus Fransiskus:

    Uskup Agung dan Presiden Dewan Kepausan untuk dialog antaragama, Miguel Angel Ayuso Guixot, M.C.C.J. asal Spanyol, usia 67 tahun;
    Uskup Agung, Kepala Arsip dan Pustakawan Gereja Romawi Suci, Jose Tolentino Calaca de Mendonca (Portugal), 53 tahun;
    Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (Indonesia) 69 tahun;
    Uskup Agung San Cristòbal de Havana, Juan de la Caridad Garcia Rodriguez (Kuba), 71 tahun;
    Uskup Agung Kinshasa, Fridolin Ambongo Besungu O.F.M. CAP (Republik Demokratik Kongo), 59 tahun;
    Uskup Agung Luksemburg, Jean-Claude Hollerich, S.J. (Luksemburg), 61 tahun;
    Uskup Huehuenamgo, Alvaro L. Ramazzini Imeri (Guatemala), 72 tahun;
    Uskup Agung Bologna, Matteo Zuppi, (Italia), 63 tahun;
    Uskup Agung Rabat, Maroko, Cristobal Lòpez Romero S.D.B., (Spanyol), 67 tahun;
    Wakil Sekretaris Migran Dicastery for Service for Integral Human Development, Michael Czerny, S.J., (Rep Ceko dan Kanada) 73 tahun;
    Uskup Agung Nepte, Michael Fitzgerald, m.Af. (Inggris), 82 tahun;
    Uskup Agung Kuanas, Sigiotas Tamlevicius, S.J., (Lithuania) 81 tahun; dan
    Uskup Emeritus Benguela, Eugenio dal Corso, P.S.D.P. (Italia), 80 tahun.

 

Dibaca
Today Visitor :1
Total Visitor : 44
Total Hits : 56.43K